Feb 15, 2018

Nulis Tiap Hari? Bisa Kok...



Tanpa terasa sudah memasuki pekan keempat program One Day One Post batch 5 (ODOP5) ini berjalan. Artinya, minimal semua peserta ODOP5, yang konsisten menulis setiap hari, sudah memposting 20-an tulisan di blog masing-masing. Fiksi, non-fiksi, maupun tantangan mingguan dari Penanggung Jawab.

Susah nggak sih nulis tiap hari? Hmm.
.susah sih iya, dibilang mudah ya...nggak juga. Jadi? Ya memang susah. 


Tapi tenang masih susah kok, bukan mustahil. Bisa dilakukan, tapi memang, perlu strategi dan effort lebih dari biasanya. 

Di postingan kali ini, saya mau share saja apa yang saya lakukan supaya bisa konsisten nulis tiap hari. Minimal 90% lah, mengingat ada beberapa hutang tulisan yang harus dibayar karena satu dan lain hal.

Tapi sebelum kita bahas cara, saya mau singgung sedikit tentang kenapanya dulu. Karena saya percaya kenapa itu lebih penting daripada bagaimana.

Menulis adalah gabungan seni dan ilmu pengetahuan. Diperlukan kepekaan dan keterampilan yang terasah dengan baik melalui latihan yang teratur. Karena unsur ilmu itu, menulis yang baik itu bisa dipelajari

Ibarat otot deh, semakin sering kita latih atau gunakan tentunya semakin baik bentuk, fungsi, dan kekuatannya kan. Bayangkan kalau otot itu kita anggurin, nggak pernah dipakai maupun dilatih. Perlahan tapi pasti akan menurun kualitasnya kan? Lama-lama jadi kendor. Kalau bahasa Jermannya itu, 'ngglembret'.

Sama halnya dengan menulis. Di awal menulis, saya membutuhkan lebih dari sejam untuk membuat tulisan sebanyak 500 kata. Namun, semakin sering saya menulis, kecepatan saya meningkat. Paling lama 45 menit, untuk menulis 500 kata. 

Buat saya, itulah manfaat dari menulis setiap hari.

Okay, lalu bagaimana caranya bisa menjaga  konsistensi nulis? 

Saya tidak akan ngajarin apapun di sini, hanya sebatas berbagi tentang apa yang saya lakukan. Jangan ditelan mentah-mentah walaupun tak ada salahnya dicoba. Mungkin cara-cara ini berhasil juga buat kamu.

Bagaimana Saya  Menjaga Konsistensi Menulis Setiap Hari

#1. Nggak Usah Bingung Mau Nulis Apa
Awal-awal saya menerapkan konsep ODOP, saya sering mentok dengan yang namanya ide tulisan. Mau nulis apa ya besok. Pernah ngalamin juga?

Gimana rasanya ketika nggak punya ide mau nulis apa? Stres, marah, sedih. Semakin dipikirin, semakin nggak keluar idenya. Betul?

Karena nggak sanggup menahan tekanan seperti itu, saya mencoba melakukan pendekatan yang berbeda. 

Saya ingat pernah membaca sebuah ebook berjudul Published, karya Chandler Bolt. Di situ, Chandler mengatakan bahwa alasan yang paling sering orang tak kunjung mulai menulis adalah mereka tidak tahu harus menulis apa. Ironisnya, mereka sebenarnya punya segudang cerita yang siap dituliskan. Bahkan dalam diri setiap orang, ada 4-5 buku yang siap untuk ditulis. 

Daripada bingung mau nulis apa, coba pertanyaannya dirubah menjadi, 'mau cerita apa ya'.

Asumsikan kita ini sebagai seorang storyteller, bukan penulis. Toh kita kan memang sedang bercerita. Saat ini saya sedang bercerita bagaimana saya menjaga konsistensi menulis. Hanya saja cerita ini saya sampaikan lewat tulisan, bukan verbal. Kan gitu. 

#2. Nggak Usah Bingung Proses
Saya ini orang yang perfeksionis dan kreatif. Sangking perfeksionisnya saya mau segalanya berjalan dengan benar dari awal sampai akhir. Sangking kreatifnya, saya selalu berusaha mencari cara terbaik, aplikasi paling sip untuk menulis.

Hasilnya, saya nggak nulis-nulis.

Kemudian saya merubah cara nulis saya. Dulu proses saya sangat panjang dan kompleks. Alasannya (atau lebih tepatnya, 'alesan') adalah demi kualitas tulisan. 

Namun, mengingat hasil yang saya dapat nggak sesuai dengan effort yang saya keluarkan, saya terpaksa harus berubah. Prosss-proses yang menurut saya nice to have saya pangkas habis. Dan, proses nulis saya kerucutkan menjadi :
1. Drafting
2. Editing
3. Finishing
4. Publish & Promote

Untuk aplikasi pun saya lakukan hal serupa. Dulu saya punya lebih dari 4 aplikasi buat nulis thok ditambah 2 lagi untuk blogging. Nggak penting toh? 

Sekarang aplikasi yang tersisa tinggal :
1. Simplenote untuk membuat draft
2. Blog It untuk editing, finishing, dan publish
3. Facebook lite untuk promosi konten

#3. Tentukan Waktu Untuk Menulis
Secepat-cepatnya saya menulis 500 kata, tetap saja menulis itu perlu waktu. Artinya, saya perlu dengan sengaja meluangkan waktu untuk menulis. Jangan pernah berharap punya waktu luang kalau nggak mau ngeluangin.

Berhubung saya juga punya aktivitas lain yang memakan waktu dan fokus saya, maka saya harus sangat bijak membagi waktu. Dan saya lihat, setidaknya ada tiga waktu luang yang bisa saya gunakan untuk menulis: (1) malam setelah istri dan anak tidur, (2 ) pagi setelah sholat shubuh, dan (3) siang pas istrahat makan siang.

Nggak banyak memang waktu yang ada di tiap momen itu. Karenanya saya harus memanfaatkan dengan efektif.

#4. Menulislah
Sebaik-baiknya rencana adalah yang dilakukan. Nah, kebetulan di handphone saya belum ada aplikasi untuk nulis otomatis. Jadi setelah saya menentukan ide dan strategi menulis, *next thing to do* tak lain dan tak bukan adalah mulai menulis.


Saya kini lebih banyak menggunakan handphone untuk menulis sampai mem-publish tulisan saya. Bukan yang ideal memang, tapi so far it works.

Saya rasa cukup sharing saya kali ini. Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat dan membantu kawan-kawan untuk menulis lebih efektif, efisien, dan yang paling penting konsisten nulis tiap hari.

Kita ketemu lagi di postingan lainnya. Kalau menurut kamu tulisan-tulisan saya bermanfaat, boleh kok subscribe blog ini atau follow lewat Facebook dan Instagram.

Jangan kuatir, kamu boleh unsubscribe dan unfollow kapanpun kok.


Bagikan:

4 comments:

  1. Suka sama tulisannya apalagi kata "sulit tapi gak mustahil kamu bisa"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you feedback-nya.
      Tetep semangat nulis ya 😊

      Delete
  2. iya sekarang nulis yang ringan aja 500 kata udah bikin rileks. makasih mas prima masukkannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Senang kalau sharing ini bermanfaat, walaupun nggak berasa kasih masukan apapun sih 😅

      Delete

Semua komentar masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.