Oct 7, 2018

My Blogging Values : Cerita Seorang Blogger

"Mas Prim, kamu kan blogger. Ajarin dong gimana sih caranya ngeblog?"


Ada yang pernah terima pertanyaan seperti ini nggak? Ya walaupun kita, Anda dan saya, bukan blogger beken seperti Koh Huang, Febriyan Lukito, Mas Sugeng atau pun Agus Mulyadi. Namun, berhubung orang tahunya kita rajin ngeblog, jadi ya akhirnya mereka nanyanya ke kita.

Antara sungkan dan senang karena dianggap kompeten untuk tanya-tanya seputar blogging.

Sungkan karena ya masih banyak yang perlu dipelajari, ilmu masih cetek, nulis masih serampangan, page view ya segitu-gitu aja, tampilan blog ya biasa-biasa...eh, dimintain advis cara ngeblog. 😅

Rasanya kok ya durung pantes.


Balik Tanya
Saya sendiri, kalau ada yang nanya gimana caranya ngeblog, saya akan ajukan dua pertanyaan.

Pertama, saya tanya balik, udah googling belum? Kan pastinya bukan dia seorang manusia di muka bumi ini yang penasaran gimana caranya ngeblog. Jadi, pastilah ada banyak sumber tentang cara ngeblog dari para expert. Nah, kalau yang sesederhana googling aja males, apalagi ngeblog.

Pertanyaan kedua, alih-alih saya sok-sokan ngajarin, saya akan tanya "Kenapa kamu mau ngeblog?"

Sederhananya, kalau alasan ngeblog aja nggak jelas, mau jadi apa blog dia nanti. Karena ngeblog itu butuh konsistensi, kemauan belajar (plus praktek, soalnya belajar tanpa praktek itu nol besar), dan disiplin diri. Kalau enggak, blog itu akan dibuat asal-asalan, nggak jelas tujuannya, lebih-lebih nggak ada value lebih yang ditawarkan buat pembaca.


Me & My Blog
Blog buat saya adalah media untuk menyalurkan hobi menulis sekaligus, melatih kecakapan saya menyampaikan ide secara sistematis dan mudah dipahami. Selain untuk berbagi informasi dan inspirasi.

Jadi walaupun blog ini adalah blog pribadi, tapi sebisa mungkin saya nggak akan posting curhat full emosi tanpa esensi di sini.

Tentunya, tiap orang punya value-nya masing. Namun buat saya, ada 3 hal penting dalam blogging.


1. Valuable
Istilah konten adalah raja, sudah jadi rahasia umum buat mereka yang bergelut di dunia blogging. Saya sendiri mengibaratkan blog tak ubahnya seperti bisnis, yaitu sama-sama menolong orang.

Bisnis menolong orang lewat produk dan jasanya, sedangkan blog lewat konten.

Karenanya, akan lebih bijak bila kita semua para blogger benar-benar memperhatikan kualitas konten kita, terutama dari sisi kebermanfaatannya bagi para pembaca.

Bahkan, lebih baik lagi kalau jika semua konten kita seperti status Facebook, cuitan di Twitter, maupun gambar-gambar Instagram benar-benar kita jaga kebermanfaatannya.

Dunia internet sudah penuh dengan konten-konten 'sampah', jadi tidak perlu kita tambah satu lagi kan.

2. Readable
Sebaik-baiknya konten dan value yang terkandung di dalamnya, apabila disajikan dengan ala kadarnya, susah dimengerti, bikin bingung, ya sama saja bohong.

Blogging bukan lagi tentang (sekedar) menulis. Melainkan bagaimana mengemasnya dengan seatraktif mungkin, sehingga memudahkan pembaca untuk memahami konten yang kita sajikan.

Dan sebenarnya, tak terlalu sulit kok membuat konten kita menjadi readable alias mudah dibaca.

Beberapa cara yang saya lakukan antara lain: (1) menggunakan kalimat dan paragraf pendek, (2) membuat list, (3) menebali sub paragraf dan/atau menggunakan huruf kapital, dan (4) memasukkan gambar di awal dan tengah tulisan.

Karena 90% penduduk bumi adalah orang visual, bila saya hanya menyajikan plain text, mungkin tak banyak yang akan membaca dari awal sampai akhir. Boro-boro baca, lihat aja udag ogah mungkin.

3. Uncopyright
Saya pertama mengenal istilah ini dari seorang blogger asal Amrik bernama Leo Babauta.

Konsepnya adalah, melepaskan hak cipta atas konten kita.

