Aug 6, 2018

Menjadi Seorang Profesional

Leone Venter via Unsplash

Apa sih yang membedakan seorang profesional dan amatir? Sederhana saja, profesional dibayar.

Apapun bidangnya, prinsip ini berlaku sama. Pemain bola profesional dibayar, pengacara profesional dibayar, penulis profesional, dibayar...dan demikian pula profesional di bidang profesi lainnya.

Pertanyaanya, kenapa mereka dibayar?

Kenapa sih kok ada orang yang rela ngeluarin uang untuk membayar mereka? Bahkan ada yang sampai merogoh kocek dalam-dalam untuk bisa mendapatkan service para profesional ini. Buat apa?

Ini jawabannya, they helps people.

Simpel ya? Emang. Tapi justru karena simpel ini lah yang kadang-kadang membuat kita lupa menjaga profesionalisme kita di dalam profesi yang kita tekuni saat ini.

Kita sering lupa kalau kita sebenarnya adalah solusi buat orang lain. Pengalaman kita, ilmu kita, sampai tenaga kita merupakan aset yang sangat berharga. Berharga bagi diri kita sendiri maupun orang lain.

Seorang blogger misalnya. Dengan kemampuannya memahami sebuah informasi, mengolahnya sedemikian rupa menjadi sebuah artikel yang informatif dan menarik. Kemudian mereka mempublikasikannya secara online, kemudian dari artikel yang mereka buat ini, banyak orang merasa terbantu dan terinspirasi. Bukankah ini adalah sesuatu yang berharga?

Seperti Bunda Yeni dan Mas Febriyan Lukito yang sering berbagi tips dan informasi tentang dunia parenting dan SEO. Adapun Koh Huang yang rajin mengenalkan destinasi-destinasi asik untuk dikunjungi. 

Dari mereka, saya belajar satu hal. Menjadi blogger, bukan tentang menulis apapun yang kita mau tulis (walaupun judulnya personal blog alias blog pribadi). Namun bagaimana menggunakan blog sebagai media untuk membantu orang lain (reader misalnya), melayani mereka dengan what they can do best, menjadi blogger.

Pertanyaannya untuk kita sendiri sekarang. Sudah seprofesional apa sih kita dengan profesi kita? Apakah kita masih sibuk dengan diri kita sendiri sehingga lupa menggunakan potensi kita untuk membantu orang lain?

Bukankah Rasullullah pernah berkata bahwa sebaik-baiknya manusia, adalah mereka yang paling banyak manfaatnya?
Bagikan: