Nov 16, 2018

Perlukah Blogger Jago Jualan?


Siapa yang punya pikiran sama seperti saya bahwa ngeblog itu sebatas nulis, publish, finish?

Kebayang nggak kalau ternyata bloger juga perlu bisa jualan?

Hmm...yang alergi sama dunia sales dan marketing mulai gatel-gatel nih.

Jadi gini, sebenarnya bukan hanya bloger saja yang perlu punya skill jualan. Semua profesi perlu. Karena pada hakekatnya menjual adalah mempengaruhi orang lain.

Dokter menjual pentingnya gaya hidup sehat, kurir menjual kepastian barang sampai di tangan pembeli, caleg menjual janji program kesejahteraan rakyat, dsb.

Bloger jualannya apa lagi kalau bukan konten.

Konten-konten sarat informasi dan inspirasi yang memberikan nilai tambah bagi si pelanggan (baca : pembaca).

Makanya, saya itu suka sedih ngelihat beberapa kawan bloger yang 'menjual' kontennya, baik di grup bloger maupun di statusnya dengan cara yang...sorry to say nggak greget.

"Ijin share postingan", "Selamat membaca, jangan lupa tinggalkan jejak", atau malah langsung templok terus kabur.

Rek, yo gak koyo ngono.

Coba ingat deh kapan terakhir kali beli-beli barang. Apa yang mendasari keputusanmu untuk beli atau nggak jadi beli? Udah pasti kamu cari benefit, atau keuntungan alias manfaatnya buat kamu kan.

Sekalipun kamu beli karena kasihan sama penjualnya, in the end kamu mendapatkan benefit berupa perasaan baik karena sudah membantu orang.

Poinnya apa? Orang beli karena cari benefit. Pembaca datang ke blogmu, pun demikian. Mereka juga berharap waktu dan perhatian mereka 'terbayar' lewat kualitas kontenmu yang mudah dipahami. Itulah benefit yang mereka harapkan. 

Ya walaupun ada yang mampir ke blogmu karena kewajiban harus blogwalking dan sebagainya.

Karena itulah, yuk jual konten kita dengan lebih apik lagi.

Mulai dari perbaiki kualitas isinya, tampilannya, dan yang tidak kalah penting promosinya. Sayang dong, udah ngoyo bikin konten, njeketek jualannya gitu-gitu aja. 

Jualan itu nawarin solusi. Makanya kalau lagi jualan atau promosiin kontenmu, pikirkan apa sih untungnya orang baca kontenmu itu. Solusi apa yang kamu tawarin?

Kemudian, sebelum kamu lempar 'produk' itu ke pasar, ada baiknya dibaca ulang. Jangan sampai kamu janji ngasih A-Z, eh nyatanya cuma ada A-F.

Konten memang raja, tapi pembaca adalah ratunya.
Jadi, gimana kamu menjual or promosiin konten kamu? 

*****
Bagikan:

5 comments:

  1. hahaha asyem nyindir tenan iki. itu saya dulu waktu masih pake blogger sering begitu. setelah pake wordpress udah janji gak mau lagi ngelakuin hal kek gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahah...padahal yg disindir sebelahnya lho 😅

      Namanya proses, kan nggak bisa ujug2 bener ✌

      Delete
  2. Dulu iyaa. .
    Pokoknya ngeblog itu, nulis semua pengalaman hingga detil lalu publish.

    Tapi setelah memutuskan bahwa blogger adalah profesi, saya jadi terus menerus mengasah diri dalam bidang marketing.

    Saya jual konten masih sebatas share di medsos sih, kadang dengan mengajak calon pembaca lebih 'peduli' ke konten saya, karena mereka kepo tentang saya.

    Jadi branding diri adalah hal yang terus menerus saya galakan :)

    ReplyDelete
  3. Patut dicoba mas, selagi blogger menjadi profesi yang menjanjikan.

    ReplyDelete

Semua komentar masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.