Menu

21 April 2018

2 Hal Yang Wajib Diperhatikan Setiap Blogger

Menurut saya, ada dua hal paling penting dari sebuah blog. Pertama adalah kualitas konten. Kemudian yang tak kalah pentingnya lagi adalah penampakan alias tampilan blog.




Kenapa dua hal ini penting? Saya bukan mastah di dunia blogging, tapi kalian boleh panggil saya Mas Prim.



Kualitas Konten

Kita tentunya sudah tak asing dengan istilah content is king kan? Artinya hal penting pertama yang harus diperhatikan oleh semua blogger adalah kualitas kontennya.


Terlepas dari apapun genre alias niche blogmu, mau blog travelling, parenting, cooking, bahkan blog pribadi (a.k.a blog gado-gado seperti blog ini) sekalipun, jangan pernah mengesampingkan kualitas konten-konten yang kamu buat.


Menjaga kualitas konten di blog kita, adalah cara sederhana untuk menghargai waktu dan atensi pengunjung blog kita.


Visualisasi

Lalu yang tak kalah pentingnya setelah konten adalah tampilan blog.


Pernah dengar nasehat ini?


Don't judge the book by it's cover

Menurut saya, itu adalah nasehat paling 'bull seat' yang pernah ada. Karena hanya 0,001% penduduk bumi yang mau beli buku tanpa sampul. Selebihnya pasti cari buku yang ada cover atau sampulnya. Ya kan?


Tampilan blog yang saya maksud di sini, itu nggak melulu soal desain aja. Tapi juga tentang bagaimana kita menulis postingan demi postingan dalam blog kita.



Setidaknya ada beberapa hal sederhana yang bisa membuat tampilan postingan kita lebih menarik.

  1. Buat judul yang memancing minat baca
  2. Gunakan gambar (yang relevan)
  3. Gunakan paragraf pendek, jangan lebih dari 3 kalimat per paragraf
  4. Berikan jeda yang cukup maksimal setelah 3 paragraf, bisa dengan gambar, sub-headline, atau sesederhana klik enter 2x



Sederhana bukan?


Kemudian soal desain, ini beberapa tips yang bisa kamu pakai saat memilih-milih desain blog.

  1. Gunakan background berwarna putih, supaya terkesan clean dan nyaman
  2. Jangan pakai font yang aneh-aneh seperti font-nya Harry Potter
  3. Atur ukuran font supaya cukup besar, misalnya verdana 18 px, biar pembaca yang nggak semuda kamu, bisa tetap terinspirasi dari konten bikinanmu
  4. Pilih desain blog yang responsif, karena nggak semua orang ngakses blogmu pakai PC
  5. Kalau kamu pasang adsense, jangan dipasang di body postinganmu, karena sumpah itu ganggu


Membuat konten berkualitas itu penting, tapi membuat konten-konten itu terbaca juga tak kalah penting kan?



Punya tips atau pendapat lain? Share dong.

Share:

17 April 2018

Personal Blogging Untuk Blogger Pemula



Satu hal yang biasanya bikin bingung blogger di awal adalah, mau ngeblogin tentang apa? Lewat tulisan ini, saya mau share beberapa opini dan pengalaman ngeblog yang baru seumur jagung ini.

Kata simbah ini ada jutaan blog yang tersebar di jagat internet. Tapi apa sih itu blog?

Secara harafiah, blog itu singkatan dari web log. Jadi menurut saya, isinya tentang catatan perjalanan atau mungkin lebih mirip dengan jurnal. Namun seiring dengan berjalannya waktu, blog banyak digunakan untuk berbagi informasi, inspirasi, maupun cerpen buat yang doyan nulis fiksi.

Blog juga banyak digunakan sebagai sarana promosi bisnis. Biasanya, fungsi blog di sebuah web berbasis bisnis adalah untuk mengedukasi calon customer tentang manfaat produk atau informasi umum yang ujung-ujungnya dihubungkan dengan produk juga.

Terus kalau mau ngeblog baiknya ngblog tentang apa ya?

Ini juga salah satu pertanyaan yang sering diajukan para blogger pemula (baca : saya).

Katanya kalau mau ngeblog kita perlu tau niche kita. Tolong dikoreksi kalau saya keliru, yang namanya niche itu adalah topik umum atau tema blog kita. Misalnya blog travelling, kuliner, maupun blog yang membahas khusus tentang kesehatan.

Tujuannya punya niche itu biar kita fokus terhadap apa yang mau kita tulis. Karenanya biasanya niche itu berangkat dari apa yang kita sukai, hobi, atau passion kita. Supaya lebih mudah dalam perjalanan kita memperbarui konten-konten di blog kita.

