Jan 7, 2019

3 Hal Yang Bikin Bossmu, Nggapleki!


Boss vs Leader. Dua figur kepemimpinan yang selalu diperbandingkan satu sama lain. Herannya, boss selalu dilihat sebagai sosok antagonis, bengis, dan jahat. Sedangkan Leader, mendapat peran sebagai sosok yang ideal dan sempurna.

Entah siapa yang mengawali, memprovokasi, dan mempropagandakan sosok boss sebagai si jahat. Namun kalau mau ditelaah lebih jauh, saya melihat bahwa ternyata ada 3 faktor yang membuat sosok boss itu menjadi...kalau bisa dibilang, nggapleki.

1. Faktor Personal
Ini adalah faktor yang tidak bisa kita rubah sebagai manusia. Karena ini merupakan kehendak Tuhan YME.

Jangan protes, kenapa Tuhan menciptakan orang-orang nggapleki. Nanti kalau Tuhan mencabut nyawa semua orang nggapleki, bisa-bisa tar nyawamu ikutan kecabut. Atau lebih parah, nyawa orang di sebelahmu. Mau?

2. Faktor Atasan Yang Nggapleki
Nggak semua boss itu berada di puncak kekuasaan. Ada boss-boss tertentu yang masih punya boss di atas mereka. Bisa jadi, boss-nya inilah penyebab boss kamu jadi nggapleki.

Karenanya, alih-alih membenci, menghujat, mengumpat, bahkan menggunjing boss-mu di media sosial. Seharusnya kamu menunjukkan empati, simpati, bahkan bantuan supaya nasib buruk boss-mu bisa tereduksi.

Jangan sibuk meratapi nasib karena punya boss yang nggapleki, karena bisa jadi boss yang kamu benci, juga sedang membenci hidupnya.

3. Faktor Bawahan Yang Nggapleki
Selain atasan, bawahan yang nggapleki juga kerapkali menjadi penyebab utama seorang boss ikut nggapleki.

Bayangin kalau kamu sebagai seorang boss, punya bawahan yang disuruh A ngerjain B, disuruh selesai jam 10 lah baru mulai ngerjain jam 9.45, dikasih 10 tugas...yang selesai cuma 1 (sisanya si boss terpaksa turun tangan ngerjain), diajarin tapi ngeyel thok, dan lain-lain. Kira-kira, gimana nasib tekanan darah, kolesterol, dan gula darahmu kalau 10 tahun kerja sama orang seperti ini?

Walaupun demikian, tentunya sebagai manusia normal, lebih enak kalau kita menyangkal kenyataan ini. Paling mudah ya, salahkan saja si boss.


Nah sekarang, mari kita lihat sama-sama wajah boss kita masing-masing. Wajah yang penuh derita itu, yang kerapkali kita gosipin dan omongin tanpa sepengetahuan mereka. Sudah pantaskah ia menerima perlakuan tersebut dari kita yang notabene, dipekerjakan untuk menjadi solusi atas permasalahan yang ia hadapi dengan pekerjaannya?

Lalu, mari sama-sama berjanji pada diri sendiri,

  1. Jangan nggapleki sehingga menambah masalah mereka
  2. Jangan nggapleki waktu nanti giliran kita yang jadi boss


Setuju?

Bagikan:

4 comments:

  1. saya dulu juga punya bos yang gapleki. tapi penyebabnya setelah ditelisik karena dia gak tahan sama tekanan dari bos yang diatasnya

    ReplyDelete
  2. Sekarang saya yang merasakan punya bawahan yang nggapleki. Sebal, kesal, pingin salto. Tapi itu awal banget pas njabat. Alhamdulillah sekarang sudah mulai adaptasi dan terbiasa dengan kondisi tersebut. Jalan terus, pantang nyerah, pantang ngeluh, lakukan dengan sebaik mungkin apa yang bisa dikerjakan, sabar, dan terakhir musti ikhlas agar apa yang dilakukan dicatat sebagai amal kebaikan oleh Tuhan YME. Insyaallah pekerjaan akan terasa ringan.

    ReplyDelete
  3. untungnya saya ga punya bos nggapleki, selain itu saya sendiri juga ga nggapleki mas, jadi semua aman jaya kalau di kantor.. hehe

    ReplyDelete

Semua komentar masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.