May 1, 2018

[Bukan] Review : Avengers Infinity War



Semua orang punya value masing-masing. Hal-hal yang mereka anggap penting, bernilai, dan bermakna. Apa yang bernilai untuk si A, bisa saja dianggap berbeda oleh si B. 


Dan bicara soal value, bukan tentang benar dan salah, karena tiap orang memiliki preferensinya sendiri, pengalaman-pengalaman hidupnya, dan pilihannya masing-masing.


Seperti halnya Thanos di dalam film Avengers Infinity War yang saya tonton kemarin.


Di dalam film terbaru besutan Marvel ini, sosok Thanos sebagai vilain alias penjahat digambarkan dengan cukup apik. Tidak seperti karakter-karakter vilain di film lain, yang haus akan kekuatan, kekuasaan, atau pedendam. Sosok Thanos digambarkan sebagai figur cinta damai yang mendambakan kedamaian dan kemakmuran di seluruh alam semesta. 


Thanos beranggapan bahwa alam semesta ini tidak lagi cukup besar untuk menampung segala jenis kehidupan di dalamnya. Sehingga cara terbaik untuk menciptakan kedamaian dan keadilan adalah dengan mengurangi jumlah mulut yang harus diisi, alias genosida atau pembantaian masal.


Ia beranggapan bila populasi di alam semesta berkurang separuh, maka semua makhluk dapat hidup dengan makmur. Dan pemusnahan populasi dilakukan secara acak, sehingga tidak menciptakan kesenjangan atau kecemburuan sosial. Kaya, miskin, baik, jahat, semua dimusnahkan secara acak.


Untuk menggapai impiannya, ia berkelana ke seluruh penjuru galaksi untuk mengumpulkan 6 buah batu keabadian. Konon kabarnya, siapapun yang dapat menguasai keenam batu keabadian akan memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. Bahkan ia dapat menghancurkan dunia semudah menjentikkan jari.


Dalam sebuah adegan di mana Thanos berhadapan dengan Dr. Stephen Strange, Thanos menceritakan kepada Strange alasannya mengumpulkan keenam batu keabadian. 


Dengan bantuan batu realita, ia menunjukkan kepada Strange bagaimana kondisi Titan, planet asal Thanos, yang begitu indah. Namun, ketika sumber daya yang ada tak sebanyak jumlah mulut yang harus diberi makan, maka Thanos maju mengusulkan idenya untuk menghapus separuh populasi secara acak. Ide yang sudah pasti ditolak dan Thanos pun dicap sebagai orang gila.


Namun, perlahan apa yang ditakutkan Thanos pun menjadi nyata. 


Ketika sumber daya semakin menipis, penduduk Titan pun saling berebut. Yang kuat yang menang.



Dan, ya tentu saja Dr. Strange dan saya rasa hampir sebagian besar dari kita pasti akan menganggap Thanos sebagai orang gila. Bagaimana mungkin melenyapkan separuh populasi di alam semesta merupakan jawaban atas permasalahan yang mereka miliki.



Itulah value. 


Value menentukan bagaimana tindakan kita terhadap suatu hal. Value menentukan pilihan-pilihan yang kita buat, skala prioritas, mana yang boleh dan mana yang tidak.


Sebagaimana Thanos dengan valuenya tentang dunia yang lebih baik.


Value kita tergambar dari perilaku dan tindakan kita. Bagaimana kita sebagai seorang karyawan memperlakukan jam kerja kita, atau sebagai seorang pebisnis dalam memperlakukan produk dan pelanggan. Semua yang kita lakukan adalah cerminan dari value yang ada dalam diri kita.


Contoh paling gampang, misalnya nih kita sebagai pebisnis yang menerima komplain dari pelanggan. Apa yang akan kita lakunan terhadap komplain tersebut? Apakah kita akan marah, atau menerimanya dengan lapang dada, atau kita cuekin? Tentu saja bila kepuasan pelanggan adalah hal yang penting untuk kita, maka kita dengan berbesar hati menerima masukan dari pelanggan.


Bagaimana dengan blogging? Apa sih yang kamu anggap penting, bernilai, dan berharga dalam ngeblog? Apakah jumlah pengunjung, tampilan blog, kualitas konten, atau berapa banyak uang yang bisa kamu dapatkan dari blogging?


Saya rasa setiap blogger punya value-nya masing-masing. Value yang tampak dari postingan demi postingan yang mereka suguhkan, termasuk bagaimana mereka 'mengemas'-nya.

Bagikan:

4 comments:

  1. betul. dalam hal ini thanos "playing god". padahal udah ada thor ..hehe...

    soal value, saya lebih ke bagaimana meningkatkan kualitas post demi post.moga blog masih ada hingga anak cucu biar baca ayah/kakeknya ngapain aja selama hidupnya ... btw, nice angle brad :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks bro...semoga menginspirasi ya

      Delete
  2. wah benar ya, value... kece nih tulisan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih apresiasinya mbak 😊

      Delete

Semua komentar masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.