Menu

29 November 2017

Pengalaman Memulai Blog




Di awal ngeblog, seperti halnya banyak dilakukan oleh blogger pemula, saya mencari sebanyak mungkin informasi tentang bagaimana memulai blog yang baik dan benar. Mulai dari menentukan tujuan blog, memilih platform, cara membuat konten yang bagus, sampai bagaimana agar blog ramai pengunjung.


Namun, sedikit sekali informasi yang membahas tentang Personal Blog atau blog pribadi. Sebagian besar lebih banyak mengupas tentang blog sebagai media marketing dan bisnis. Walaupun memang, beberapa prinsip bisa diterapkan untuk blog pribadi.

Melalui tulisan ini, saya ingin membahas tentang blog pribadi, berdasarkan pengalaman saya. Mungkin tidak 100% tepat, tapi mudah-mudahan bisa jadi referensi buat teman-teman yang mau ngeblog, tapi bingung mulai dari mana, atau mau ngeblog tentang apa, bagaimana caranya, dan kebingungan lainnya. Saran saya, buat saja blog pribadi kalian.

Kenapa perlu punya blog pribadi?
Sebenarnya ada banyak manfaat memiliki blog pribadi. Namun saya pribadi punya 3 alasan utama dalam membuat blog pribadi.

1.    Media Berekspresi
Kalau ditanya, kenapa saya ngeblog, jawabannya adalah karena saya suka menulis. Dan saya menulis untuk dua hal, berkomunikasi dan berekspresi.

Menurut saya, blog, layaknya panggung bagi seorang musisi atau seniman merupakan sarana untuk mengekspresikan diri dan menyampaikan pesan-pesan mereka kepada penonton.

Kenapa blog, bukan media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, atau lainnya? Bukannya banyak tuh orang yang ekspresif sekali di media-media sosial itu.

Buat saya menulis di blog aias alias ngeblog, lebih fleksibel dibandingkan media sosial lainnya. Di blog, saya bisa bermain-main dengan fungsi dasar text formatting seperti bold, italic, underline, strikethrough, yang membuat tulisan saya lebih “hidup” Sehingga, saya bisa lebih ekspresif dalam mengkomunikasikan pesan atau ide saya kepada pembaca.

Selain itu, blog juga memberikan keleluasaan untuk mengatur layout tulisan saya, mengkombinasikan gambar dan tulisan agar pesan yang saya sampaikan dapat ditangkap dengan cepat.

2.    Membantu Orang Lain
Setiap orang memiliki ceritanya masing-masing dalam menjalani kehidupan. Kesuksesan, kegagalan, suka, duka, dan banyak lagi. Dari cerita keberhasilan “nembak” sang cewek, sampai susahnya nemu ART yang bahkan lebih susah daripada nemu jodoh.

Cerita-cerita yang kadang buat kita biasa saja, tapi ternyata bernilai tinggi untuk orang lain…we’ll never know.

Misalnya ketika anak kita batuk berdahak. Sebagai orang tua yang tidak suka obat, kita tahu cara yang lebih alami, dengan menggunakan sari bunga belimbing wuluh. Kemudian kita tuliskan cerita pengalaman kita dan cara mengolahnya jadi obat batuk berdahak.

Bisa jadi, pengalaman itu tidak istimewa buat kita, karena biasanya itu yang kita lakukan waktu anak batuk berdahak. Namun, cerita itu menjadi berarti ketika suatu hari nanti, ada orang tua lain yang juga anti obat, menemukan, membaca, dan mendapat manfaat dari postingan itu.

Write, starts from you, end up in others.

3.    Ibadah
Bukan hanya ngeblog sih, semua aktivitas yang kita niatkan ibadah, Insya Allah, dapat menambah pundi-pundi pahala kita.

Sebagai blogger siapa sih yang tidak suka kalau blognya banyak dikunjungi orang. Traffic tinggi, memotivasi seorang blogger untuk tetap ngeblog. Ironisnya, traffic juga lah yang memupus asa para blogger pemula untuk terus berkarya lewat blog mereka.

Saya pun mengalami hal ini. Ada kepuasan yang sangat besar ketika saya melihat grafik statistik pengunjung harian saya naik. Hal yang mendorong saya untuk terus ngeblog dan ngeblog, hampir tiap hari, dan melupakan satu hal penting, kualitas konten.

Saya terjebak dalam godaan mendapatkan traffic tinggi, yang membuat saya asal posting. Bahkan suatu waktu ketika saya baca ulang postingan saya, saya bertanya-tanya, “Kok bisa tulisan kayak gini, saya posting?”

Bukan hanya jelek, tapi juga tidak menambah nilai bagi orang yang baca (bahasa kerennya sih, nggak add value). Bahasanya acak-acakan, penulisan yang tidak runut membuat susah dipahami, benar-benar jelek.

Bagaimana nanti kalau di akherat saya ditanyai pertanggungjawaban saya terhadap postingan-postingan itu. Lebay? Sedikit, tapi kan memang semua yang kita lakukan di dunia, nanti akan dimintai pertanggungjawabannya di akherat.

Karenanya, saya berusaha merubah niat saya dalam ngeblog. Bukan lagi tentang jumlah pengunjung di blog saya, bukan tentang angka statistik, tapi tentang bagaimana saya memberi arti melalui tulisan-tulisan saya.

