Sep 5, 2018

Cara Menjadi Raja


Photo by Artem Sapegin on Unsplash
Pertama, Anda terlahir sebagai putra mahkota sekaligus pewaris tahta satu-satunya.

Kedua, Anda menyingkirkan pewaris tahta yang sah, lalu menduduki singgasana sebagai seorang raja.

Ketiga, Anda sebagai putra mahkota yang disingkirkan, merebut kembali hak Anda dan menduduki singgasana raja.

Keempat, dan terakhir...Anda bangun kerajaan Anda sendiri dari nol.


Tentunya, cara mana pun yang Anda pilih memiliki konsekuensi alias harga yang harus dibayar. Misalnya, agar Anda sukses menggunakan cara pertama, Anda harus memiliki nasib yang luar biasa baik. Anda harus terlahir sebagai putra mahkota di kerajaan yang damai dan makmur, dan dikelilingi oleh orang-orang baik dan terpercaya, sehingga Anda bisa melenggang menjadi raja dengan mudah. 

Kalau Anda memilih jalan kedua, Anda harus ekstra cerdik (atau licik). Karena tidak boleh sampai ada yang tahu perbuatan Anda terhadap putra mahkota yang sebenarnya. Bila tidak, niscaya rakyat akan memusuhi Anda.

Untuk jalan ketiga, Anda juga perlu kecerdikan dalam mengatur strategi terbaik. Selain itu, Anda pun harus berani mengambil resiko yang memang diperlukan. Sekalipun itu sulit.

Nah, apabila Anda memilih cara yang terakhir...saya harap Anda cukup bijaksana dan juga kuat. Bijak menerima kenyataan bahwa Anda tidak bisa merebut kembali tahta kerajaan yang harusnya jadi milik Anda. Dan kuat untuk mencari lahan baru, membangunnya dari nol, mulai babat alas, peletakkan batu pertama, hingga akhirnya kerajaan Anda berdiri. Kemudian, Anda juga harus aktif mempromosikan kelebihan-kelebihan bermukim di kerajaan Anda, membangun relasi dengan kerajaan tetangga, sampai me-maintain hubungan baik tersebut.

Bisa?

Saya yakin Anda bisa. Namun pertanyaan sebenarnya adalah :

Kenapa Anda mau jadi raja?

Bagikan:

3 comments:

  1. Paling enak point 1 ..., terlahir sebagai putra mahkota.
    Tinggal jalani kepemerintahan dengan baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dengan catatan nggak ada orang2 yang punya niat jahat mengkudeta kedudukanmu hehehehe... .

      Delete
  2. Saya pilih yang 4 hihihi

    Daripada menghabiskan banyak waktu dan energi dalam berperang merebut hak kita, mending bangun yang baru.

    Yang namanya perang, mau menangpun tetap ada bekas negatifnya.

    Lalu mengapa saya ingin jadi raja?

    saya rasa, karena saya ingin mendamaikan dunia (terlalu muluk yak hihihi)
    Atau yang lebih simple karena saya ingin bisa berbuat lebih banyak dalam hidup saya, ingin membantu orang lebih banyak, ingin menyebar kebaikan lebih luas, dan dengan menjadi raja, hal tersebut bisa lebih mudah diwujudkan :)

    ReplyDelete

Semua komentar masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.