Nah, masalahnya gimana kalau kita nggak tau niche kita? Misalnya kita punya banyak sekali hobi atau passion. Masa iya bikin 69 blog supaya bisa mengakomodir passion kita?

Saya pribadi memulai blog dengan niche tentang pengembangan diri karena saya (kira) saya punya passion di situ. Akhirnya, jalan 3 bulan macet nulis. Karena menjaga fokus di satu tema itu berat buat saya. Padahal sudah sempet beli domain .web.id juga, eh ujung-ujungnya mangkrak.

Akhirnya, saya pun beralih ke personal blogging atau biasa juga disebut lifestyle blog. 





Sederhananya personal blog ini adalah blog tentang si blogger. Dari opini terhadap suatu fenomena sampai berbagi tips dan trik berdasarkan pengalaman pribadi blogger.

Oh berarti semacam diary ya? Hmm...saya sih nggak bisa menyamakan personal blog dengan diary. Alasannya sederhana, diary nggak dibaca orang, sedangkan blog sebaliknya. Malah kalau bisa banyak yang baca hehehehehe... .

Buat kamu yang masih bingung mau ngeblog tentang apa, menurut saya nggak ada salahnya kamu mulai dengan personal blog. Kamu bisa nulis tentang apa pun (tergantung cuaca, iklim, atau pun mood kamu saat itu).

Ada beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan dengan memiliki blog pribadi,antara lain :

  1. Melatih kemampuan menulis
  2. Melatih sistematika berpikir
  3. Mengasah kemampuan berkomunikasi
  4. Sarana aktualisasi diri
  5. Berbagi insipirasi, pengetahuan, pengalaman, dll
  6. Menyuarakan suaramu
  7. Jurnal pribadi
  8. Personal branding
  9. Ibadah
  10. Mengenali passion
  11. Mengenali niche
  12. Ikutan lomba blog
  13. dll

Membuat blog itu sangat tidak sulit. Kamu cuma perlu alamat email, dan platform blogging, and you're all set. Kalau kamu punya akun media sosial (mis: Facebook, Twitter, atau Instagram) artinya kamu sudah bisa banget bikin blog.

Ngomongin soal platform alias media blogging, ada beberapa platform yang bisa kamu pertimbangin buat ngeblog. Mulai dari yang gratisan sampai berbayar.

Sebaiknya jangan 'upgrade' blog-mu ke mode berbayar sebelum 6 bulan. Walaupun biaya untuk upgrade blog relatif terjangkau, tapi sayang juga kalau ujung-ujungnya mangkrak dan penuh rumah laba-laba.

Coba biasain update konten di blogmu selama minimal 6 bulan. Cari dan temukan interval waktu yang pas buat ngupdate blogmu. Mau harian, seminggu sekali, atau seminggu dua kali (tapi jangan setahun sekali baru diupdate ya), coba temuin ritmenya. Toh ini blog-blogmu sendiri, suka-suka kamu mau ngupdate tiap berapa kali sekali.

Nah bicara soal platform blogging, ada beberapa alternatif yang bisa kamu coba sebagai media blogmu.
1. Wordpress.com
2. Blogger.com
3. Medium.com
4. Kompasiana
5. Tumblr

Saya nggak akan banyak bahas tentang plus-minus platform-platform itu.Karena sudah banyak yang mengulas dengan sangat detil, silahkan tanya sama simbah.

Yang mau saya cerita adalah Blogger.com, alasannya sederhana kok, soalnyasaya pakai. Kalau saya pakai Wordpress.com, ya nanti ceritanya bakal beda hehehehe.

Membuat blog di Blogger.com cukup mudah, apalagi kalau kamu punya handphone berbasis Android. Otomatis kamu punya akun Gmail kan? Nah, itu aja udah cukup buat mulai ngeblog.

Sejauh pengalaman saya ngeblog menggunakan Blogger.com, berikut adalah beberapa alasan saya menggunakan media ini:
  1. Gratis (dengan domain bawaan .blogspot.com)
  2. Terjangkau untuk upgrade domain, tidak perlu nambah biaya hosting
  3. Template bisa dikustomisasi
  4. Jadi terpaksa bisa utak-atik kode HTML walaupun belum tingkat mastah
  5. Mudah digunakan
  6. Banyak pilihan aplikasi blog editor untuk Android

Jadi, saya sih sarankan buat kamu yang masih awal di dunia blogging, mulailah dengan menggunakan Blogger.com.

