Apr 25, 2018

Pengalaman 'Tak Terlupakan' Bersama Seorang SPG

Pengalaman pertama memang selalu sulit untuk dilupakan. Bahkan terbawa sampai dewasa. Ini adalah cerita saya bersama seorang Sales Promotion Girl alias SPG di sebuah konter mainan anak-anak.

Waktu itu saya masih lucu dan menggemaskan. Seorang anak yang polos tapi banyak polah. Bahkan nggak jarang karena banyaknya tingkah dan polah saya waktu itu, Bapak dan Ibu harus menanggung akibatnya.


Mulai malu sampai ganti rugi 😁 . But, that's not the point of this story.

Jadi ceritanya, saya dan bapak sedang pergi ke sebuah pusat perbelanjaan di Surabaya. Saya nggak ingat pastinya waktu itu bapak mau beli apa, yang penting buat saya adalah pergi jalan-jalan.

Singkat cerita, bapak masuk ke sebuah konter yang bersebelahan dengan konter mainan.

Namanya juga anak kecil, lihat toko mainan itu ibarat surga. Surganya anak, derita bapak...karena biasanya bikin berantem. Si anak minta beli mainan, si bapak nggak mau beliin. Which is akhirnya saya alami sendiri sama anak saya.

Waktu itu masih jamannya Power Ranger, Ksatria Baja Hitam (a.k.a Kamen Rider), dan Doraemon.

Melihat sosok action figure favorit saya dipajang di toko mainan itu, sudah barang tentu membuat saya 'terpancing' untuk bergerak mendekat dong.

Saya amat-amati dengan seksama sosok superhero itu, dari ujung kepala hingga ujung kaki...sampai ke foto dirinya yang sedang beraksi terlukis sempurna di kemasan kardus itu.

Lagi asyik-asyiknya, tiba-tiba sebuah suara perempuan membuyarkan lamunanku.

"Lagi cari apa Dek?" tanya perempuan itu.

"Em..lagi lihat-lihat aja kok," jawabku seadanya. Antara malu dan kaget.

Kemudian sebuah kalimat singkat yang terucap dengan nada datar meluncur dari bibirnya. Nggak usah tanya bibirnya warna apa atau mukanya simetris atau enggak....nggak penting. Tapi, bagaimana kalimat singkat yang ia ucapkan telah merubah sikapku terhadap mereka yang berprofesi sebagai seorang SPG.

"Kalau lihat-lihat harus beli"

Seketika itu pula, saya langsung ketakutan dan ngacir keluar. Antara malu dan takut campur aduk jadi satu.

Saya nggak mungkin beli. Saya nggak punya uang, dan pastinya bapak juga nggak akan mau mbeliin.

Dan begitulah ceritaku bersama SPG.

-SELESAI-


Eh udah? Selesai?

Lah iya udah itu ceritanya. Udah kelar. Habis itu saya pulang ke rumah sama bapak.

😅😅😅😅😅

Cerita saya bersama SPG itu memang sudah selesai. Tapi deritanya masih berlanjut sampai hari ini.

Paling berasa adalah ketika saya jalan-jalan ke Mall, nemenin istri belanja. Pas masuk di sebuah konter, asyik lihat-lihat barang yang dipajang di situ, eh tiba-tiba datanglah si mbak-mbak SPG menawarkan bantuan. Saat itu juga, hati saya langsung deg-deg ser.

Bukan karena paras atau body si embak SPG. Tapi trauma...tar kalau dia bilang, lihat-lihat harus beli, gimana. Padahal saya cuman mau lihat-lihat. 😭😭😭

Dalam hati, saya hanya bisa berdoa dan berharap dia segera pergi jauh. Enyah dari hadapanku.

Di mata saya SPG secantik dan seseksi apapun adalah monster mengerikan yang suka mengganggu kenikmatan pengunjung konter.

Buat mbak SPG yang telah merubah hidup saya. Kalau Anda membaca postingan ini, semoga Anda bahagia dengan kehidupan Anda.
Bagikan:

9 comments:

  1. haaa, wah berhasil ya spgnay mengintimidasi shg mas katakutan

    ReplyDelete
  2. Kak.. efek dri pengalaman masa lalu bisa kebawa smpe sekrg ya...

    Kudu di rawat ituuu...


    Xixixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, biar ga kegatelan bela-beli kali ya

      Delete
  3. SPG nya galak yak,, biasanya pecah berarti beli,, ini liat liat harus beli,, wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mari sama2 kita doakan kebahagiaannya 😂

      Delete
  4. Wkwkwkwkw..baca ini jadi ngakak..
    Soalnya sama..
    Saya juga paling bete kalau lagi liat-liat dideketin SPG, kad
    Kadang kalau lagi kesal banget saya bilang terus terang kalau saya gak nyaman diikutin, kalau curiga liat saja di CCTV ����

    ReplyDelete

Semua komentar masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.