Nov 11, 2018

Mengkritik Di Kolom Komentar...Yey or Ney?


Siapa yang pernah blogwalking ke postingan bloger favoritmu, dan sudah ada 80 komentar di sana. Apa yang kamu rasakan? 

Kagum? Heran? Atau...iri?

Saya sih, campur aduk. Kagum iya, jealous iya.

Walaupun jumlah komentar di postingan saya belum ada yang mencapai angka 50, tapi tetap saja, melihat ada komentar masuk itu, rasanya sudah gimana gitu. Apalagi kalau ada yang komentar tentang bagaimana postingan saya menginspirasi mereka.


Memang, rata-rata komentar-komentar yang masuk di postingan saya itu positif semua. Walaupun ada beberapa yang...ya, komen biar saya main balik ke blog dia. Tapi it's okay lah.

Cuman, kadang-kadang penasaran juga. Kenapa komentar yang masuk baik-baik semua ya? Apakah memang konten saya sekeren itu? Penulisan saya apa ya sebagus itu? 

Hmm... .

Atau memang mereka 'terlalu baik' untuk memberikan komentar yang sedikit pedas, alias mengkritik konten, ide, maupun teknik penulisan saya. Mungkin mereka takut saya mogok makan setelah dikritik. Mungkin... .

Kritik adalah saran yang tidak enak didengar

Dikritik memang nggak nyaman, bikin naik darah, sampai naik pitam. Tapi, kalau boleh jujur, kritik itu penting lho supaya kita nggak terlena. Jangankan saya dan kamu, wong penulis yang sudah terkenal saja masih dikritik.

Betul?

Kamu sendiri gimana? Pernah nggak dapat komentar yang mengkritisi pemikiranmu, sudut pandangmu, bahkan typo di salah satu postinganmu? 

Seandainya saya main-main ke blogmu, terus di kolom komentar saya mengkritisi dan mengoreksi kontenmu, kira-kira komentar itu bakal kamu hapus nggak? Terus sayanya bakal kamu block selamanya nggak?

😊

Kalau kamu mau, boleh share link blog kamu. Nanti saya mampir ke situ. Tapi...saya komeninnya pake lombok 20 ya, yang karetnya dobel.

I won't play nice, that's for sure.

Tapi, ya itu pun kalau kamu mau sih. Nggak juga nggak apa-apa kok.


*****

Bagikan:

20 comments:

  1. Ah, masak dikomen kritik aja jengkel? Emang ada aturan klo komen ga boleh isinya kritik? Dibalesin aja yang pendek2, "sip!" atau "oke" atau ":)". Apalagi kalau akunnya Anon kayak gini.

    ReplyDelete
  2. Boleh donk... Saya juga pernah dapat kritikan terkait typo wkwkwk... Tp bentar, itu yg dikritik emang artikel masih setengah jadi, belum matang, jg tergesa-gesa keburu deadline. Jadi ya gitu deh... Masih adaaa aja kurangnya

    ReplyDelete
  3. Boleeh boleeeh, welcome banget kok kalau dapet kritik yg membangun hehehe salam kenal 😊😚

    ReplyDelete
  4. Belom pernah di kritik, kayaknya pengkritik takut dikritik balik hahahah.

    Kalau saya sih setuju dan berterimakasih banget di kritik asaaaalll yang sesuai konten.

    Misal penulisan yang salah, typo, atau apa saja yang sesuai konten.

    Nah kalau komennya di luar topik, biasanya bakal saya tanggapi dengan elegan, bukan pakai karet 20, tapi pakai rica2 ala Manado asli, yang masak ayam 1 ekor, cabe rawitnya 2 liter hahahaha.

    ReplyDelete
  5. Kalo moderasi komen diaktifkan, mungkin komen ga enak ga lolos publish, 😆

    ReplyDelete
  6. Ga ada yg suka dikritik & dikoreksi. Tapi kadang2 perlu juga biar ga terlena. Aku sering sih dapet kritikan. Biasanya lebih ke EYD. Malu karena sampai skrg masih sering salah. :)) But its okay, kalo buat kebaikan kenapa ga?

