Feb 4, 2019

5 Kebiasaan Orang Sukses Yang Perlu Kamu Tiru

Apa yang membedakan antara orang sukses dan orang gagal? Jawaban sederhananya adalah kebiasaan.

Orang sukses punya kebiasaan yang tidak dilakukan orang gagal. Demikian pula sebaliknya. Orang gagal punya kebiasaan yang tidak dilakukan orang sukses. Betapa sebuah hal sesederhana kebiasaan membawa perbedaan yang signifikan.


Tapi, apa sih kebiasaan orang-orang sukses itu?

Bicara tentang kesuksesan, kita bisa menemukan banyak sekali referensi dari mbah google. Namun dalam tulisan kali ini, saya mau sharing beberapa kesamaan dari orang-orang sukses yang ada di sekitar saya. Mereka yang awalnya seorang operator, tapi kini telah berada di posisi manajerial.

Setidaknya saya melihat ada lima hal yang mereka lakukan sehingga mereka berhasil meraih kesuksesan.

1. Melihat Sesuatu Secara Utuh
Setiap organisasi memiliki proses bisnis masing-masing. Tak jarang, proses tersebut saling berkaitan satu sama lain. Buat saya, tidak ada yang lebih menyebalkan ketika saya bertanya pada seseorang mengenai alasan pengerjaan sebuah proses, lalu jawabannya adalah, “Wah ya nggak tahu.”

Bayangin, kalau kamu masuk ke sebuah toko dan melihat dua baju bagus tapi harganya beda. Penasaran kan, kenapa kok harganya beda. Terus tanya ke mbak/mas yang jual…eh dijawab, “Wah ya nggak tahu.”

Kira-kira gimana nasib mbak/mas itu kalau setiap kali kamu tanya tentang barang-barang di situ, dia konsisten dengan jawaban, “Wah ya nggak tahu.”

Iki niat dodolan opo ora (niat jualan atau tidak) kan gitu jadinya.

Jarang dan hampir nggak pernah, saya mendapat jawaban seperti ini dari orang-orang sukses. Malah mereka bisa cerita panjang lebar tentang apa yang mereka kerjakan dan kenapa mengerjakannya seperti itu. Bahkan mereka tahu apa dampak dari kesalahan mereka terhadap proses selanjutnya di divisi atau departemen lain.

Singkatnya orang-orang ini bukan sekedar bekerja wis pokoke garapanku mari (yang penting kerjaan saya selesai), tapi mereka sangat memahami sampai akar, esensi dari apa yang mereka kerjakan. Termasuk, kenapa mereka mengerjakannya seperti itu dan bagaimana dampaknya terhadap proses lain bila kualitas pekerjaan mereka buruk.

2. Memiliki Visi
Hampir semua orang sukses yang saya kenal pasti memiliki visi atau pandangan ke depan. Seperti apa saya 5 tahun dari sekarang, tim seperti apa yang mau saya bangun, dan sebagainya.

Kalau kata paman saya, Stephen R Covey, mereka ini orang yang begin with the end. Mereka sudah punya gambaran, hasil akhirnya itu seperti apa dan itu yang membuat mereka menjadi pribadi yang efektif.

Bandingkan dengan orang yang hidup tanpa visi. Hidup mengalir seperti air, padahal air selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah.

Selain memiliki visi pribadi, mereka juga paham apa visi organisasi. Jadi mereka bisa menyesuaikan mau mereka dengan visi organisasi. Alias nyambung. Bukan semaunya sendiri. Organisasi mau ke kanan, eh dia belok kiri. Disuruh A, yang dikerjain Z.

Kalau dipikir-pikir, ibarat nyari jodoh. Kamu (ya kamu, jomblo yang ngaku single), juga perlu punya visi seperti apa sih jodoh yang kamu mau. Soalnya, kalau kamu aja nggak tahu maumu apa, gimana temen-temenmu bisa nyariin calon yang ‘sesuai’ sama kamu.

