Nov 25, 2018

Perlu Lebih Dari Sekedar Hati-Hati


Saya ingat jaman dulu, ketika saya masih bekerja di sebuah perusahaan farmasi di Sidoarjo, saya pernah mendampingi seorang rekan dalam mensosialisasikan budaya kerja aman.

Sebuah pertanyaan singkat ia ajukan kepada para peserta, "Bagaimana caranya supaya kita bisa bekerja dengan aman?"

Spontan, banyak yang menjawab kalau mau kerja aman, kita harus lebih hati-hati. Supaya tidak timbul kecelakaan kerja.

"Apakah cukup dengan lebih berhati-hati?" tanya rekan saya, membuat para peserta terdiam.

Memangnya ada yang salah ya dengan menambah kewaspadaan dan kehati-hatian dalam bekerja? Kan kalau memang mau aman ya harus mau ekstra hati-hati dong. Betul nggak sih?

Salah sih enggak. Tapi coba bayangkan kalau kita bekerja di tempat yang mengharuskan kita naik ke daerah tinggi. Sebanyak apa sih resiko kecelakaan yang bisa kita kurangi jika 'hanya' mengandalkan kewaspadaan dan kehati-hatian semata? Tanpa menggunakan alat pengaman atau pun metode lainnya.

Tak banyak bukan?

Ironisnya, saya yang dulu menertawakan jawaban para peserta, ternyata sekarang melakukan hal yang sama. Berbekal niat dan semangat, saya bertekad untuk ekstra hati-hati menyelesaikan setiap pekerjaan yang saya terima.

Nyatanya, saya juga masih sering 'kesandung' lho. Bahkan di lubang yang sama, 2 kali. Menyedihkan? Ya.

Ternyata hati-hati saja tidak cukup. Saya perlu menggunakan alat pengaman, untuk memastikan keamanan saya dan pekerjaan saya. Terlebih lagi, profesi saya di bidang HR menyangkut nasib orang.

Salah sedikit, orang lain yang harus menanggung akibatnya. Apalagi dengan banyaknya printhilan kecil-kecil di dalamnya. Membuat akurasi jadi harga mati di profesi ini.

Akurasi plus konsistensi, lebih tepatnya.

Belakangan, saya mulai mencoba mendisiplinkan diri untuk selalu membuat checklist sederhana. Berkaca dari kritik (baca : saran) yang pernah saya terima soal sistematika kerja.

Alhasil, setiap sebelum saya mulai mengeksekusi apapun tugasnya, saya selalu buat checklist berdasarkan tujuan dan proses-proses yang perlu dilalui dalam pencapaiannya.

Itu pun masih beberapa kali kelolosan juga, walaupun minor (tidak ada dampak kerugian bagi orang lain).

Hati-hati saja ternyata tidak cukup. Perlu sebuah sistem untuk memastikan segalanya benar dengan cara yang benar. Dan bicara soal sistem, yang penting bisa jalan dan berhasil. Simpel dan efektif.

Bagikan:

0 Tanggapan:

Post a Comment

Semua komentar masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.