Dec 7, 2018

Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga


Kalau di hadapanmu tersaji dua gelas susu segar. Gelas pertama berisi susu berkualitas tinggi dan harganya mahal, tapi ada lalatnya. Sedangkan gelas berdua, berisi susu biasa tapi bersih. Mana yang akan kamu pilih untuk kamu berikan ke anakmu?

Semoga, kamu masih cukup waras untuk memilih gelas kedua ya.

Banyak orang mengeluh ketika orang lain lebih mengingat kesalahan yang ia lakukan. Mereka merasa dirinya kurang dihargai, diapresiasi, dan dipuji.

Tapi, bukankah kakek dan nenek moyang kita jauh-jauh hari sudah mengingatkan kita kalau karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Sebaik-baiknya kita berbuat, bertindak, dan berlaku, tak akan ada artinya ketika kita melakukan sebuah kesalahan. Sekalipun kesalahan itu bagi kita adalah kesalahan kecil.

Jadi, daripada menghabiskan waktu mengeluhkan kenapa orang-orang cuma fokus dengan kesalahan kita. Kenapa nggak kita buat sebuah sistem yang cukup efektif untuk meminimalisir bahkan menghilangkan potensi terjadinya kesalahan? Karena berhati-hati saja tidak cukup.

Bagikan:

1 comment:

  1. Iya karena hati hati saja tidak cukup. kebaikan menggunung jika terjadi sedikit kesalaham, runtuhnya gung tersebu. Tul, sebaiknya kita kinsentrasi dengan bekerja lebih baik dan meminimalisir kesalahan.

    ReplyDelete

Semua komentar masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.