Menu

16 January 2018

Apa Untungnya Baca Tulisanmu?


Semua penulis ingin tulisannya dibaca.

Entah itu lewat blog, media sosial, surat kabar, kompetisi-kompetisi, atau pun media lainnya. Mengetahui bahwa apa yang mereka tulis menyentuh banyak orang, menggerakkan mereka, membuat orang "mendengar" pesan yang ingin mereka sampaikan, adalah sebuah penghargaan bagi setiap penulis. Setuju?

Saya pun tak jauh berbeda. Saya membuat blog pun juga berharap tulisan-tulisan, pesan, dan cerita yang saya tuangkan di sini, dibaca. 

Hal itu yang membuat saya bergabung dengan beberapa grup kepenulisan dan blogging di Facebook. Saya membuat grup-grup tersebut sebagai tempat untuk berbagi cerita-cerita saya.

Berbagi. Hmm...kalau dibilang ingin berbagi, sebenarnya tak sepenuhnya benar. Karena yang saya inginkan adalah orang membaca tulisan saya. Kalau tidak, kenapa mesti repot-repot mempublikasikannya kan?

Saya belajar kalau sebagai penulis, saya perlu mau 'repot' untuk memahami, apa yang pembaca saya mau. Saya perlu melihat dari sudut pandang mereka. Saya harus mau melepas keegoisan saya. 

Satu hal yang selalu saya tanyakan ke diri saya sendiri sebelum mempublikasikan tulisan saya adalah, "Kenapa mereka perlu baca?"

Dan, tentu saja jawaban dari pertanyaan itu bukan untuk menyenangkan saya. Bukan pula supaya saya mau 'membalas kebaikan' mereka dengan berkunjung ke blog mereka. Melainkan, bagaimana mereka mendapat pengetahuan baru, ide, maupun inspirasi untuk melakukan sesuatu secara berbeda. 

Kenapa?

Karena saya mengerti, mereka sudah 'berbaik hati' meluangkan waktu dan perhatiannya membaca tulisan saya. Artinya, saya harus membalas kebaikan mereka dengan cara :
1. Menyuguhkan konten yang baik
2. Membuatnya mudah dibaca

Itu adalah cara saya menghormati para pembaca saya. Tentunya setiap orang memiliki caranya sendiri-sendiri. 

Bagaimana dengan kamu?

Apa yang kamu lakukan untuk menghormati pembaca yang membaca karya-karyamu? Maukah kamu berbagi dengan saya melalui kolom komentar?

Share:

0 Tanggapan:

Post a Comment

Silahkan tulis komentar, kritik, saran, atau opini kalian.

Subscribe to Minimalist Blogger via Email

Minimalist Blogger

Designed by Anders Norén