Mar 4, 2018

Kalau Capek, Istirahat Aja




Nggak terasa program One Day One Post batch 5 (ODOP5) sudah memasuki pekan-pekan akhir. Artinya hampir tiap hari saya nulis dan posting di blog ini.

Beberapa hari yang lalu, iseng-iseng ngecek, udah berapa postingan sih yang saya bikin. Dan waw, di bulan Februari, saya berhasil menelurkan 31 postingan. 

Nggak kebayang sebelumnya kalau saya bisa ngeposting sebanyak itu dalam sebulan.

Nah, tapi ibarat lomba lari 10K. Akan ada masanya, entah di Km keberapa seorang pelari merasa kelelahan. Sebagian di seperempat awal, ada yang di pertengahan, ada juga yang menjelang finish. 

Nulis dan posting saban hari di ODOP5 ini mirip seperti lomba lari 10K. Ada lah perasaan capek, pengen nyerah, mutung, karena tenaga dan pikiran yang 'tereksploitasi' tiap hari buat nulis. 

Setiap hari harus rajin nyari ide tulisan yang rasanya makin menipis. Sangking nggak ada idenya, akhirnya yang ditulis pun tentang bagaimana rasanya kehabisan ide.

Saya capek. 

Gimana nggak capek, lah wong tiap hari nulis terus. Sangking capeknya saya kadang nggak peduli lagi apakah tulisan yang saya buat itu bagus apa nggak. Yang penting udah selesai nulis, habis perkara.

Saya nggak ngedit atau nge-proofread tulisan saya. Pokoknya posting. Kualitas nomer sekian. 

Agak ironis miris memang kalau mengingat tujuan saya ngeblog adalah berbagi kebaikan lewat tulisan. Boro-boro mikirin berbagi kebaikan, bisa posting aja udah sukur.

"Perjalanan ini, terasa sangat menyedihkan," kata Om Ebiet G Ade.

Capek memang nulis tiap hari. Bahkan nggak ada lagi kenikmatan yang saya rasakan dari proses nulis ini. Nulis yang tadinya menyenangkan tiba-tiba berubah  jadi horor.

"Mungkin sekarang waktunya berhenti nulis," pikir saya.

Tapi tunggu dulu. Memang betul, saya kehilangan kenikmatan dari proses nulis. Nggak seperti dulu. Tapi apa iya itu berarti waktunya berhenti nulis. Kalau memang capek, istirahat aja toh. Nggak perlu sampai berhenti.

Berhenti, kalau sudah nyampe.

Mungkin ini memang proses yang harus dilalui untuk jadi penulis. Masih mau jadi penulis kan? Ya sudah, dijalani aja.

Fokus ke hasil, nikmati prosesnya.
Bagikan:

0 Tanggapan:

Post a Comment

Semua komentar masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.