Nov 8, 2018

Postingan Tanpa Gambar



Sebuah gambar bisa bercerita lebih banyak dibandingkan kata-kata. Di blog post, gambar memiliki peranan penting dalam mengkomunikasikan pesan kita terhadap pembaca.

Apalagi 90% penduduk bumi merupakan tipe visual yang lebih mudah mencerna informasi visual ketimbang tulisan belaka. 

Setidaknya buat saya, gambar berfungsi sebagai : 

  1. Menentukan tema/nuansa sebuah postingan
  2. Sebagai ilustrasi
  3. Tanda jeda, supaya pembaca tidak lelah terutama untuk postingan-postingan panjang (1000 kata atau lebih)
  4. Pemanis
Karenanya, saya selalu berusaha menyisipkan gambar di setiap postingan saya. 

Namun, apakah lantas menyisipkan gambar menjadi wajib hukumnya di setiap blog post?

Karena saya juga melihat beberapa blog seperti Jurnal Agus Mulyadi, blognya mas Pandji, atau beberapa blog luar seperti blognya Seth Godin atau Zen Habits, yang tampaknya tidak 'mengikuti aturan' ini.

Nyatanya, blog mereka juga ada yang baca, ada yang subscribe pula.

Nah loh, trus gimana dong?

Saya jadi ingat pas join #ODOP5 awal tahun ini, salah seorang mentor (yang saya lupa namanya...maaf ✌) bilang,

setiap tulisan itu memiliki pembacanya sendiri. 

Hmm... .

Bisa jadi sih. Menurutmu gimana? Lebih baik pakai gambar atau tidak? Atau beberapa postingan perlu pakai gambar, beberapa tidak. Misalnya kalau postingan buat lomba blog atau review, pakai gambar (selain wajib, juga biar kelihatan niat bikinnya).

Share opini kamu dong.

*****

Bagikan:

2 comments:

  1. Setuju sih. Setiap tulisan memang punya pembacanya sendiri. Adapun gambar memang diperlukan untuk menerangkan tulisan yang agak sulit dipahami.

    Kalo aku paling buat judul aja sih yang harus ada gambarnya. Hehe

    ReplyDelete
  2. Lebih enak pake gambar...biar ga bosen klo aku. Kecuali novel...

    ReplyDelete

Semua komentar masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.