    ReplyDelete
  7. Saya suka lombok 20 anda. Karena selain dikasih lombok, juga disertai saran yang mencerahkan. Wkwkwk

    ReplyDelete
  8. Kritikan paling banyak soal typo. He2

    ReplyDelete
  9. wah saya malah kangen dikritik. harapannya sih ada diskusi panjang di artikel itu.

    dikritik itu mah wajar kalo menurut saya, asal jangan berantem dan caci maki, kwkwk

    sejauh ini di blog saya ga ada kritik, kebanyakan ya say halo dan "benar-benar" bertanya

    ReplyDelete
  10. Saya malah menyodorkan link blog berharap semuanya dibaca kemudian dikritik mas Prima, hehe

    ReplyDelete
  11. Blog saya rata2 makanan dan jarang ada yang komentar mengenai tulisan. Ada sih kayak peletakkan gambar dan typo dan saya justru seneng kalo tulisan saya dikritik. Saya ngerasa mereka bnr2 baca tulisan saya

    ReplyDelete
  12. Saya pribadi welcome banget Mas dengan kritik yang membangun. Malah saya jadiin catatan tambahan dan saya follow up di kemudian hari. Kalo kritik yang menjatuhkan alias nggak ngasih solusi dan cuma ngata-ngatain mah biasanya saya hapus. Nggak munafik, saya emang baperan AHAHAHA.

    ReplyDelete
  13. Aku percaya, "mendapatkan kritik membangun dari orang lain itu diperlukan untuk membawa kita ke level selanjutnya!"

    But, do remember, kritik membangun ya, bukan menjatuhkan ^^

    Tarik maaang...

    ReplyDelete
  14. kalau saya sih, komentar itu cuma sebagai penyemangat untuk terus berbagi aja. jadi ada atau gak ada yang penting nulis aja udah sharing , karena siapa tahu suatu saat tulisan saya berguna :p

    ReplyDelete
  15. aku kadang malah males balesin komentar :D
    *kecuali memang komentarnya dia pertanyaan

    ReplyDelete
  16. Dulu, waktu masih blogging di tumblr follower gue kayaknya lebih jujur ya dalam beropini. Nggak sekedar biar gue balik mampir ke blognya dia, tapi emang karna tulisan gue layak untuk dia baca.
    Pindahan blog jadi lain. Komennya baguuus semua. Padahal, adakalanya gue nulis untuk membangun opini publik. Gue juga pingin tahu sudut pandang dia itu kayak gimana terkait tulisan gue. Kan nggak nyambung ya?

    Paling males kalau lihat komen yang "Nice share" atau just say thank you.

    Kenapa jadi curcol ya.. wkwkwk... Btw, boleh lho kalau mau mampir dan kasih kritik. :)

    ReplyDelete
  17. Akuu banget, blogku juga sepi komen, paling mentok 1 2 yang komen. Ya, saya sadar. Itu akibat yang harus saya terima karena jarang ngeblog alias kurang konsisten.
    Kalau terkait komen negatif, pernah dikomen gara gara judulnya, tapi saya rasa judul yang saya buat baik tidak melanggar aturan, jadi ya saya abaikan saja komennya, macam kafilah yang berlalu.

    ReplyDelete
  18. Waaaah, saya bbrp Kali dikritik mas :). Buatku sih ga ada masalah ya kalo dikritik, asaaaaaaal secara sopan bahasanya. Aku nulis banyak ttg kuliner dan traveling. Reviewnya jujur dr hati. Jadi kalo ga enak, aku bakal tulis ga enak. Sooo, wkt itu ada bbrp orang yg tersinggung, dan nulis komen dgn kata2 mengancam, memaki, ga sopan dll. Untuk yg begini, aku pasti tendang ke spam.

    Tp ada yg mengkritik dgn sopan. Misalnya malah memberi saran untuk lbh halus menuliskan reviewnya, ato malah ksih alternatif, ini loh restoran lain yg sama2 menjual menu yg sama, tp rasanya lbh enak.

    Nah yg kayak gitu pasti aku trima dgn baik sarannya.

    Ada juga yg kritik pengunaan kata "kita" dan "kami". Itu bagus, krn memang aku msh kurang kalo tentang diksi yg benar.

    Intinya, kritik dgn sopan, aku bakal trima dgn baik :) .

    ReplyDelete
  19. Mantap sekali. Saya jadi tahu dimana kekurangan saya.
    Pesen lagi boleh ga, mas? :D

    ReplyDelete

Semua komentar masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.