Seperti saya sebutkan sebelumnya dan akan saya ulang-ulang terus, mbikin blog itu gampang. Tantangannya adalah bagaimana kita menjaga blog supaya tetap aktif. Caranya dengan mengisi konten.

Tapi sebelum kamu mulai mempublish postingan pertamamu. Ada baiknya kamu menyiapkan waktu untuk : (1) mendesain tampilan blog, dan (2) menulis draft untuk halaman 'About Me'.

Untuk desain, selain template bawaan Blogger.com...kamu juga bisa mengambil template gratisan dari beberapa web seperti gooyabi, btemplates, atau new blogger theme.

Silahkan pilih mana template yang sesuai dengan karaktermu dan blogmu.Namun, apapun pilihanmu, pastikan template blogmu memiliki beberapa kriteria berikut:
  1. Responsif (tampilan menyesuaikan device yang digunakan untuk mengakses blog)
  2. Bersih / clean
  3. Memiliki jenis dan ukuran font yang nyaman untuk dibaca

Kalau saya suka desain blog yang simpel. Mungkin beberapa template blog ini bisa juga kamu pakai untuk blogmu.

Setelah selesai memilih desain blogmu, pastikan kamu siap denganmateri-materi untuk halaman-halaman berikut, sebelum mengkustomisasi blogmu:
1. Konten About Me
2. Link ke akun media sosial

All set? Nah sekarang waktunya nulis.

Share:

Merokok Merugikan Kesehatan...Kata Siapa?!

Beberapa minggu lalu, saya punya ide untuk memulai sebuah bisnis minuman dalam botol, terinspirasi oleh apa yang kawan saya lakukan.


Setelah survey, saya memutuskan untuk membeli sebuah bahan baku minuman di sebuah pabrikan minuman serbuk. Untuk menghemat biaya ongkir, saya cari agen yang lokasinya dekat dengan kantor.


Singkat cerita, saya ketemu dengan Mas Edwin, agen minuman itu, di sebuah mini market.


"Rokok mas?" Kata Mas Edwin membuka obrolan sambil menyodorkan sebungkus rokok. Saya tidak mengenal merk rokok itu, sepertinya sih varian baru. 


"Enggak Mas, makasih....saya nggak ngerokok," jawab saya.


Setelah ngobrol sebentar, transaksi pun dilakukan dan 2 kg bubuk minuman sudah ada di tangan saya. Bismillah, semoga usaha saya ini barokah dan lancar.


Karena waktu sudah larut, saya pun undur diri.


Di perjalanan saya masih kepikiran sama merk rokok yang ditawarkan Mas Edwin tadi. Itu rokok apa, kok nggak terkenal ya, pikir saya. Sebelum akhirnya berhenti total dari 2013 sampai hari ini, saya juga adalah seorang perokok. Bukan termasuk perokok berat juga karena paling cuma menghabiskan 5-8 batang saja sehari. Kecuali kalau lagi nongkrong bareng temen atau nonton sepak bola. Sebungkus bisa habis hanya dalam 2-3 jam.


Ngomong-ngomong soal rokok, saya jadi keinget sebuah cerita teman di kantor.




Ceritanya teman saya ini sudah lama menikah tapi belum dikasih momongan. Suami teman saya ini adalah seorang perokok. 


Kemudian tahun 2013 kalau nggak salah, akhirnya teman saya ini hamil. Saya ingat sekali betapa girangnya dia waktu tahu kalau akhirnya dia hamil. Walaupun agak kuatir juga mengingat usianya yang sudah banyak. Tapi bismillah aja lah, que sera sera.


Singkat cerita akhirnya ia pun melahirkan seorang bayi perempuan yang lucu sekali. Kegembiraan tampak jelas di wajahnya.


Namun, beberapa waktu kemudian saya mendengar kabar yang kurang menyenangkan tentang bayi teman saya ini. Saya kurang tahu detilnya, tapi si bayi yang belum genap setahun ini terpaksa dibawa ke rumah sakit karena ada masalah di saluran pernapasannya. Saya lihat fotonya di handphone seorang kawan. Miris sekali kondisinya. Selang-selang kecil menancap di tubuh mungil itu. 


Saya langsung teringat waktu Bio ngamar di rumah sakit karena diare. Rasanya ikut sakit waktu suster menusukkan jarum untuk memasang selang infus. 


Saya tahu bagaimana sakitnya perasaan teman saya itu. Bahkan mungkin apa yang dia rasakan jauh lebih sakit dari apa yang saya alami dengan Bio dulu.


