Menu

30 November 2017

Menatap 2018 : Membangun Blog Berkualitas


Nggak terasa, 2017 udah mau habis. Kalau melihat kembali ke belakang, salah satu resolusi saya tahun ini adalah memulai blog. Alhamdulillah, resolusi itu sudah tercapai.

Menjelang akhir tahun ini, kalau dilihat lagi ke belakang, ada beberapa hal yang saya pelajari dari pengalaman ngeblog selama kurang dari setahun ini (kurang dari setahun soalnya selama ini nggak konsisten ngeblognya hehehe…ngaku dosa). Apa aja sih yang saya pelajari selama ini? Ini dia.

Membuat Blog Itu Mudah
Untuk memiliki sebuah blog, kita hanya perlu alamat email, nama yang eye-catching buat blog kita, dan kita sudah siap. Tinggal mau pakai platform apa, Blogger, Wordpress, Tumblr, atau lainnya.

Challenge sebenarnya adalah bagaimana membangun sebuah blog yang berkualitas. Baik dari sisi konten, tampilan, maupun dari manfaat yang kita bagikan lewat blog itu.

Dari pengalaman saya, paling nggak ada beberapa poin yang perlu kita perhatikan dalam membangun sebuah blog yang berkualitas. Poin-poin ini pure dari pengalaman saya pribadi (yang juga masih belajar ngeblog). Kalau mau ditambahin, monggo kerso sedoyo aja.


Tujuan Ngeblog
Waktu awal ngeblog, jujur saya nggak punya gambaran jelas…ngapain saya ngeblog. Saya hanya berpikir, saya punya passion nulis dan karenanya saya bikin blog. Naif kan? Kan.

Menjelang awal tahun ini, saya mulai memperjelas tujuan saya ngeblog. Saya terinspirasi dari tulisan-tulisan dan podcast milik The Minimalist. Tentang living a meaningful life, alias hidup yang bermakna.

Ada dua komponen dalam hidup yang bermakna : pengembangan diri (self-growth) dan kontribusi (contribution).

Lewat blog saya belajar tentang menulis yang efektif, memilih topik, menghargai waktu, dan banyak lagi. Sedangkan dari sisi kontribusi, saya berbagi dengan menuliskan pelajaran-pelajaran yang saya dapat dalam keseharian. Seperti yang dikatakan juga oleh Jeff Goins, ada kalanya apa yang menurut kita biasa, ternyata sesuatu buat orang lain.

Contohnya, apa sih susahnya transfer uang via mesin ATM? Tapi percaya nggak kalau nyatanya nggak semua orang lho, bisa nransfer pakai mesin ATM. Kebayang nggak kontribusi yang bisa kita berikan lewat blog ke orang-orang ini? Daripada mereka malu nanya, atau lebih parah, ditipu orang.

Siapa Audience Kita
Mengenal siapa audience kita ternyata penting buat blogger. Sederhananya, ngeblog itu semacam kita ngirim email, SMS, atau WA. Siapa penerima pesan itu pasti ngaruh ke bagaimana kita menulis, gaya bahasa yang digunakan, dll.

Saya belajar ini dari Kang Dewa waktu browsing tentang teknik copywriting. Kata Kang Dewa, copywriting memang penting, tapi ada yang lebih penting daripada copywriting, yaitu target market.

Sama halnya dengan ngeblog. Kita perlu tahu siapa target market alias audience dari blog kita. Apakah mahasiswa, ibu-ibu, atau purnawirawan TNI (nggak ada yang nggak mungkin kan).

Dulu? Boro-boro mikirin siapa audience, bisa ngeblog dengan konsisten aja udah untung.

Setelah tahu pentingnya mengetahui siapa audience dalam ngeblog, saya pun menentukan siapa audience blog saya. Untuk saat ini sih audience saya adalah blogger di group Facebook yang saya ikuti : Warung Blogger dan Blogger Crony.

Memahami Proses Ngeblog
Good writing is rewriting” – Joshua Field Millburn

Bagi seorang blogger, memiliki perencanaan adalah sebuah keharusan. Kapan mau ngeblog, mau nulis topik apa, bagaimana visualisasinya, itu perlu direncanakan dengan baik.

Masalah yang saya hadapi di awal ketika saya mulai membuat blog planning alias perencanaan blog, saya hanya berpatok pada berapa kali seminggu saya harus posting. Padahal, ada proses lain yang perlu dilakukan sebelum mempublikasikan tulisan. Alhasil, perencanaan yang saya buat hanya indah dipandang.

Beberapa proses yang perlu dilalui dan dijadikan pertimbangan buat ngatur waktu ngeblog antara lain :
•    Brainstorming ide
•    Memilih topik
•    Membuat outline
•    Menulis draft
•    Proofread & editing
•    Finishing (memilih gambar/ilustrasi, mengatur tata letak tulisan, dll)
•    Posting
•    Promosi

Dengan mengetahui proses-proses yang harus dilalui, kita bisa pasang target realistis, mau berapa kali posting per minggu. Ini penting apalagi buat yang punya aktivitas di luar ngeblog (mis : bisnis atau kerja). Lebih baik pasang target posting seminggu sekali tapi dilakukan, daripada punya target posting dua kali seminggu tapi nggak pernah dilakukan/ nggak konsisten.

