Jan 25, 2018

Dimarahin Atau Dicuekin, Pilih Mana?


2 hal yang pasti dialami semua orang : mati dan dimarahin

Kita semua yang hidup cukup lama (minimal 7 tahun), pasti pernah lah ngalamin dimarahin orang lain. Mulai dimarahin baik-baik, dicaci maki, sampai dipermalukan di depan banyak orang. Emm, yang terakhir sepertinya sedikit berlebihan. Tapi, apapun itu, semua pernah dimarahin kan?



Silahkan berhenti baca, kalau ada yang clean sheet dimarahin sampai detik ini. (emosi!)

Dimarahin itu salah satu resiko yang kita terima karena kita berhubungan dengan orang lain. Setuju nggak? Kalau kita nggak pernah berhubungan dengan orang, nggak mungkin lah kita bakalan dimarahin. Siapa yang bakal marah coba.

Kalau dari pengalaman saya, ada beberapa hal yang saya pelajari selama beberapa kali saya dimarahin orang lain. Tapi saya perlu bilang, kalau semua ini murni berdasarkan pengalaman pribadi saya. Jadi, kalau kamu punya pengalaman lain, boleh dong berbagi.

Dimarahin Adalah Bentuk Cinta
Nggak setuju nggak apa-apa, kan ini ceritanya pengalaman pribadi saya. Jadi sah-sah aja kok kalau ada yang beda pendapat maupun keyakinan hehehehe.

Walaupun saya nggak mungkir kalau dimarahin itu nggak enak, bikin bete, dan seringkali ngerusak mood. Tapi saya mesti jujur, ketika orang marah-marah ke saya, ngomel-ngomel karena kesalahan saya, sebenarnya mereka sedang menunjukkan cintanya pada saya.

Karena cintanya mereka itulah, mereka ngomel-ngomel. Supaya, saya menyadari kesalahan saya, belajar, dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Kalau mereka nggak cinta, nggak bakalan mereka capek-capek marah. Biarin aja ngglundhung.

Sumpek karena sedikit-sedikit dicerewetin? Saya kasih tahu ya, cerewet itu artinya peduli lho. Cerewet itu sebenarnya berasal dari bahasa Inggris Care (peduli) dan Wet (basah). Jadi orang cerewet itu, orang yang peduli. Makanya, sampai muncrat-muncrat dan bikin wet.

Dimarahin Itu Merupakan Proses Belajar
Sebagai manusia, sudah suratan takdir kalau kita nggak akan pernah never nggak bikin salah. Semua orang bikin salah. Tapi…nggak semua orang punya nyali untuk mengakui dan belajar dari kesalahannya.

Bikin salah terus dimarahin? Ya sudah terima saja. Lah wong emang salah.

Apa sih yang bisa kita pelajari ketika kita dimarahin? Banyak. Mulai belajar mengetahui mana yang benar dan salah, boleh dan tidak, belajar memahami orang lain (mis: apa yang bikin mereka marah, bagaimana cara mereka marah, sampai apa yang harus dilakukan biar nggak kena marah)., dan masih banyak lagi.

Belajar itu kan soal berubah. Yang namanya berubah, ya memang nggak enak, nggak nyaman. Salah satu bagian proses perubahan itu adalah dimarahin itu tadi.

Dimarahin Lebih Baik Daripada Dicuekin
Mungkin ini cuman terjadi pada diri saya. Tapi, 9 dari 10 orang yang saya kenal, kalau sampai memilih diam, tandanya mereka sudah lelah, dan habis kesabaran menghadapi tingkah polah saya. Artinya, kesalahan yang saya lakukan sudah sampai ke tahap fatal.

Entah karena kesalahan kecil yang berulang, atau sebuah kesalahan yang memang besar.

Bahkan buat saya pribadi, dalam berhubungan dengan orang lain, ada satu kata yang saya jaga bener-bener, jangan sampai terucap dari orang lain. Kata itu adalah terserah!

Sebuah indikator sederhana kalau level kesalahan yang saya buat, sudah berwarna merah.

KESIMPULANNYA…
Dimarahin adalah proses yang tidak bisa kita hindari selama kita berinteraksi dengan orang lain. Entah itu langsung maupun lewat media komunikasi seperti telepon, handphone, chatting, dll. Cara paling mudah supaya nggak dimarahin ya nggak usah berinteraksi dengan orang lain.

Kalau nggak bisa? Ya sudah, legowo saja. Terima kenyataan, dan beradaptasilah. Toh, kita ini diciptakan dengan kemampuan beradaptasi yang luar biasa kan.  

We are survivor by nature.

Paling penting untuk diingat, marah adalah salah satu cara untuk mengekspresikan cinta seseorang. Baik karena dasarnya dia pemarah, atau kitanya yang ‘menggemaskan’.


Sampai di sini dulu perjumpaan kita hari ini. Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat.

Kalau kamu suka dengan tulisan-tulisan saya, yuk subscribe biar dapat update terbaru saya, langsung ke email kamu. Mau like Facebook atau follow Instagram juga boleh.

Kita ketemu lagi di postingan selanjutnya. 
Bye for now and wish you have a nice day.
 
Share:

3 comments:

  1. Ngga 22nya ... hehehe.
    Kalo marahinnya alasannya ngga jelas, ya ngga suka.

    Tapi kalo memang aku yang salah, aku berani minta maaf.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha...idem. Masalahnya kadang-kadang nggak bisa milih 😂

      Delete
  2. Dimarahin itu nggak enak sih, tapi kalau dicuekin lebih nggak enak lagi. Milih dimarahin dan dicerewetin deh. 😂😂

    ReplyDelete

Semua komentar masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.