Menu

17 February 2018

Nulis Esai?


Kalau mendengar kata 'penulis' hal pertama yang tergambar dalam pikiran saya adalah orang-orang seperti JK Rowling atau Raditya Dika. Yaitu mereka yang memilih genre fiksi sebagai 'jalan hidup'.


Karenanya, sejak saya menemukan passion menulis dan mulai menulis sejak 2014, dan bermimpi untuk menjadi seorang penulis, saya belajar menulis fiksi. Cerpen merupakan jalur yang saya pilih ketika itu. Saya merasa lebih nyaman mengarang cerita daripada menulis fiksi jenis lain seperti puisi atau pantun.

Namun, mungkin karena pada dasarnya 'passion'-nya bukan menulis fiksi. Saya mulai meninggalkan dunia ini, dan kembali ke jalur non-fiksi (waktu itu arahnya lebih ke penulisan jurnalistik).

Di kelas ODOP5 semalam, kami belajar tentang satu genre penulisan non-fiksi yaitu esai.

Mendengar kata esai, pikiran saya langsung teringat masa-masa penuh keringat, air mata, dan cucuran darah untuk menyelesaikan buku pertama saya, skripsi.

Sebuah tulisan berbasis data, fakta, dan riset. Setidaknya itu yang ada di kepala saya.

Ternyata saya nggak salah, walaupun nggak bener juga. Ada hal lain dalam penulisan esai yang cukup asik dan menarik untuk dipelajari (baca : eksperimen) lebih dalam.

Kenapa menulis esai menarik? Karena di dalam esai, saya menuliskan tentang opini saya terhadap suatu topik. Memang ada data dan fakta yang digunakan untuk menguatkan opini saya. Namun, nggak seruwet nulis riset. Terlebih bila jenis esai yang ditulis adalah esai populer. 

Dengan sedikit bantuan teknologi, saya bisa dengan mudah mensitat sumber pendukung opini saya dengan metode 'backlink'. 

Menulis esai? Hmm...seperti apa ya kira-kira nanti.


Tertarik untuk menulis esai? Boleh dong share sumber-sumber tentang menulis esai. Biar bisa sama-sama belajar.

Sekian dulu untuk hari ini. Kita ketemu lagi di postingan berikutnya. Tetap sehat dan semangat berkarya menabur kebaikan dan manfaat ya kawan.
Share:

0 Tanggapan:

Post a Comment

Semua komentar masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.

Subscribe via Email

Minimal Blog

Designed by Anders Norén