Disiplin
“We are what we repeatedly do”

Setelah memahami proses, menentukan target frekuensi posting, dan menyusun rencana. Next thing to do, tidak lain dan tidak bukan adalah lakukan.

Kecuali kita menyewa jasa content writer, maka mau nggak mau, suka nggak suka, mood nggak mood, kita harus melakukan kerjanya. Apa kerjanya? Ya semua proses yang saya sebutin sebelumnya, itulah kerjanya.

Buat saya pribadi, waktu istirahat makan siang adalah waktunya ngeblog. Karena cuman itu waktu yang tersedia buat saya untuk ngurusin blog saya. Entah itu menulis draft, editing, atau menata tampilan blog saya. Dan karena saya sudah nentuin, ya saya jalani. Saya nggak punya waktu untuk nggak mood, now or never.


Kesimpulannya, membangun blog berkualitas perlu kesabaran, ketekunan, dan kecintaan terhadap apa yang kita lakukan. Eh, tambahan lagi, keyakinan bahwa apa yang kita lakukan ini adalah hal yang baik (minimal nggak bikin dosa lah), karena kita berbagi hal positif untuk orang lain. Ya kan? Dan namanya juga membangun sesuatu yang bagus, nggak bisa dong berharap sak det sak nyet tiba-tiba jadi.

Seperti halnya membangun rumah. Tentunya waktu, tenaga, dan biaya yang diperlukan untuk membangun rumah 1 lantai dan 2 lantai jelas beda kan?

Pertanyaannya sekarang, mau kita bikin seperti apa blog kita?

Keep blogging, keep contributing

Suka dengan tulisan saya? Subscribe untuk dapetin update terbaru dari saya.
Share:

8 comments:

  1. Menatap tahun 2018
    resolusi di tahun depan kita sama mas, keinginan untuk konsisten ngeblog lagi
    karena saya juga korban dari keganasan kesibukan yg melanda dan juga kemalasan.
    alhasil blog terbengkalai, tapi d tahun 2017 alhamdulillah blog mulai bangkit lagi dengan lembaran baru.

    untuk membangun blog yang berkualitas ini impian semua orang, yang terpenting konten kita mampu bermanfaat untuk para pembaca.

    Untuk target Audience saya sebenrnya ingin menyasar pasar remaja, namun untuk sekarang mungkin kembali lagi kita sama mas. Untuk para sahabat blogger blogger dulu.
    salam kenal mas
    KEEP SPIRITS AND DO THE BEST..Happy Blogging

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga tetep konsisten menghadirkan konten-konten berkualitas yang easy reading ya Mas.

      Delete
  2. Wah dari semua pembelajaran tentang blog. Saya paling stres belajar otak atik kode html n css template blog ama bljar SEO. Itu bkin puyeng buat saya yang emak rempong. Jdi susah nyari waktunya bljar bagian itu heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe...idem Bun. Saya juga lagi trial & error (banyak error-nya) pas ngutak atik css. Tapi nggak apa-apalah, sambil jalan disempurnain blog-nya biar makin eye-catching & easy reading.

      Tetep semangat ya Bun, makasih dan mampir :)

      Delete
  3. Saya sendiri mengawali dunia blogging tanpa tujuan yang jelas. Misiyua cuma 2, nulis dan sharing. Akhirnya terciptalah blog gado2, tanpa target audiens yang jelas, dan ga keliatan berkualitas.

    Saya lakukan hampir 6 tahunan, bukan saya sesali, melainkan bagian dari proses belajar.

    Sampai akhirnya ketika saya berkesempatan memiliki skill khusus dibidang finansial, akhirnya saya membuat blog baru yang membahas hal tersebut.

    Baru umur 2 bulan dengan 1 post/2 minggu. Frekuensi bukanlah masalah melainkan konsistensi yang lebih utama.

    Kurang lebih resolusi kita sama, menciptakan blog yang berkualitas, dan saya harapannya bisa dikenal sebagai blogger finansial.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepakat Mas. Gado-gadonya sih nggak masalah selama "rasanya enak" pasti banyak yang suka. Tapi ya rasa memang tergantung selera, dan selera orang satu sama lainnya ndak sama.

      Berhubung nggak semua orang (audience) suka gado-gado apalagi kalau itu bikinan saya, jadi saya mulai mengkhususkan siapa yang mau saya tawarin gado-gado saya. Mulai dari sesama "bakul gado-gado" kemudian we'll see what happen next.

      Hehehe...keep the spirit. 2018 tinggal hitungan hari. Mari sama-sama berkontribusi lewat karya-karya kita ya Mas. Makasih sudah mampir.

      Delete
  4. Ada yang bilang dalam ngeblog yang harus di perhatikan itu ada 3 hal. yakni 3 kon = 1.Konsisten 2.komitmen 3.Kontinyu. semoga yah semnagat terus nulisnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih...tetep semangat juga ya :)

      Delete

Silahkan tulis komentar, kritik, saran, atau opini kalian.

Subscribe to Minimalist Blogger via Email

Minimalist Blogger

Designed by Anders Norén