Sep 25, 2018

Ala Kadarnya

Beberapa waktu lalu, ada seorang kawan membuat update status yang cukup menarik di akun Facebook-nya.

Di situ ia menuliskan tentang, kapan mau kaya kalau hanya jadi sekedar relawan saja.

Yang menarik tentu saja, beberapa komentar-komentar 'bijak' seputar, kalau kaya jangan jadi relawan, atau kaya itu bukan cuma tentang harta, dan beberapa komentar menarik lainnya.

Membaca status itu, gatal juga kalau nggak kasih komentar. Akhirnya, saya pun membubuhkan komentar singkat dengan teknik paraphrasing plus sedikit fine tuning.

Ini komentar saya,

"Ketika sudah menjadi relawan yang bukan hanya sekedarnya"

Gimana? Keren kan?

Tak lama berselang, saya langsung tertampar sendiri. Saya sendiri bagaimana? Sudahkah saya mengerjakan aktivitas-aktivitas saya dengan sungguh-sungguh? Atau hanya 'sekedarnya'.

Di kantor, saya merasa belum benar-benar all out menggunakan kemampuan saya untuk memberi kontribusi lebih. Di rumah, saya juga belum cukup greget untuk jadi panutan buat istri dan anak saya.

Jangan-jangan, hidup saya selama ini nggak lebih dari hidup yang sekedarnya.

Oh no!

Share:

0 Tanggapan:

Post a Comment

Semua komentar masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.