Menu

08 January 2018

3 Pertanyaan Yang Wajib Ditanyakan Semua Penulis Sebelum Mulai Mengetik



Bagian sulit dari proses menulis adalah untuk mengkomunikasikan pesan kita secara jelas dan ringkas (kadang ada batasan pada jumlah kata atau karakter). Nggak mudah memang, tapi dibilang sulit ya nggak juga menurut saya. Lebih tepatnya sih,

Yup, nulis itu sederhana. Nggak sulit, tapi ya nggak gampang.

Saya bukan penulis terbaik di dunia, tapi ada beberapa hal yang saya pelajari tentang menulis yang bisa bantu kawan-kawan untuk menulis lebih baik. Entah itu nulis untuk update status di Facebook, nulis capti0n Instagram, nge-tweet, ngerjain tugas sekolah or kuliah, atau bahkan penulisan fiksi.

Dalam postingan kali ini, saya mau minta kawan-kawan menanyakan 3 hal, bahkan sebelum mulai nyalakan laptop atau handphone (yang biasa nulis via handphone), dan ngetik kata pertama,

1. The What Question
Pertama, yuk mulai dengan hasil akhir. Kalian mau nulis apa sih? Pesan apa yang kalian mau pembaca tangkap? Apa yang akan mereka pikirkan atau rasakan setelah selesai baca tulisanmu?

Clarity is power. 
Kejelasan adalah kekuatan.

Punya tujuan yang jelas soal apa yang kalian mau sampaikan di tulisanmu dapat membantu untuk meningkatkan efektivitas tulisan. Sesederhana, kalian tahu mau arah yang mau dituju dengan tulisan yang kamu buat.

Contoh postingan ini. Di sini apa yang saya coba komunikasikan adalah cara-cara untuk menulis dengan lebih baik. Saya mau kalian paham bahwa ada cara meningkatkan kemampuam menulis, dengan mengajukan 3 pertanyaan sederhana sebelum mulai nulis.

Kalau di akhir postingan ini, kalian nangkep pesan tersebut, artinya saya berhasil menulis secara efektif. Simpel kan.

2. The Why Question
Sebagai penulis, kita mau orang baca karya kita, dapat feedback, komentar, kritik, atau melihat pembaca membagikan tulisan kita ke teman-teman mereka. Itu membuat kita merasa bahagia, diapresiasi, dan dihormati. Setuju?

Saya pribadi percaya kalau tidak ada yang benar-benar gratis di dunia. Sekalipun mampir dan baca tulisan-tulisan di blog saya nggak perlu keluar uang sama sekali, tapi ada "biaya" lain yang pembaca saya harus bayar, yaitu waktu dan perhatian mereka. Berbeda dengan uang, saya nggak bisa ganti waktu yang mereka habiskan untuk mengunjungi blog saya. Karenanya, saya ingin menunjukkan penghormatan saya dengan menyajikan postingan yang layak untuk dibaca.

Tahu kenapa harus nulis dan kenapa orang perlu baca, akan membantumu nulis lebih baik, memilih kata-kata yang sederhana dan mudah dimengerti.

3. The How Question
Setelah tahu apa yang mau kamu komunikasikan dan kenapa perlu, kita sekarang masuk ke pertanyaan terakhir, bagaimana mengkomunikasikan pesanmu.

Luangkan waktu untuk memikirkan cara menyampaikan pesanmu. Jadi gini, menulis hanyalah sebuah alat komunikasi. Kamu nggak harus selalu nulis artikel yang puanjang. Mungkin kamu bisa mempertimbangkan untuk bermain-main dengan gambar, infografik, vlog, atau lainnya.

Kamu juga bisa nulis karya fiksi atau puisi. Apapun mungkin. Jangan menahan kreativitasmu dengan bereksperimen pada hal baru. Kita kan nggak pernah tahu, apa yang akan terjadi nanti,

Nah, saya rasa cukup sekian sharing saya sekarang. Semoga bermanfaat dan membantu kalian nulis lebih kreatif dan efektif. Ketemu lagi di postingan berikutnya. Pastikan kamu subscribe, biar nggak ketinggalan update terbaru saya.

Sampai ketemu lagi.

Share:

2 comments:

  1. saya kalau nulis lebih fokus ke What nya sih setelah itu baru why, sisanya mah ngalir aja bagaimana jari merangkai kata di komputer.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju Mbak Endah, emang penting banget tau di awal...tar tulisan kita tuh bakal jadi seperti apa sih.

      Soalnya, sering saya ngalamin "nggak keweton" maunya apa eh nulisnya apa. Jadi buru-buru direvisi, atau nggak, what-nya yang berubah (baca : diupdate).

      :)

      Delete

Semua komentar masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.

Subscribe via Email

Minimal Blog

Designed by Anders Norén