Menu

24 February 2018

Pengalaman Ngeblog Di Medium


Beberapa waktu setelah mulai cukup aktif ngeblog di Blogger. Tanpa sengaja saya ketemu dengan sebuah platform blogging bernama Medium.com. Bukan dari web aslinya, tapi lewat Play Store di android.

Saya nggak tahu apa itu Medium awalnya, bahkan sampai sekarang pun saya nggak terlalu paham apa itu Medium. Yang saya tahu, Medium merupakan sebuah platform blogging seperti Tumblr, Wordpress, atau pun Blogger.

Penasaran, saya pun coba bikin akun di platform ini.

Secara umum, info dari Wikipedia, Medium adalah platform besutan Evan Williams co-founder Twitter. Idenya, ia ingin membuat sebuah media yang memungkinkan si pemilik akun membuat postingan lebih dari 140 karakter.

Seiring berjalannya waktu, Medium menjadi pilihan bagi penulis profesional maupun personal untuk mempublikasikan karya mereka. Dengan jumlah 'penghuni' yang dimilikinya, kemungkinan sebuah tulisan dijangkau oleh banyak pembaca semakin besar. 

Buat saya pribadi, alasan saya membuat akun di Medium bisa dibilang naif. Ya, hanya karena tampilan minimalis dan jauh dari kesan ribet, saya bikin akun dan coba-coba ngeblog di Medium. Padahal, saya sudah punya blog.

Namun, dari pengalaman ngeblog di Medium itulah saya jadi punya gambaran, mau saya buat seperti apa sih tampilan blog saya. Saya benar-benar terpana dengan tampilan clean ala Medium, berlatar putih, dan tak terlalu banyak opsi untuk mengatur tata letak gambar selain landscape, menyuguhkan pengalaman membaca blog dengan nyaman. 

Saya terpikir untuk mengadopsi tampilan tersebut ke blog ini. Pilihannya ada dua, buat dari nol atau cari template 'siap saji' yang bisa kita dapat di beberapa situs seperti btemplates atau gooyabi. Dengan mempertimbangkan effort dan waktu yang cukup lama kalau saya membuat dari awal, akhirnya menu cepat saji jadi pilihan saya. Toh nantinya tinggal dikustomisasi dikit-dikit.

Pilah-pilih tema, pilihan saya jatuh ke tema Write Simple



Saat ini, aktivitas ngeblog banyak saya lakukan di blog ini. Namun, beberapa kali saya juga ngeblog di Medium, terutama untuk postingan-postingan  berbahasa Inggris. Buat saya, blog ini tetap platform utama saya. Sedangkan Medium merupakan media yang saya gunakan untuk mempromosikan  tulisan saya.

Beberapa waktu lalu, seorang kawan pernah cerita tentang niatnya membuat blog. Sebagaimana halnya saya dulu, alasannya ngeblog adalah karena hobi nulis. Jadi waktu dia minta pendapat saya, saya sarankan ia untuk mulai ngeblog di Medium. Karena ia hanya hobi nulis. Daripada buang waktu bikin blog di Wordpress atau Blogger di mana kita perlu juga mempertimbangkan tampilan blog, kan mending pakai Medium, sekali bikin akun sudah bisa mulai nulis. Atau Kompasiana, sebuah media blogging buatan negeri sendiri.

Jadi, apa kamu tertarik menjajal Medium sebagai media blogging-mu?

Share:

0 Tanggapan:

Post a Comment

Silahkan tulis komentar, kritik, saran, atau opini kalian.

Subscribe to Minimalist Blogger via Email

Minimalist Blogger

Designed by Anders Norén