Saya hanya akan memposting tulisan terbaik saya, sekalipun tidak ada yang baca.

Write with your heart, publish with your head.

Jadi, apakah kamu akan mulai membuat blog pribadimu sekarang? Kalau iya, saya ingin menambahkan beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dalam membuat blog pribadi.

Membuat blog pribadimu sekarang

Saya tidak akan membahas tentang teknis membuat blog di sini. Karena, sudah banyak yang membahas itu, silahkan googling. Saya hanya akan berbagi hal-hal yang sebaiknya kamu perhatikan ketika kamu mulai membuat blog-mu, dari pengalaman saya sendiri.

1.    Memilih Platform
Di artikel-artikel yang pernah saya baca, baik lokal maupun luar, banyak orang merekomendasikan Wordpress sebagai platform blogging. Dengan segala kelebihan dan fitur-fitur personalisasi yang dimilikinya, Wordpress menjadi idola bagi para blogger internasional.

Saya sendiri lebih memilih Blogspot sebagai media blogging karena relatif lebih murah dan sederhana dibandingkan Wordpress. Maksudnya ketika saya mengkustomisasi domain saya dari primachandra.blogspot.com menjadi primachandra.com.

Biaya yang harus saya keluarkan untuk mengkustomisasi domain di Blogspot relatif lebih murah, karena saya hanya perlu membeli nama domainnya saja. Sedangkan di Wordpress, selain domain saya juga perlu membayar lebih untuk hosting.

Untuk nama domain www.primachandra.com, saya “hanya” perlu merogoh kocek sebesar 50 ribuan (promo dari jagoanhosting.com) dan domain itu sudah aktif selama setahun. Tahun depannya, saya akan dikenakan biaya sekitar 150 ribuan untuk biaya perpanjangan. Semoga yakin, tahun depan ada promo untuk biaya perpanjangan, hehehe.

2.    Menentukan Nama Domain
Bagaimana memilih nama domain bisa kalian baca di artikel ini. Saya pribadi saran, gunakan namamu sebagai nama domainmu. Walaupun kamu bisa saja menggunakan atribut tentang kamu (misal : primastuff.com, blogprima.com, dll), tapi sebaiknya kamu pakai nama kamu saja.

Alasannya supaya nanti kalau kamu bosan dengan topik yang itu-itu, atau passion kamu sudah berubah, kamu masih bisa menggunakan blog itu tanpa perlu takut nama dan isinya nggak pas.

3.    Mendesain Blog
Walaupun mendesain blog bisa dilakukan sambil jalan, tapi sebaiknya kamu luangkan waktu 1-2 jam untuk mendesain blogmu. Minimal, kamu punya bayangan, akan jadi seperti apa sih blog kamu nantinya. Coba main-main ke blog favoritmu, untuk mendapatkan ide.

Atau, kamu bisa ambil sebuah kertas kosong. Kemudian coba kamu gambarkan desain atau tampilan blog kamu. Apa saja yang akan kamu pasang di kolom menu, warna background yang kamu mau pakai, jenis layout seperti apa yang kamu inginkan, dan lainnya.

Kalau kamu nggak terlalu mahir dengan bahasa pemrograman seperti saya, cara ini cukup efektif. Karena, setidaknya kamu punya gambaran, bagaimana jadinya blog kamu nanti.

Template kamu bisa pakai standard Blogspot atau ambil dari beberapa situs penyedia template gratis seperti btemplates.com, mybloggerthemes.com atau gooyaabitemplates.com.

4.    Menentukan Kategori Tulisan
Menentukan jenis atau kategori tulisan juga merupakan hal yang cukup sulit buat saya. Saya pernah berkunjung ke sebuah blog yang kategorinya ada banyak, dan saya pribadi kurang suka. Karena terkesan semrawut dan penuh banget.

Dulu saya pun juga seperti itu. Pas nulis tentang produktivitas, saya buat label/kategori productivity, nulis tentang keluarga, saya buat label family. Nah, giliran nulis topik hybrid, alias topik yang bisa termasuk dalam beberapa kategori, saya mulai bingung. Pakai kategori yang mana, kalau bikin kategori baru, lama-lama jadi semrawut.

Akhirnya, daripada pusing, saya hanya membuat 2 kategori dalam blog saya, Bahasa dan English. Alasannya sederhana, hal paling umum yang bisa membedakan jenis tulisan saya adalah bahasa yang saya pakai. Topiknya bisa apa saja.

Memiliki blog pribadi memiliki banyak sekali manfaat selain yang sudah saya bahas di tulisan ini. Mulai dari Personal Branding, jurnal pribadi, sampai kalau mau berpikir lebih jauh blog pribadimu, cerita-ceritamu, adalah warisanmu untuk anak, cucu, dan generasi penerusmu kelak.

Sumber : www.mincko.com
Baiklah, sepertinya cukup sharing saya tentang membuat blog pribadi. Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat buat kamu yang lagi mikir-mikir untuk mulai ngeblog, atau sudah punya blog tapi sudah lama vacuum.

Kalau menurut kamu tulisan ini bermanfaat, jangan lupa share ya. Beritahu saya juga ide atau pendapat kamu di kolom komentar.

Share:

0 Tanggapan:

Post a Comment

Semua komentar masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.

Subscribe via Email

Minimal Blog

Designed by Anders Norén