Jun 12, 2018

Gagal Wawancara Kerja? Mungkin Ini Alasannya



Saya mengawali karir di HR sebagai seorang staff rekrutmen di perusahaan farmasi di Sidoarjo, Jawa Timur. Setahun berselang, saya pindah ke perusahaan jasa SDM (outsourcing), masih sebagai seorang rekrutmen.

Di tahun 2011 saya bergabung dengan perusahaan manufaktur alas kaki di daerah Sidoarjo. Alasan pindah waktu itu, saya lebih menyukai lingkungan kerja manufaktur. Tidak ada masalah lain, hanya soal preferability.

Kalau dihitung, kurang lebih 4 tahun saya bergelut di dunia rekrutmen dan seleksi.

Selama itu saya melihat ada beberapa alasan, saya menerima atau menolak calon karyawan baru. Walaupun ini bukan sebuah standard di dunia rekrutmen, tapi mungkin ini bisa jadi referensi buat kamu yang saat ini sedang melamar kerja atau dalam proses rekrutmen (mis: psikotes, wawancara, dsb.).

1. Kamu Kurang Pintar
Jelas, kalau kamu tidak sepintar kualifikasi di posisi yang kamu lamar, ya sudah terima saja kegagalanmu dengan lapang dada.

Misalnya nih, posisi yang kamu lamar mensyaratkan, bisa berbahasa Mandarin dengan lancar. Nyatanya, satu-satunya bahasa Mandarin yang kamu kuasai adalah 'Xie-xie'. Jadi nasib lamaranmu sudah jelas adanya.


Baca Juga : Passion


2. Kamu Terlalu Pintar
Alasan berikutnya, alih-alih kurang menguasai bidang pekerjaan yang kamu lamar, kamu justru sangat excellence di situ. Eh siapa sangka itulah yang membuatmu gagal.

Kok bisa?

Well ada banyak faktor. Tapi logikanya sih, kalau dari skala 1(buruk sekali) s.d 10 (luar biasa), nilaimu itu adalah 9. Namun, posisi yang kamu lamar 'hanya' mensyaratkan kemampuan di angka 3.

Tentunya ini juga menjadi pertimbangan tersendiri buat perusahaan. Jangan-jangan kamu nggak kerasan karena kurang tantangan, dan ujung-ujungnya kamu resign. Alhasil perusahaan harus hunting lagi penggantimu.

Nah, itu kan jadi cost lagi buat perusahaan.

Lho, kan bisa dikembangkan ke jenjang yang lebih tinggi?

Well, idealnya sih begitu. But let's face it, di duniamu yang sekarang aja, mana lebih banyak terjadi ideal atau nggak ideal?

3. Kamu Kurang Baik
Selain faktor kemampuan dan keterampilanmu, bagaimana sikap kamu selama proses tes dan wawancara juga memiliki andil lho.

Let say, kamu adalah lulusan terbaik di angkatanmu. Tapi selama proses rekrutmen, kamu menunjukkan kesongongan dan tanda-tanda arogansi. Padahal posisi yang kamu lamar menuntutmu bisa bekerja sama dengan orang atau departemen lain. Tentunya sikapmu seperti ini akan menyulitkanmu menunjukkan performa yang baik. Dan pada akhirnya, berimbas kepada performa perusahaan juga.

Baca Juga : Dream Job

Kadang hal-hal sepele seperti perilakumu di media sosial pun juga masuk dalam penilaian lho. Setidaknya itu yang saya lakukan kepada calon karyawan baru. Ngepoin gimana kelakuan si calon karyawan di media sosial sering saya lakukan, untuk memastikan saya nggak salah rekrut.

Simply put, tanpamu saja sebua perusahaan sudah memilki segudang masalah. Jadi ngapain nambah masalah dengan mempekerjakan orang yang kurang tepat.

4. Kamu Terlalu Baik
Kebalikan dari poin nomer 3. Kadang-kadang terlalu baik pun juga bisa jadi penyebab kegagalanmu menjalani proses rekrutmen.

