Menu

17 May 2018

Tetap Produktif Menulis Selama Bulan Puasa



Bulan penuh berkah...bulan suci Ramadhan telah datang. Alhamdulillah, kita masih dipertemukan dengan bulan yang mulia ini. Semoga kita diberi kekuatan untuk menjalani Ramadhan sampai selesai.


Oya, bicara soal bulan puasa biasanya banyak orang yang produktivitasnya mulai seret nih. Tak terkecuali blogger dan para penulis kreatif lainnya.


Lagi puasa nih, jadi nggak kuat mau nulis, atau ide nggak ngalir nih gara-gara puasa. Hehehe...puasa dibawa-bawa ๐Ÿ˜….


Tapi itu orang lain (yang nggak baca blog ini). Kalau kamu pasti puasa malah semakin kenceng nulisnya.


Bicara soal puasa dan produktifitas menulis, ada beberapa tips nih yang bisa kamu terapkan biar puasamu jadi tambah greget (insya Allah).


Tips 1 : Tentukan Waktu Untuk Menulis

Salah satu alasan blogger (di luar sana, bukan kamu) nggak menulis adalah karena mereka nggak punya waktu. Apalagi kalau harus nyiapin menu sahur, sarapan si kecil yang belum puasa, hingga ke menu berbuka. 


Rasa-rasanya udah habis waktu sehari buat ngerjain itu semua. Kurang malah ๐Ÿ˜.


Tapi, tahu nggak kalau yang namanya menulis itu nggak butuh waktu seharian juga kok. Kalau dari pengalaman saya, 15 menit sekali duduk itu sudah cukup kok.


Nggak perlu sampai kelar satu novel. Cukup selesaikan 300 kata dalam waktu 15 menit. Kalau nggak selesai nggak apa-apa, nanti dilanjut lagi.


Coba perhatikan rutinitasmu. Kapan kira-kira kamu punya free time 15 menit dari serangkaian kepadatanmu itu.


Luangkan waktu, jangan tunggu ada waktu luang


Itu kuncinya. Karena waktu luang hanya ada kalau diadakan



Tips 2 : Siapkan Senjatamu


Kita semua punya preferensi sendiri-sendiri di dalam memilih aplikasi untuk menulis. Ada yang lebih nyaman menggunakan PC, Laptop, atau seperti saya yang menggunakan handphone.


Apapun itu, pastikan semua siap akses di saat kamu sudah 'punya waktu' menulis.


Jangan sampai pas momennya ada, eh tools-nya nggak ready. 


Tips 3 : Duduk dan Menulislah

Last but not least adalah, duduk dan mulailah menulis.


Gerakkin aja jari jemarimu di atas papan ketik. Biarkan mereka menari-nari dengan bebasnya. Jangan dikit-dikit diedit, dikoreksi, diganti, dsb. Nanti ada waktunya sendiri buat ngedit. Tulis aja.


Write with your heart, rewrite with your head


Cukup mudah kan? Jadi, jangan jadiin puasamu sebagai alasan untuk nggak nulis ya. Itu bukan alasan, hanya alesan yang kamu buat-buat. Supaya kamu boleh absen nulis.


Punya tips menulis lainnya? Boleh dong di-share di kolom komentar. 

Share:

7 comments:

  1. semoga bsa lebih produktif,, drpd ketiduran abis sahur

    ReplyDelete
  2. nulis pake hp begimana caranya?kasih tau dong emang paling males siapin alat tempurnya klo pake hpnkeknya ringkes

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo saya nulis draft secara offline, sekarang pake aplikasi namanya Writer Plus.

      Dibikin shortcut di home screen, klik, klik tanda ➕, langsung nulis.

      Selesai.


      Nanti lanjut lagi, copas ke aplikasi (saya pakai Blogger Pro) buat edit2 typo, font style, hyperlink, gambar dll.

      Publish deh ๐Ÿ˜

      Delete
  3. Klo puasa malah jarang update blog, malah cuma edit saja dan ngecek SEO nya lagi karena baru belajar SEO. dan update ulang tanggal postingan blog

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo mas, diupdate lagi blognya. Ngecek SEO memang perlu, tapi nambah konten yang baik juga penting loh.

      Delete

Semua komentar masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.

Subscribe via Email

Minimal Blog

Designed by Anders Norén