Kabarnya, ia sempat bertengkar hebat dengan suaminya yang perokok akibat kejadian itu. Denger-denger akhirnya si suami sekarang sudah berhenti merokok. Alhamdulillah.


Merokok vs Kesehatan

Waktu saya masih merokok dulu, saya itu ya ngerti kok kalau merokok itu nggak baik buat kesehatan. Tapi saya nggak pernah ambil pusing. Lah wong saya ya sehat-sehat aja kok, teman-teman saya yang perokok ya sehat-sehat semua kok.


Saya malah punya guyonan, kalau perokok itu sakitnya paling cuman paru-paru, tapi kalau nggak merokok sakitnya rupa-rupa alias macam-macam.


Saya, dan mungkin semua perokok, selalu berpikir positif. Nggak mungkin lah saya sakit, paling orang lain (perokok)...nggak bakal lah kena ke saya.


Mungkin hal serupa juga dipikirkan oleh suami teman saya ini. Nggak mungkin lah dia yang sakit, paling orang lain. Dan kebetulan yang dia pikirkan itu ternyata benar. 


Dia yang merokok memang nggak sakit, sehat malah. Yang sakit anaknya. Yang usianya belum ada setahun, dan harus mendekam di dalam rumah sakit dengan selang-selang tertanam di tubuhnya.


Seandainya...

Kalau saya tanya ke kalian, paps n buns yang masih merokok nih. Seandainya kejadian yang dialami teman saya ini menimpa anak kalian, kalian mau nggak berhenti merokok?


Kalau saya sih enggak.


Lho kenapa? Ya iya, kalau seandainya, pasti saya nggak akan berhenti merokok. Lah wong cuman seandainya. 


Mungkin lain cerita kalau pertanyaanya begini :


"Ketika anak kalian yang harus menanggung akibat dari kebiasaanmu merokok, apakah kalian mau berhenti merokok?"


Wah kamu kok ndoain gitu sih?


Nggak kok, ini bukan doa. Cuman fakta saja. Karena bukannya kita baru bisa belajar dan berubah ketika kita mengalami sendiri bukan?


Kalau kejadiannya menimpa orang lain, toh kita akan dengan sangat yakin bilang, "Ah itu kan orang lain, nggak akan terjadi sama saya," betul?


Saya percaya kalau orang pintar adalah mereka yang mau belajar dari kesalahannya. Namun hanya orang bijak yang mau belajar dari kesalahan orang lain


Pertanyaannya, njenengan termasuk yang mana? Pintar atau bijak? 




Setelah membaca tulisan ini, pilihan ada di tangan kalian semua. Mau tetap merokok atau berhenti sekarang. 


Saya paham kok kalau kamu berpikiran bahwa merokok itu nggak akan merusak kesehatanmu. Saya juga mikir gitu dulu. Suami teman saya ini juga mikir seperti itu. 


Dan memang benar toh? Kitanya yang merokok nggak kenapa-kenapa kok. Paling orang lain yang sakit. 


Sayangnya kita nggak bisa milih orang lainnya itu siapa ๐Ÿ˜Š.


Share:

14 April 2018

Ternyata TV-nya Nggak Rusak



Konon kabarnya teknologi TV jaman dulu atau yang biasa disebut dengan TV tabung memiliki tingkat keawetan yang lebih tinggi dibandingkan flat TV jaman now. 


Well, saya nggak tahu pasti gimana dalemannya TV...tapi pengalaman saya dengan TV layar datar sepertinya mendukung mitos itu.


Ceritanya, beberapa bulan lalu saya mengalami masalah dengan TV saya. Nggak tahu kenapa, tiba-tiba keluar garis-garis di layar. Memang sih setelah beberapa lama garis-garis itu menghilang. Tapi, tentunya itu adalah sebuah pertanda kalau something wrong dengan TV-nya.


Waduh, bisa gawat nih kalau kenapa-kenapa sama TV-nya. Kebayang sudah berapa biaya yang harus kita keluarkan untuk memperbaiki TV itu.


Awalnya saya mengira permasalahannya adalah karena antena yang nancep terus di TV. Bayangan saya, ketika si antena mencari sinyal kemudian menghantarkannya ke TV ada elektron yang mempengaruhi kinerja TV. Maklum bukan orang elektro.


Solusinya berarti, copot kabel antenanya. Simpel kan.


Nyatanya, garis-garis masih muncul. Jadi, saya berasumsi, mungkin karena TV-nya kurang istirahat alias kelamaan nyala. Jadi saya pun membuat aturan berapa jam TV boleh nyala dalam sehari.