Lho kok? Jadi nggak apa-apa nih kalo konten di blog ini ada dijiplak orang, disebarluaskan tanpa seijin saya, lalu orang itu dapat untung, sedangkan saya nggak dapat bagian sedikit pun. Bahkan sekedar back link ke blog ini?

Yup, that's right.

Kalau apa yang saya tulis di sini memang layak dijiplak dan disebarluaskan, berarti tulisan saya bagus dan readable dong. Buat saya, itu sudah cukup.

Jadi, bagi siapapun yang berniat melakukan plagiarisme konten saya, saya persilahkan. Mungkin dengan begitu, pesan saya lebih tersampaikan dengan baik dan didengar lebih banyak. Kalau mau kasih kredit buat saya, terima kasih...tapi enggak juga nggak apa-apa.


Ngeblog itu perlu kah?
Perlu nggak sih kita punya blog? Hmm...pertanyaan yang bagus.

Perlu atau enggak ya tergantung ya. Tapi sebelum kamu memutuskan untuk mulai bikin blog, saya mau share beberapa manfaat ngeblog buat saya. Mungkin bisa jadi bahan pertimbangan buat kamu sebelum akhirnya memutuskan untuk ngeblog.


  1. Ngeblog melatih kemampuan saya dalam menuangkan ide secara sistematis dan mudah dipahami
  2. Ngeblog melatih kreativitas saya dalam menulis
  3. Ngeblog melatih kedisiplinan saya, dalam hal mengupdate konten
  4. Ngeblog merupakan media untuk menginspirasi orang lain dengan membagikan pengalaman pribadi saya
  5. Ngeblog melatih kesabaran untuk tidak tergesa-gesa mem-publish tulisan sebelum proofreading
  6. Ngeblog memperluas networking saya dan mempertemukan saya dengan orang-orang yang memiliki passion yang sama dengan saya, dan terakhir
  7. Ngeblog adalah jurnal pribadi, media untuk mengabadikan proses-proses yang saya lalui dalam hidup

Jadi, masih perlu ngeblog? Saya sih perlu. Kamu gimana?


°°°°°

Disclaimer
Postingan ini diikutsertakan dalam lomba blog #C2CreatorContest oleh C2Live.

Share:

5 comments:

  1. Perlu banget ngeblog, karena dengan ngeblog saya merasa bisa membagikan banyak hal pada orang lewat tulisan. Asyik deh pokoknya.😊😊😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget mbak astria, kadang apa yang sepele buat kita bisa jadi mutiara buat orang lain ya.

      Delete
  2. wahhh jadi masukan nih buat saya. Saya juga sering ditanya ajarin ngeblog lah bang..

    masukan buat nanya mereka, apa mereka udah googling duluan? Yah, kalau udah googling duluan, artinya mereka memang berminat ngeblog. Kalau ga googling sama sekali yahh fifty2 sih antara mau ngeblog atau ga.

    Dan yang ga kalah penting ditanya tujuan ngeblog. Beberapa yang saya tanya meerka jawab untuk dapat uang. Hahaha, saya senyum kecut. mereka kira nyari uang diblog itu segampang kerja nyata yang sebulan kerja udah dapat gaji. Ngeblog butuh perjuangan lebih panjang...

    Tujuan saya ngeblog berbagi semua hal tentang finansial yang saya lakukan dan pelajari agar generasi muda seperti saya melek literasi keuangan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener bang, banyak orang yang pengen jalan pintas, nanya GIMANA caranya ngeblog..tanpa tanya ke diri mereka, KENAPA sih mau ngeblog?

      Kalo niatnya cari uang, kan nggak harus lewat ngeblog juga kan. Mungkin dipikirnya ngeblog itu duduk manis, nulis-nulis, tau-tau uang terus ngalir ke rekening.

      Banyak blogger pensiun dini karena nggak jelas nyari apa dari blogging, yang penting ngeblog karena se-RT ngeblog semua. Akhirnya, begitu ngerasain hard time-nya, langsung gulung laptop.

      Padahal blogging itu mirip bisnis. Orang beli karena mereka mendapat solusi dari apa yang mereka beli.

      Pun demikian dengan blogging. Blog kita ngasih solusi atau malah bikin sakit ati.

      Delete
  3. aku ya perlu lah ngeblog
    soalnya aku ngeblog curhatan unfaedah
    awalnya sih unfaedah, tapi lama-lama kok bayak yang kenal aku... jadinya yaa ku tata deh tulisanku. hahaha
    minimal, tulisanku ngak childish lagi dan lebih terarah

    ReplyDelete

Semua komentar masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.