3. Membangun Relasi Positif
Kita ini by default diciptakan dengan keterbatasan. Semua orang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kita bukan Superman yang bisa semuanya sendirian. Bukan pula Suparmin (nama samaran) yang nggak bisa apa-apa. Tapi kita bisa bersinergi menggabungkan kekuatan kita dengan orang lain untuk meraih meraih hasil yang luar biasa.

You can’t save the world alone

Bedanya orang sukses dan gagal adalah, orang sukses paham betul bahwa ia tak mungkin mencapai tujuannya sendirian. Bisa karena keterbatasan kemampuan atau otoritas. Karenanya, mereka menggandeng orang lain, bekerja sama, dan pada akhirnya mereka mampu mencapai tujuan mereka.

Ibarat sepak bola. Mereka bukan orang egois yang harus mencetak gol. Mereka hanya perlu tim mencetak gol sebanyak-banyaknya dan kebobolan sesedikit-sedikitnya, terlepas apakah nama mereka muncul di papan skor atau pun tidak.

4. Eksekusi
Punya ide itu mudah. Yang sulit adalah mengeksekusi ide tersebut menjadi sebuah rencana kerja yang jelas dan terukur.

Orang yang sukses punya segudang ide kreatif untuk ‘memperbaiki keadaan’. Yang membedakannya dengan orang gagal adalah, alih-alih berkoar-koar di media sosial, ia mencoba ide itu. Bersama-sama dengan tim ia membuat sebuah mini project untuk mencari tahu apakah idenya itu bisa dilakukan atau tidak.

Setelah ia yakin ide tersebut bisa dilakkan, barulah ia datang ke pihak dengan otoritas lebih tinggi untuk ‘menjual’ ide tersebut. Alih-alih berkata, “Saya punya ide bagus, saya yakin ide ini bisa dikerjakan dan hasilnya baik,” mereka memilih untuk berkata, “Saya punya ide dan sudah saya coba beberapa waktu lalu, hasilnya baik, saya rasa kita bisa memperbaiki kinerja dengan melakukan ini.”

Apa bedanya? Sederhana. Yang satu berdasar asumsi, satunya berdasarkan fakta. Dan kalau kita memposisikan diri sebagai pemilik bisnis, kita mau dengar asumsi atau fakta sih dari karyawan kita? Kita mau investasi pada sesuatu yang jelas atau yang burem?

Niat baik saja belum cukup. Lakukan!

5. Tanggung Jawab
Pernah nggak kita bertanya pada diri sendiri, kenapa sih perusahaan mempekerjakan kita? Dari sekian juta penduduk dan ratusan pelamar, kenapa kita yang dipilih sih?

Begini alasannya, kita dinilai mampu menyelesaikan masalah yang sedang perusahaan hadapi.

Dari resume kita, pengalaman, dan juga hasil asesmen menunjukkan bahwa we are the man. Dan itu pula yang menjadi ekspektasi perusahaan pada kita.

Lalu, apa yang terjadi? Kita lebih banyak memberi tahu apa-apa yang tidak bisa dilakukan daripada apa yang bisa dilakukan. Kita mengeluh tentang 1001 masalah yang kita hadapi, yang kita anggap menghambat pekerjaan kita.

Well…here’s the thing, perusahaan mungkin sudah tahu masalah yang kamu hadapi jauh sebelum kamu cerita. Justru karena itulah kamu dibayar. Mereka mau solusi, bukan cuma informasi ada yang salah.

Orang-orang sukses yang saya kenal, mereka memilih untuk menjadi bagian dari solusi. Sedangkan orang gagal dengan mudahnya terbawa arus masalah.

Ketika menghadapi masalah, pertanyaan yang terlontar pertama kali dari orang-orang sukses adalah, “Bisa nggak ya?” Sebaliknya, orang gagal akan sangat mudah berkata, “Ya nggak bisa.”


Everything is impossible until it’s not.
kebiasaan-sukses

Nah, jadi itulah beberapa kebiasaan yang dimiliki oleh orang sukses. Kalau kamu tertarik mencoba, saya perlu ingatkan di awal, kalau yang namanya sukses itu tidak mudah. Sederhana, tapi tidak mudah. Jadi, kamu perlu sabar menjalani prosesnya dan terus mengingatkan dirimu kenapa kamu mau melakukan ini.