Garis-garis sedikit berkurang. Jadi ternyata itu masalahnya, pikir saya.



Ketika Pompa Air Rusak

Suatu hari, saya mengalami masalah dengan pompa air. Setiap kali dinyalakan, listrik korslet. 


Berhubung peran pompa air sangat krusial untuk menarik air dari sumur (yup...bukan air PAM), mau nggak mau masalah pompa air ini harus segera diselesaikan.


Kami pun menghubungi tenaga jasa perbaikan barang-barang elektronik yang kami temukan dari internet. Kebetulan yang langganan lagi nggak bisa datang.


Singkat cerita, bapak itu datang dan mulai beraksi. Pendek kata, jalur kabelnya dikrikiti tikus sehingga menyebabkan jalur pendek alias korslet. 


Kemudian, bapak itu membuatkan jalur baru dan...viola! Pompa air berfungsi seperti sediakala.


Selepas, bapak itu merapikan barang-barangnya. Saya mempersilahkan beliau untuk menyeruput secangkir kopi panas sambil ngobrol.


Ngobrol ngalor ngidul akhirnya sampailah obrolan kami ke masalah TV.


Masalah Kabel Power

Ternyata permasalahan yang saya alami dengan TV saya disebabkan karena kabel power yang terus menancap.


Permasalahan dengan teknologi TV jaman now adalah, ia tidak memiliki mekanisme untuk memutus aliran listrik yang masuk. Jadi ketika TV dimatikan (menggunakan remote) dan posisi kabel power masih tercolok, pada dasarnya listrik terus mengalir ke TV. Ketika hal ini terjadi dalam jangka waktu lama, akhirnya menimbulkan masalah di bagian dalam TV. Salah satu gejalanya adalah garis-garis yang muncul.


Saran dari bapak tersebut adalah, selalu mencabut kabel power bila mematikan TV. Hal ini untuk mencegah aliran listrik terus mengalir ke dalam TV dan merusak komponen-komponen di dalamnya.


Saya bukan orang elektro, tapi penjelasannya masuk akal. Jadi tak ada salahnya untuk dicoba. Dan nyatanya berhasil. ๐Ÿ˜Š

Share:

12 April 2018

Alasan Saya Menyerah Di Lomba Blog

Tahun 2018, saya mencoba langkah baru dalam aktivitas blogging yang saya lakukan. Dari yang biasanya ngeblog untuk sekedar berbagi ide dan pengalaman, tahun ini saya mau coba sesuatu yang baru, yaitu ikutan lomba blog.




Sepanjang tahun ini sudah ada tiga kompetisi blog yang saya ikuti. 


Pertama adalah lomba blog Nokia 2 yang digeber oleh jalantikus.com, kemudian lomba SEO Optik Tunggal, dan terakhir adalah lomba blog bertemakan Move On dari Jagoan Hosting.


Alhamdulillah, dari ketiga lomba blog itu tak satu pun yang berhasil saya menangi.


Tapi apakah saya menyerah? YA!


Ada beberapa hal yang membuat saya akhirnya memutuskan untuk menyerah, antara lain :


1. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat

Ini adalah faktor utama yang membuat saya akhirnya mengibarkan bendera putih. Di awal para penyelenggara sudah menyatakan bahwa keputusan mereka sifatnya mutlak.


Artinya, sengebet apapun saya untuk protes, demo, atau memboikot produk-produk mereka, tidak akan merubah apapun. 


Yang ada, saya yang capek sendiri. 


2. Masih ada lomba yang lain

Selain itu, bukankah setiap bulan selalu ada kompetisi blog dan/atau menulis lainnya?


Daripada saya buang-buang energi menghujat pihak penyelenggara yang nggak milih karya saya, sepertinya lebih bijak kalau saya berpartisipasi di even lainnya.


Betul?


Kalau nggak percaya coba cek beberapa info lomba menulis dan/atau blog berikut :

1. Commonwealth Life deadline 13 April 2018

2. Harkonas.id deadline 14 April 2018

3. Kemdikbud.go.id deadline 21 April 2018

4. Qlapa deadline 30 April 2018


See, jadi itulah alasan saya menyerah di ketiga lomba blog yang saya ikuti. Udah dulu ya, mau siap-siap move on ke lomba berikutnya nih.


Kamu mau ikut yang mana?

Share:
Silahkan menyalin, mengedit, sebagian maupun seluruh konten di blog ini

Simply Blog

Design by Anders Norén