Penyebabnya bisa jadi karena posisi yang kamu lamar menuntutmu untuk tegas, bahkan mungkin keras. Kalau kamu adalah orang yang terlalu baik, (misal : mukul nyamuk aja nggak tega) tentu saja posisi itu bukan untukmu.

Salah-salah kamu bisa stress sendiri ntar kalau dipaksain.


KESIMPULAN


Pada dasarnya lolos atau tidaknya kamu dalam proses rekrutmen dan seleksi ditentukan oleh:

  1. Profilmu
  2. Profil pekerjaan yang kamu lamar
  3. Profil lingkungan kerjamu


Jadi ketika kamu mengikuti proses rekrutmen dan gagal, artinya kamu tidak sesuai dengan pekerjaan yang kamu lamar, titik. Ini hanya masalah kesesuaian saja. Kalau sesuai hayuk, kalau enggak ya sudah. Nggak usah baper.

Bisa jadi, kegagalanmu itu adalah kesuksesanmu. Karena bayangin kalau kamu diterima dan tenyata kerjaannya jauh lebih berat dari bayanganmu, bosmu jauh lebih galak dari harapanmu, dan rekan kerja yang sikutnya lebih tajam dari silet. Apa nggak mati berdiri tuh jadinya.

Anggaplah kamu adalah seorang pebisnis. Kamu dan skillmu adalah produk yang kamu tawarkan. Kalau memang customermu (perusahaan) nggak butuh produkmu, ya sudah.

Some will, some won't, so what. 

13 comments:

  1. Jadi rupanya terlalu baik bisa ditolak. hm..jadi tahu kenapa di beberapa seleksi nggak lolos karena dibilang terlalu baik meski kerjaan butuh orang tegas. eh tapi saya kalau mukul nyamuk malah kejam kalo perlu jasad nyamuk udah nggak ngebentuk lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Intinya sih liat2 jobnya mbak...kalo manusianya berhati lembut, ngelamar jadi bodyguard, kan kesian yang di-bodyguard-innya 😂

      Delete
  2. hahahha alesan yang no 4 kek alasan diputusin pacar yah mas: KAMU TERLALU BAIK!! hahahha..

    bdw nice info nih, paling tidak tau lah kenapa di php-in perusahaan.

    Salam Inspirasi,
    Sesuapnasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha...saya nggak pernah pake alesan itu sih waktu mutusin mantan 😅

      Delete
  3. Disini kepiawaian HR dalam mencarikan yg paling sesuai dg kebutuhan perusahaan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, bukan sekedar menuhin permintaan user...tapi gimana kualitas orang yang masuk itu tetap terjaga.

      Ibarat spare part, kalo butuhnya nomer 8 ya jangan dikasih nomer 5. Tar mesinnya macet 😊

      Delete
  4. Kalau orang HRD sepertinya butuh karakter yang tegas ya Bang karena pengaruhnya ke disiplin karyawan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha...kalau itu mah semuanya, nggak cuman HRD aja. Paling penting yg harus tegas itu ya masing2 dept head. Karena mereka adalah pemimpin yang jadi panutan anak buahnya.

      Delete
  5. ini masukan baru bagus saya.

    saya suka bacaan ini karena pas baca ini saya dapat sesuatu yg baru yang belum pernah aku baca di tempat lain sebelumnya kakak..

    terima kasih ya mas chandra

    ReplyDelete
  6. Tidak gampang menyerah dan terus berusaha. Gagal biasa , bangkit luar biasa . semangat

    ReplyDelete
  7. Teman-teman gua banyak yang melamar kerja terus gagal interview, gua mengatakan kepada mereka, jika loe ditolak terus bekerja, ada baiknya loe berani mengambil resiko untuk membuat sendiri pekerjaan hehe, terlalu pintar nggak baik juga yah hehe

    ReplyDelete
  8. Kamu tidak sesuai dengan kriteria perusahaan. Dulu, waktu jaman2nya belom booming jilbab lebar saya mah selalu ditolak kerja di perusahaan2, alasannya saya nggak modis, wew..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe...sederhananya, they don't belong to you mbak 😊

      Delete

Semua komentar masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.