Setidaknya ada satu manfaat yang kamu bisa peroleh dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan ini, kredibilitas.

Pernah nggak kamu ketemu dengan teman kantor yang berniat memulai bisnis tapi mengalami kendala dari sisi modal? Sepertinya, modal (uang) sering kali menjadi alasan buat orang untuk tidak memulai bisnis impian mereka. Apa kamu setuju?

Memang tidak punya uang itu masalah. Namun, di dunia bisnis, kadang bukan soal berapa uang yang kamu punya di awal. Melainkan, siapa kamu. Kenapa orang harus membeli dari kamu? Kenapa mereka harus menghubungimu ketika mereka membutuhkan jasa dari seorang profesional? Bisakah kamu menjadi solusi dari permasalahan mereka dan sebagai balasannya, mereka rela membayarmu mahal?

Jawabannya, adalah kredibilitasmu sebagai seorang problem solver. Dan, menerapkan kebiasaan-kebiasaan orang sukses ini, selain membuka peluangmu untuk meraih karir yang lebih tinggi. Kamu tanpa sadar sebenarnya sedang membangun sebuah portofolio pribadi. Kamu sedang membangun personal brand-mu sebagai seorang problem solver.

Rekan kerja, atasan, bawahanmu hari ini adalah calon klienmu di masa depan. Bangun dan jaga kredibilitasmu di mata mereka.

Perlu diingat bahwa kita tidak bisa selamanya menjadi karyawan. Akan ada waktunya bagi kita untuk berhenti bekerja, meninggalkan status karyawan. Suka rela maupun terpaksa. Mungkin kita akan mulai perusahaan kita sendiri, bisnis kita pribadi. Jadi, kenapa tidak meninggalkan sesuatu yang baik bagi perusahaan tempat kita bekerja.

Bicara tentang memulai usaha, salah satu kendala yang juga cukup sering dihadapi oleh pengusaha yang merintis usahanya adalah dari sisi lokasi yang strategis.

Mau buka kantor di rumah, eh lokasi jauh dari pusat kota dan sulit untuk diakses oleh calon klien. Sewa kantor di daerah tengah kota, tentunya harus merogoh kocek yang cukup dalam. Namun, kalau tidak punya kantor, kredibilitas kita dipertanyakan. Jangan-jangan perusahaan abal-abal.

Sejalan dengan perkembangan teknologi dan banyaknya perusahaan-perusahaan start up, kini sudah ada solusi buat kamu yang berencana memulai bisnis, tapi bujet terbatas untuk menyewa kantor fisik dan membiayai keperluan operasionalnya. Kenapa tidak menggunakan virtual office?

Virtual office alias kantor virtual, sesuai namanya adalah sebuah ruang kantor yang disewakan secara virtual. Sederhananya, kamu mendaftarkan perusahaanmu di salah satu lantai sebuah gedung dan menyewanya secara virtual.

Beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan dengan menggunakan virtual office dibandingkan menyewa kantor fisik antara lain,

  1. Kamu akan memilki alamat resmi perusahaan.
  2. Mendongkrak nilai brand perusahaanmu
  3. Fleksibilitas tempat
  4. Anti macet dan bebas parkir
  5. Hemat waktu
  6. Hemat biaya
kompetisi blog bersama Office99 dan C2Live
 
Dengan kelebihan-kelebihan tersebut dibandingkan dengan kantor fisik, tak heran banyak perusahaan yang memilih konsep virtual office untuk perusahaan mereka. Ada banyak penyedia virtual office di Indonesia, salah satunya adalah Office99 yang berlokasi di Tangerang, Banten. Paket yang ditawarkan pun beragam, mulai 2,8 juta per tahun kamu sudah bisa memiliki smart and virtual office kamu.

Sebaik-baiknya bisnis adalah bisnis yang dijalankan kan? Jadi jangan biarkan masalah ruang kantor menghentikanmu untuk membangun kerajaan bisnismu sekarang. Kan sekarang sudah ada #office99.



Disclaimer
Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competition Office99 bersama C2 Live.

Bagikan:

3 comments:

Semua komentar masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.