Feb 6, 2018

Balada Sang Penulis


Awalnya, saya tidak pernah terpikir sama sekali kalau menulis akan jadi aktivitas yang saya sukai. Bahkan, saya bisa bilang kalau saat ini, menulis adalah passion saya.

Bagi saya, passion adalah soal kecintaan kita terhadap apa yang kita lakukan. Dan seperti halnya cinta, tentu saja cinta itu penuh warna dan juga rasa. Kadang manis, kadang pahit. Hari ini putih, besok hitam (kadang abu-abu, pink, hijau, sampai kombinasi semua warna).

Sama halnya dengan menulis. Nggak selalu yang namanya menulis itu menyenangkan. Kadang menyebalkan, kadang memuakkan. Bagaimana tidak, sudah menghabiskan berjam-jam di depan layar (atau kertas), tapi tak satu pun huruf yang tertulis. Sekalinya nulis, langsung dihapus. Nulis lagi, hapus lagi, dan lagi. dan lagi.

Rasanya mau marah melihat garis tegak lurus itu berkedip-kedip, tanpa ada satu pun huruf di belakangnya. Garis yang seolah mengolok-olok ketidakmampuan kita merangkai kata demi kata. Tanpa lelah ia terus berkedip.

Terdorong perasaan terhina, akhirnya jari-jari itu pun memulai pertarungannya dengan papan ketik. Dentuman yang dihasilkan dari peraduan dua zat beda materi itu pun nyaring terdengar. Di layar, tampak perlombaan antara huruf dan si garis. Huruf-huruf baru bermunculan mendorong dan memojokkan si garis ke ujung layar. Kemudian sukses memaksanya turun sebaris. Namun tanpa ampun, untaian huruf dan kata terus memaksa si garis terdorong jauh sampai ke ujung layar lagi, dan turun lagi ke baris berikutnya, dan terus berulang.

Si garis atau yang terkenal dengan nama Kursor itu kini terengah-engah. Ia tak lagi mampu menertawakan sang penulis yang penuh ide di kepalanya.

Penulis berada di atas angin. Namun, ia menyadari bahwa waktunya untuk mengakhiri pertempuran itu. Ia tahu betul, kalau tidaklah bijak untuk meluapkan semua ide dan kreativitasnya hanya demi mengalahkan si Kursor. Karena pertempuran sebenarnya, adalah dengan dirinya sendiri.

***

Ini adalah contoh tulisan ngelantur tapi nggelambyar. Niatnya nulis apa, jadinya nulis apa. Buat teman-teman ODOP batch 5 yang kebetulan mampir di postingan ini, tolong jadikan pelajaran. Buatlah rencana sebelum menulis dan tuliskanlah yang sudah kalian rencanakan itu.

Last but not least, semoga tulisan sederhana ini menghibur (karena sepertinya tak terlalu banyak manfaatnya). Tetap semangat dan terus konsisten nulis.

#OneDayOnePost
#odopbatch5
Bagikan:

2 comments:

  1. Saya juga sering begitu...:)
    Yang sulit memang memulainya.Kalau sudah di tengah biasanya sudah lancar lagi,he he..:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe....tapi nggak boleh lupa kapan harus berhenti juga lho bu 😁

      Delete

Semua komentar masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.