May 31, 2018

Bahagia Itu Sederhana?


Bahagia itu sederhana, kitanya yang ruwet. Kita menetapkan terlalu banyak syarat dan ketentuan untuk bahagia.

Harus punya sekian rupiah, punya pasangan cantik atau ganteng, punya anak yang penurut, punya barang-barang branded, bisa jalan-jalan ke luar negeri minimum 4 kali seminggu. Barulah kemudian, kita bisa menyebut diri bahagia.

Tapi apa iya semua itu harus ada biar kita bahagia? Jadi kalau itu semua nggak ada, kita nggak bahagia gitu?

Bahagia itu pilihan. Kita yang menentukan kebahagiaan kita. Atau lebih tepatnya, kita yang memilih apakah kita bahagia atau tidak. Karena, kita yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi di dalam diri kita.

Baca juga : Why Me...Why Not?
Bahagia, bukan semata soal senang-senang. Jangan salah mengartikan antara kebahagiaan dan kesenangan. Karena itu adalah dua hal yang berbeda.

Menjadi pengusaha sukses dengan mengalami banyak kegagalan, diolok-olok, dibully, dibohongi, itu semua nggak ada senang-senangnya. Yang ada malah sakit semua. Tapi, itulah harga sebuah kebahagiaan. Ada perjuangan dan pengorbanan. Terlebih bila konsekuensi dari tidak menjadi sukses lebih mahal daripada menjadi sukses (misal : keluarga terlantar, kelaparan, dll).

Seorang ibu yang bangun tengah malam untuk menyusui anaknya, menyempatkan pumping di sela-sela kesibukan pekerjaan, atau guling-guling jungkir balik untuk menyelesaikan masakan, cucian, dan nyuapin buah hatinya...apa iya itu menyenangkan? 99% mungkin akan menjawab tidak.

Tapi kan memang bahagia tidak selalu menyenangkan.

Segala sesuatu perlu proses. By default ketika kita mau memanen, kita harus mau menabur. Kalau tidak mau menabur, kita pun tetap perlu berkorban uang untuk membeli. Sudah hukum alam seperti itu.

Bahagialah karena kita memilih untuk menjadi bahagia. Karena bahagia itu sederhana.

7 comments:

  1. Judulnya mirip dengan tulisan terbaru saya pak. Tapi saya judulnya romantis itu sederhana hihihi. Miriplah ya. Ngomongin soal bahagia, terkadang kita perlu belajar bahagianya anak kecil ya. Soalnya dunia mereka penuh kecerian dan tawa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe....iya Bun. Walaupun habis dimarahin, nggak lama berselang udah haha..hihi lagi 😁

      Delete
  2. Parameter bahagia kita sendiri yang nentuin yah gan,, banyak orang memandang kebahagiaan tergantung dari hasil yang tampak,, padahal kebahagiaan diukur juga dari perjuangan proses yang telah dilalui, bahagia sudah menjalaninya,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena bahagia nggak sama dengan senang-senang ya Mas. Ada proses jumpalitan di dalamnya.

      Delete
  3. bahagia itu memang sederhana.. manusianya aja yang suka ribet.
    hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak...kebanyakan S&K. Padahal it's simply a matter of choice we made.

      Delete
  4. dari proses jadi bahagia
    apalagi klo proses yang bekerja juga membahagiakan orang sekitar
    rasanya seneng banget

    ReplyDelete

Semua komentar masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.