Menu

19 March 2018

Blog Post Checklist : Cek Sebelum Posting


Gimana caranya supaya tulisan yang sudah capek-capek kita buat itu bagus dan terbaca? Salah satu caranya adalah dengan memiliki checklist, setidaknya itu yang saya lakukan selama ini.


Write with your heart, rewrite with your head


Joshua Field Millburn, blogger dan minimalis pernah ngomong di salah satu podcast-nya bahwa good writing is rewriting. Artinya tulisan yang baik itu adalah tulisan yang ditulis ulang.

Maksudnya, kita sebagai penulis (buku, blog, konten, dll) dalam membuat tulisan yang baik sebaiknya jangan nulis lalu publish. Tapi luangkan waktu sebentar untuk membaca ulang tulisan kita. Cek penulisannya, susunan kalimat, typo, dan yang tak kalah penting readibility atau kemudahan tulisan kita untuk dibaca.

Jangan sampai tulisan kita yang (walaupun isinya berkualitas) nggak terbaca gara-gara 'penampilan'-nya nggak menarik.

Untuk menghindari itu, saya gunkan blogpost checklist. Nah apa saja yang ada di checklist saya? Berikut detailnya.

1. Tahu apa pesan yang mau disampaikan
Mulai dengan hasil akhir, kata Stephen Covey di bukunya 7 Kebiasaan Orang Efektif.

Pun demikan dalam menulis. Setiap tulisan yang kita buat pasti memiliki pesan yang ingin kita sampaikan, yang membuat pembaca berpikir, merasa, dan melakukan sesuatu setelah selesai membaca tulisan kita.

Pertanyaannya, kita sebagai penulis sudah tahu kah apa yang kita harapkan dari pembaca begitu mereka selesai membaca postingan kita?

Apakah kita mau mereka merubah cara berpikir mereka, membagikan postingan kita, atau apapun itu, paling penting kita sebagai penulis punya gambaran jelas apa mau kita.

Kalau kita yang nulis aja nggak tahu, gimana nasib pembaca?

2. Pastikan pesan tersampaikan dengan jelas
Salah satu blogger favorit saya, Jeff Goins, pernah bilang, "Its better to be clear than to be perfect".

Sederhananya, mending jelas daripada sempurna. Yang saya tangkap sih, walaupun bahasanya acak adut tapi ketika pesan yang mau kita sampaikan tertangkap dengan jelas oleh pembaca, maka itu sudah cukup.

Karenanya, pastikan bahasa yang kita gunakan mudah dipahami. Nggak usah banyak gaya pake bahasa tingkat dewa. Yang baca lho nggak cuma Dewa.

3. Bermanfaat
Kalau ini tergantung value masing-masing sih. Kebetulan saya termasuk golongan orang yang berharap setiap tulisan yang saya posting bisa membantu orang lain.

Saya memang nggak expert di banyak hal tapi saya punya pengalaman berhasil dan gagal. Jadi apa salahnya kalau saya bagikan cerita saya.

4. Readibility
Salah satu hal yang juga saya perhatikan dalam membuat sebuah tulisan adalah kemudahannya untuk dibaca.

Cara sederhana yang saya lakukan adalah, (1) menggunakan ilustrasi/gambar, (2) membatasi jumlah kalimat maksimal 3 dalam satu paragraf, (3) memberi 'jeda' setiap 3 paragraf...bisa dengan gambar, quotes, atau sekedar tiga bintang.




Nah, itu adalah beberapa poin yang ada di checklist saya. Setiap kali saya selesai nulis, saya buka cheklist itu sambil baca ulang draft yang sudah saya buat tadi.

Kalau semua sudah ok, saya posting dan tak lupa woro-woro ke beberapa grup Facebook.

Share:

8 comments:

  1. Yip, betul, gue selalu mengecek beberapa hal sebelum di posting. Tapi kalau untuk pesan, gue nggak begitu mikirin sih karena memang tujuannya untuk curhat. Ya, syukur-syukur kalau pembaca bisa mengambil pesan dari beberapa tulisan gue itu. Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha...semoga curhatannya bermanfaat ya ๐Ÿ˜

      Delete
  2. Kalo saya sering kelolosan mas...mungkin terlalu lelah bikin artikel.. tapi masih banyak cara untuk memperbaikinya :) thx saran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga sering, makanya saya bikin ceklist sederhana gini...biar lebih gampang ngeceknya

      Delete
  3. Kalau saya abis writing, cek, publish, cek, edit, cek, baru bisa lega,, soalnya gag pede klo ditinggalin tanpa triple cek

    ReplyDelete
  4. Nah ini dia yang sebenarnya gampang tapi susah dipraktekan oleh saya, eniwey trimakasi sudah diingatkan

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Semua komentar masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.

Subscribe via Email

Minimal Blog

Designed by Anders Norén