Menu

07 March 2018

Sayonara Medsos




Kadang apa yang kita anggap kekurangan, bisa jadi kelebihan kita. Pun demikian sebaliknya.

Punya handphone dengan internal memori besar sepertinya menyenangkan. Kebayang kan berapa banyak file, aplikasi yang bisa kita simpan dengan di dalamnya.

Saat ini saya menggunakan handphone Samsung J2 Prime untuk aktivitas sehari-hari, baik untuk kerja maupun ngeblog. Dengan memori internal 8 GB, harusnya saya punya ruang yang cukup lega untuk menjejali hape ini dengan beragam aplikasi maupun file-file bukan.

Sayangnya, pihak Samsung punya kebijakan lain. Mereka 'mewajibkan' pengguna handphone tipe ini untuk memiliki sejumlah aplikasi yang memakan 7 GB dari total 8 GB. Alhasil sisa ruang yang tersedia tak sampai 1 GB.



Saya termasuk orang yang cukup 'concern' dengan kapasitas memori internal handphone saya.

Mulai rajin mematikan aplikasi yang tidak digunakan sampai ngecek berapa banyak sisa memori kalau saya habis instal aplikasi maupun file.

Salah satu solusi untuk memperbesar kapasitas memori adalah dengan penambahan memori eksternal alias micro SD. Tapi pertanyaanya, apa perlu?

Saya pribadi lebih memilih cara lain untuk mengelola memori internal handphone saya. 

Yang saya lakukan adalah dengan membatasi jumlah aplikasi maupun file.

Wah nggak seru dong.

Seru atau enggak, itu relatif. Malahan dengan cara ini saya bisa lebih selektif terhadap aplikasi apa saja yang sifatnya 'must have' atau yang hanya sekedar 'nice have'. Bahkan seandainya saya punya memori yang buesarrrrnya minta ampun (misal 50 TB) tak menjamin saya jadi lebih optimal.

Bisa-bisa malah numpuk aplikasi atau file 'sampah'. Dipakai enggak, dibuang sayang.

Bigger doesn't always better.

2 hari yang lalu, saya memutuskan untuk mengeliminasi beberapa aplikasi untuk memaksimalkan kinerja saya.

Kriterianya cukup sederhana, aplikasi yang nggak pernah dipakai selama sebulan dan aplikasi yang bisa digantikan oleh aplikasi lain.

Dengan kriteria tersebut, saya membuang Gramarrly Keyboard (70 MB), Facebook Lite (1.6MB), Twitter (25 MB), dan Desygner (18 MB). 

Untuk media sosial, saya uninstall  Facebook dan Twitter, karena saya bisa mengakses keduanya lewat Chrome. Dan saya jadi nggak terlalu 'gatel' nguthekin handphone buat ngecek tiap kali ada notifikasi.

Handphone itu alat, kita adalah tuannya. Jangan dibolak-balik.

Baru 2 hari memang saya hidup tanpa aplikasi medsos itu. Dan saya berasa lebih enteng sekarang. 

Nggak harus ditiru, tapi nggak ada salahnya dicoba.

Sekian dulu sharing singkat kali ini. Semoga bisa bermanfaat dan menginspirasi. 

Jangan lupa subscribe biar nggak ketinggalan update terbaru dari blog ini. Kita ketemu lagi di postingan lainnya ya.
Share:

2 comments:

  1. Saya pernah melakukan hak yang sama.๐Ÿ˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha...gegara memori internal terbatas?

      Delete

Silahkan tulis komentar, kritik, saran, atau opini kalian.

Subscribe to Minimalist Blogger via Email

Minimalist Blogger

Designed by Anders Norén