Menu

10 May 2018

Perceraian Dan Pihak Ketiga


Eh, sudah pada denger belum kalau artis S itu mau cerai? Pasti itu gara-gara ada orang ketiga ya. Ck...ck...ck...kok tega ya dia kaya gitu.

Jadi public figure itu memang gampang-gampang susah. Segala tindak tanduknya mudah sekali jadi konsumsi publik. Mulai yang resmi sampai paparazzi.

Pun demikian dengan si publik sebagai konsumennya. Ada yang bertindak sebagai end user, ada pula yang mengolahnya lagi menjadi sesuatu yang dramatis dan bombastis untuk kemudian 'dijual' lagi kepada konsumen lain.

Dan bicara soal berita-berita artis dan selebritis. Apa ada yang lebih menarik dari berita kawin-cerai para artis?

Di dalam dunia jurnalistik, ada istilah bad news is a good news. Semakin buruk beritanya, semakin baik. Karena semakin banyak orang yang tertarik untuk baca dan mengikuti perkembangannya.

Karenanya tak heran, kalau berita-berita kawin-cerainya para artis ini sangat laku bak kacang goreng (jangan banyak-banyak makan kacang, nanti asam urat).

Mana yang lebih 'clickable' dari kedua berita berikut :
  1. Artis A bercerai dengan pasangannya karena sudah tidak lagi ada kecocokan, atau
  2. Artis B bercerai dengan pasangannya karena ada orang ketiga

Tentu saja berita kedua akan lebih membangkitkan minat dan gairah kita dibandingkan berita pertama. Bahkan sekalipun kita mengklik berita pertama, pastinya kita punya asumsi kalau penyebab perceraian artis A itu juga gara-gara orang ketiga.

Pertanyaannya, dari semua penyebab perceraian yang ada, kenapa kita lebih berharap kalau penyebab perceraian adalah orang ketiga?

Dramatis.

Sebagai manusia, kita adalah makhluk yang emosional. Nggak laki, nggak perempuan sama saja. Kita lebih suka dengan hal-hal yang sifatnya dramatis yang menyentuh sisi emosi kita.

Nggak percaya? Masih ingat film Titanic yang dimainkan oleh Leonardo De Caprio dan Kate Winslet? Film ini menceritakan tentang kecelakaan kapal yang diklaim terhebat di masanya. Terus, kenapa harus ada adegan percintaannya? Kenapa pakai musik-musik melow? Kenapa nggak dibikin aja, kapal berangkat terus nabrak gunung es, lalu tenggelam, selesai.

Jawabannya sederhana, nggak laku.


Sama halnya dengan kasus perceraian artis karena pihak ketiga. Kita lebih tertarik mengklik, menyimak, dan mengikuti perkembangan terbaru berita perceraian dan orang ketiga ini, karena dramatis dan emosional.

Dari sisi bisnis, sifat konsumen semacam ini adalah sebuah peluang. Makanya sinetron masih tetep eksis kan?

Sama halnya dengan kasus perceraian karena pihak ketiga. Minimal di dalam drama ini kita akan disuguhkan dua versi yang masing-masing punya tiga sudut pandang, dan masing-masing punya dramanya sendiri-sendiri.

Versi 1 : Suami Selingkuh
Di sini kita akan disajikan drama sang istri sebagai korban, drama suami dan selingkuhannya sebagai sang penjahat.

Versi 2 : Istri Selingkuh
Kurang lebih sama dengan versi pertama, tinggal dibalik aja siapa dapat peran apa.

Pada akhirnya semua berita ini akan memunculkan sifat dasar kita sebagai manusia, menghakimi.

Kita menghakimi si suami, istri, dan selingkuhan dengan pola pikir kita, yang kita anggap benar, kemudian kita tuangkan di media-media sosial. Tak lama berselang 'hakim-hakim' lain datang memberikan analisa dan penghakimannya di kolom komentar.

Dan apa yang terjadi ketika para hakim berkumpul dalam satu forum (komentar)?

Saling menghakimi.

Inikah fitrah kita sebagai manusia? Menjadi seorang hakim? Padahal sebentar lagi lebaran dan kita semua berharap untuk kembali fitrah.

Kembali fitrahnya seperti ini?
Share:

6 comments:

  1. Kalau menurut saya,kalau seleb yg notabene rumah tangganya adem ayem aja, meski beritanya tanpa perselingkuhan ttp klikable sih menurut saya. Tapi, iya... secara umum berita perselingkuhan lebih klikable.

    Cuma, saya kurang paham nih kasus2 terbaru, apakah di atas kasus terbaru... hihihi (gak update berita)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya taunya juga pas scrolling2 cari inspirasi tulisan ๐Ÿ˜…

      Saya juga kalau lagi 'waras' lebih seneng nyimak berita yang baik2. Hehehe... .

      Delete
  2. Ngeri kalo nemu berita cerai,, hehe

    ReplyDelete
  3. iya berita krn lihak ketiga lebih penasaran dibandingkan dg yg ga ada kecocokan lg hahaha namanya jg publik figur yg cuma selebgram aja klo putus sampe neyizen maha bener komennya pedes banget kayak pake karet 2 ๐Ÿคฃ๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete
  4. Pihak ketiga ada karena diundang. Kalo ga diundang, biasanya sih ga bisa masuk juga.hehe...

    ReplyDelete
  5. Hehehe saya update banget berita ginian, gegara si detik.com yang rajin banget kasih notif ��

    Tapi cuman sebatas tau saja sih, palingan buat obrolan gaje sama suami.

    ReplyDelete

Silahkan tulis komentar, kritik, saran, atau opini kalian.

Subscribe to Minimalist Blogger via Email

Minimalist Blogger

Designed by Anders Norén