Jul 30, 2018

Project NO COMMENT



Apa yang kamu rasakan ketika lagi asyik blogwalking, lalu kamu lihat angka komentar di postingan yang lagi kamu baca mencapai 3 digit? Kaget? Heran? Atau...minder?

Gimana kalau angkanya 5 digit? 

Terus kamu balik ke blogmu sendiri, dan ngebandingin postingan terpopulermu dengan blog tadi. Rasanya kurang lebih mirip ketika luka kesiram air lemon. Perih!

Emang sih, nyenengin banget rasanya ketika postingan kita banyak dibaca, banyak komentar yang relevan (bukan iklan pembesar jerawat), lebih-lebih di-share berkali-kali. Dunia berasa milik pribadi. 

Tapi, komentar-komentar itu...apa iya itu sih tujuan utamamu ngeblog? Bukannya kamu ngeblog karena kamu suka nulis, hobi berbagi inspirasi dan informasi, dan supaya kamu bisa menebar manfaat bagi banyak orang? Atau, buat kamu, ngeblog hanyalah cara meraih popularitas di dunia maya?

Lagi-lagi, semua kembali ke alasan kita memulai semua ini.

Di sini, nggak ada bener atau salah. Karena setiap blogger punya value-nya sendiri-sendiri. Kalau memang cari popularitas, ya nggak apa-apa. Sah-sah aja. 

Saya pribadi, niatnya sih ingin berbagi hal-hal positif dan inspiratif. Kebetulan banyak hal baik di sekitar saya. Jadi kenapa nggak saya bagikan itu. 

Niatnya.... .

Seiring berjalannya waktu, ternyata komentar itu pun menjadi candu. Alih-alih menulis untuk berbagi, yang ada malah nulis supaya banyak yang nanggepin. Ngelihat jumlah komentar di salah satu postingan mencapai 2 digit aja senangnya nggak karuan. Dan, sudah bisa ditebak, niatnya nggak lurus lagi.


EKSPERIMEN
Berhubung niatnya sudah berbelok jadi 'comment hunter' alias pemburu komentar, saya mau coba eksperimen kecil-kecilan nih. Kalau sukses lanjut, kalau nggak sukses, ya dilihat lagi...kenapa nggak suksesnya. Terus diperbaiki. 

Eksperimennya cukup simpel, mulai hari ini saya meng-hide kolom komentar di blog ini.

Tujuannya bukan sok-sokan nggak mau dikomenin, tapi lebih ke arah mengembalikan niat 'blogging untuk berbagi' seperti di awal ngeblog dulu. 


NO COMMENT PROJECT
Adalah nama dari eksperimen ini. Jadi di sini tugas saya adalah menuliskan cerita-cerita, pengalaman, maupun sudut pandang pribadi saya, dengan tujuan untuk berbagi. Karena itulah saya matikan fitur komentar, biar fokus saya ke arah kualitas konten, bukan popularitas postingan. 

Kebetulan saya ini orang yang nggak pinter multitasking. Jadi saya pasti kesulitan untuk membagi fokus antara nulis dan ngecek komentar.

Nah daripada nggak ada yang beres, jadi saya fokus nulis aja lah.


MASIH BISA COMMENT
Sekiranya tulisan saya ini nggemesin, lucu, nantangin, atau bikin gregetan, kamu masih tetap bisa comment kok lewat jalur pribadi. Bisa lewat DM ke Instagram instagram atau lewat Twitter. Jangan lewat Facebook ya, soalnya saya nggak instal aplikasi Facebook. Jadi nggak bisa buka Messenger. Hehehe.... .

Nah, ini adalah eksperimen saya untuk mengembalikan fokus menjaga kualitas konten.

Kalau kamu mau ikutan, langsung aja. Nggak ada syarat apapun. Jadi tunggu apalagi.

Share: