Feb 8, 2018

Alasan Saya Tidak Menulis Di Microsoft Word


Tidak terasa sudah hampir setahun sejak saya mulai ngeblog. Beberapa postingan fiksi dan non-fiksi sudah pernah saya publikasikan di blog ini. Beberapa banyak yang respon, tapi ada juga yang jangankan dikomentari, dibaca aja enggak.

Tapi ya sudah lah. Setiap orang punya seleranya masing-masing. Mungkin mereka hanya tidak sedang mencari topik tersebut.

Ngomong-ngomong soal ngeblog, di awal ngeblog dulu saya lebih banyak nulis, ngedit, dan posting menggunakan handphone android. Hampir 90% tulisan saya dibuat melalui aplikasi menulis yang bisa ditemukan di Play Store. Mulai Jotterpad, Writer Plus, Power Writer, sampai Ia Writer. Selain beragam aplikasi menulis itu, beberapa aplikasi blog pun pernah saya coba. Mulai aplikasi resmi Blogger, Blog It, Blogger Pro, sampai Tumblr.

Akhir-akhir ini, terutama sejak handphone saya yang lama mendadak mati tanpa sempat bikin surat wasiat, aktivitas menulis kembali saya lakukan lewat PC dan Laptop. Waktu jam istirahat makan siang maupun malam hari ketika istri dan anak sudah tertidur.

Soal aplikasi/software menulis di komputer, tentunya kita sudah tidak asing dengan Microsoft Word. Aplikasi bawaan untuk komputer berbasis Microsoft.

Saya pribadi tidak suka menggunakan aplikasi ini sebagai media menulis saya. Ada beberapa hal dari program ini, yang buat saya membuat proses menulis jadi tidak maksimal.

1. Formatting Text
Sebagai seorang perfeksionis, saya punya kecenderungan untuk membuat segalanya sempurna dari awal. Pun demikian dengan menulis. Saya mau dari awal tulisan saya sudah tampak bagus, dari sisi font, margin, spasi, dll.

Kemudahan akses dalam mengatur tampilan tulisan di Microsoft Word ini ternyata menjadi bumerang buat saya. Alih-alih fokus menulis dan menulis, waktu saya justru habis untuk 'menata' tampilan tulisan saya. Wah font-nya nggak cocok nih, ganti font-nya. Pilah-pilih font yang paling sesuai, tanpa terasa 20 menit berlalu dengan cepat. Namun, tak satu huruf pun yang berhasil dibuat.

Salah satu cara mengakali ini adalah dengan membuat file template. Maksudnya, saya siapkan semua dari font, margin, dsb. Lalu saya simpan dan saya jadikan file itu sebagai template menulis. Selanjutnya tinggal 'save as' sebagai file baru.

2. Mendadak Hang
Entah faktor usia komputer yang terlampau 'oldies' tapi saya sering mengalami momen di mana komputer tiba-tiba mengeluarkan suara yang sangat keras dan biasanya disusul dengan Microsoft Word yang tiba-tiba nge-reset. Padahal posisi saya lagi asyik nulis, ide berlimpah ruah, tapi terpaksa dongkol sendiri menghadapi kenyataan yang ada.

Solusi yang biasa saya lakukan adalah setiap 5 menit sekali saya harus menekan kombinasi tombol Ctrl dan S alias save.

3. Masalah Dalam Penyalinan
Alasan terakhir yang membuat saya kapok nulis di Microsoft Word adalah ketika saya mau copas draft tulisan saya ke Blogger (lewat browser). 

Apa yang terjadi? Semua format teks yang saya salin ke Blogger berubah mengikuti format draft dari Microsoft Word. Jadi kalau di Microsoft Word format draft saya buat dengan font Arial 10 dan jarak spasi 2, maka format tersebut pula yang tersalin seluruhnya di Blogger. 

Jadi walaupun saya men-set default font Blog saya ke Playfair Display (18px), ketika saya salin di Blogger, format font-nya tetap sama (Arial 10, spasi 2).

Sedihnya di situ.

Berpaling ke Yang Lain
Alasan-alasan itulah yang membuat saya harus berpaling dari Microsoft Word ke aplikasi lain. Dan pilihan saya jatuh kepada 3 aplikasi ini :

Notepad
Aplikasi bawaan pabrik yang sangat membantu proses penulisan menjadi lebih efektif. Tanpa ada godaan untuk merubah-rubah font, spasi, dll.

Hanya menulis. Titik.

Memang, tanpa adanya opsi text fomatting, tulisan kita jadi terkesan hambar, biasa-biasa. Tapi kabar baiknya, kita bisa habiskan waktu lebih banyak di proses menulis bukan proses lain.

Word Pad
Bosan dengan notepad yang tidak menarik. Kita beralih ke perangkap berikutnya, Word Pad.

Saya pribadi mengatakan, Word Pad ini ibarat miniaturnya Microsoft Word. Memiliki opsi format tekt dan yang paling penting, ringan.

Aplikasi inilah yang kini sering saya gunakan untuk menulis di komputer kantor saat jeda makan siang

Tidak sempurna memang, terutama proses penyalinan ke Blogger. Kebalikannya Microsof Word yang memaksakan seluruh formatnya di Blogger. Word Pad malah ngikut format Blogger.

Akhirnya ada proses tambahan, yaitu menformat ulang draft yang ada di Blogger. Namun, tak apa...karena sekalian diedit sebelum akhirnya dipublikasikan.

Focuswriter
Ini adalah aplikasi yang sifatnya open source. Maka tak sulit untuk mencari dan men-downllad aplikasi ini di dunia maya.

Output Focuswriter mirip dengan Notepad dengan proses kerja seperti Word Pad.

Mungkin lain waktu kita akan kupas sedikit tentang apa itu Focuswriter. Kamu sendiri, aplikasi apa yang kamu pakai buat nulis draft-draft-mu?

Share:

14 comments:

  1. Saya pakai Evernote mas, free, dan bisa diakses dengan hp atau browser #bukanendorse :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pernah nyoba...tapi gagal paham terus sama cara kerjanya evernote. Maybe next time perlu eksplorasi lagi.

      Delete
  2. Iya nih saya beberapa kali ngetik draft di word pas dipindah ke blog kacau semua jadinya. Udah diedit-edit hurufnya tetap nggak mau kecuali edit di htmlnya. Tapi kalau buat kerja saya tetap pakai word sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mbak....itu yang bikin 😣😣😣

      Delete
  3. Saya setia sama Word krna mudah mendeteksi segalanya hehehe

    ReplyDelete
  4. Saya lebih sering ngedraft di aplikasi blog di hp, kalo buka laptop langsung ke browser.

    Sekarang nyoba pake notebook by zoho buat mapping ide.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Notebook by Zoho? Coba tar saya browsing...thanks ya infonya.

      Delete
  5. Dan saya pun menyerah pakai word. Sekarang dunia di ujung jempol. Pakai hp, langsung di blog. Tulis, tuli, atur paragraf, cetak miring or bold. Selesai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pakai aplikasi apa Bun? Blogger, Blog It, atau Blogger Pro?

      Delete
  6. wah, bisa jadi referensi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, semoga bermanfaat 😉

      Delete
  7. Sebenernya enakan di blogspot langsung sih, kalau notepad nanti masih edit lagi ketika mau pakai bold atau ilatic.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, tapi bisa dianggep proses itu sebagai proses editing & proofreading sebelum kita publish 😊

      Delete

Semua komentar masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.