Menu

15 May 2018

Logo Baru, Semangat Baru



Kawan, apa sih arti ngeblog buat kalian? Pernah nggak, sedikit aja terlintas pertanyaan di kepala kita, "Ngapain sih kita ngeblog?"


Apakah demi uang? Popularitas? Sekedar menyalurkan hobi nulis? Atau...karena teman (mungkin gebetan) juga ngeblog?


Jujur, beberapa hari ini saya mencoba berpikir ulang tentang ngapain sih saya ngeblog (nulis di blog). Harapannya sih, saya bisa punya jawaban super keren seperti para blogger rendah hati lainnya, ngeblog karena ingin berbagi.


Nyatanya tidak!


Kalau saya bilang ngeblog karena saya ingin berbagi, dari lubuk hati yang terdalam... saya bisa bilang kalau itu hanyalah omong kosong. Karena faktanya, saya ngeblog demi satu tujuan...popularitas.


Ketika ada yang mengunjungi blog saya, memberikan komentarnya terhadap postingan saya, rasanya itu menyenangkan sekali. Dan menciptakan efek ketagihan.


Akibatnya, saya tidak lagi murni menulis dari hati. Melainkan ada pamrihnya. Yaitu untuk dikomenin.


Saya nge-share postingan saya di beberapa grup Facebook untuk blogger. Tujuannya sebenarnya bukan untuk sharing, melainkan meningkatkan jumlah pengunjung blog saya.


Awalnya saya kira itu normal. Ternyata tidak.



MELIHAT KEMBALI ALASAN MEMULAI


Di saat kebingungan melanda, tak ada salahnya bagi kita untuk sejenak melihat kembali alasan kita memulai. Seperti halnya memasang pigura. Kita perlu sesekali bergerak mundur untuk melihat apakah pigura yang kita pasang sudah lurus atau belum. Kalau ada yang bantu ngelihatin, that's great. Kalau tidak pun tak jadi soal.


Dan, alasan saya ngeblog ternyata karena saya suka menulis. Saya menulis tentang apapun di blog saya. Fiksi, non fiksi...jurnal, esai, review, dan lainnya.


Karenanya saya sampai hari ini tetap menulis sekalipun tak ada orang yang membaca tulisan-tulisan saya.


Ngomong-ngomong soal tulisan, saya percaya pada tiga hal yang akhirnya saya jadikan tagline blog ini. Sekaligus pengingat ketika postingan-postingan saya mulai sedikit 'keluar jalur'. Begitu pentingnya ketiga hal ini sampai-sampai saya jadikan value alias nilai di dalam blog ini.


1.Valuable

Poin pertama dari value blog ini adalah soal 'kualitas' konten di setiap tulisan yang saya posting. 


Sekalipun blog ini adalah sebuah blog pribadi, tetapi saya terlanjur berjanji kepada diri sendiri untuk menjaga setiap kualitas konten. Karena bagi saya, menjaga kualitas konten merupakan cara untuk menghormati waktu dan atensi yang diberikan pengunjung blog saya.


2. Readable

Sebaik-baiknya tulisan tak ada gunanya bila tidak terbaca. Ingat buku-buku jaman kuliah dulu? Mana yang paling kalian ingat? Isinya atau sampulnya?


Atau contoh lain, pernah tanda tangan kontrak/perjanjian yang isinya banyak pasal dan klausulnya?


Kira-kira bentuk-bentuk tulisan seperti itu readable atau mudah dibaca nggak? Perlu upaya ekstra keras untuk memahami isinya. Sukur-sukur bisa dipahami. Kalau pas lagi banyak kerjaan dan urusan, biasanya asal teken tanpa memahami secara detail isi dari kontrak/perjanjian tersebut.


Belajar dari hal itu, saya nggak kepengen blog saya ini kontennya tidak readable, nyusahin orang yang mau baca. 


Karenanya setiap selesai menyusun draft, saya selalu melihat sekilas bagaimana tampilan tulisan itu. Sudahkah tulisan saya itu terlihat menarik dan user-friendly, sebelum saya melangkah lebih jauh untuk mengedit kontennya?


Membuat konten yang bagus dan nyaman dibaca adalah dua elemen penting untuk postingan-postingan saya.


3. Uncopyrighted

Tulisan-tulisan saya semua sifatnya uncopyrighted alias tidak memiliki hak cipta. Saya selaku pemilik dan penulis blog membebaskan siapa pun untuk mengambil, menyalin sedikit/semua isi di blog ini. Nggak perlu minta ijin, nggak usah sungkan.


Kenapa saya melepaskan hak cipta saya atas tulisan-tulisan saya? Bukannya setiap tulisan oleh blogger itu adalah hak kekayaan intelektual yang harus dijaga ya? Kalau nanti di-copas sembarangan, dijual, gimana?


Silahkan saja.


Kalau tulisan saya (yang nggak seberapa bagus ini), kemudian dipoles sedemikan rupa sehingga membuatnya lebih asik dibaca dan menjangkau banyak orang, ya kenapa enggak? Bukankah itu baik?


Saya nggak terlalu mikirin sih mau di-copas atau diapain tulisan-tulisan saya. Pun demikian dengan pencantuman nama saya. Mau disebut terima kasih, enggak ya nggak apa-apa.




Nah, kebetulan saya ini orangnya pelupa. Jadi supaya selalu ingat value/nilai yang saya pegang untuk blog ini, maka saya tuliskan lah di header blog. Saya jadikan tagline di blog minimalis ini. 


Itulah cerita singkat di balik logo baru Minimalist Blog ini. 



Kita ketemu lagi di postingan selanjutnya. 


Share:

2 comments:

Semua komentar masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.

Subscribe via Email

Minimal Blog

Designed by Anders Norén