Mar 12, 2018

Youtube Sebagai Pengganti Tayangan TV




Melihat kualitas tayangan TV beberapa waktu lalu, saya dan istri memutuskan untuk mem-baned beberapa stasiun TV yang punya record tayangan nggak bermutu. Hanya bersisa 2-3 channel saja, yang menyuguhkan tayangan 'ramah anak' saja yang masih ada.

Walaupun demikian, dengan kondisi kami berdua sama-sama bekerja dan tayangan di TV tersebut yang nggak 100% ramah anak jadi tantangan tersendiri. Terlebih orang yang njagain anak kami waktu itu termasuk golongan emak-emak yang doyan sinetron (lokal maupun impor), yang lebih banyak jeleknya daripada bagusnya.

Salah satu solusi untuk meminimalisirnya adalah download banyak video kartun yang 'aman' dikonsumsi si kecil. 

Alhasil, sejak putra kami berusia 6 bulan, kami sudah jarang sekali mengkonsumsi tayangan TV.

Sejak beberapa bulan lalu, kami sekeluarga sudah totalitas untuk tidak menonton tayangan TV dari saluran manapun dan jenis acara apapun. Alasannya, antenanya rusak. Jadi tontonan kami sekarang adalah film-film kartun.

Beberapa dampak yang kami rasakan sejak kehidupan tanpa TV ini kami mulai antara lain :
1. Komunikasi yang lebih intens dalam keluarga
2. Tidak ada akses untuk tayangan berkualitas buruk
3. Tidak ada akses untuk penayangan iklan yang bikin ngiler
4. Tidak ada godaan untuk nonton acara kesayangan
5. Tidak tahu (dan tidak perlu tahu) apa acara TV yang lagi 'in' atau seleb mana yang cerai hari ini
6. dll.

Ada plus, ada minus. Tapi biarlah, sejauh ini tidak ada kerugian mayor yang kami rasakan akibat hidup tanpa TV ini. So, que sera sera.

Bagikan:

0 Tanggapan:

Post a Comment

Semua komentar masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.