Alasan Saya Tidak Ngeblog Setiap Hari

Perlukah Ngeblog Tiap Hari?

Sejujurnya, saya nggak tahu. Ada yang bilang, semakin banyak jumlah postingan, makin baik.

Maksudnya, image blog kita di mata mesin pencari itu lebih baik dibanding blog yang isinya jarang-jarang.

Di awal 2017, saya gabung dengan komunitas ODOP dan ikutan program One Day One Post Batch 5. Seperti namanya, seluruh peserta ODOP (baca : ODOP-ers) wajib mengupdate postingan setiap hari tanpa putus selama 2 bulan.


Selain posting, ODOP-ers juga wajib blogwalking ke blog sesama ODOP-ers dan meninggalkan komentar di situ.

Ada plus-minus selama melakukan ODOP. Dan kalau kamu berniat untuk ng-ODOP, saya mau share beberapa dari pengalaman saya melakukan ODOP. Mungkin bisa jadi bahan pertimbangan sebelum memulai ODOP.

Keuntungan Ngeblog Tiap Hari

Ada beberapa manfaat yang saya rasakan dari ODOP, antara lain :

1. Melemaskan otot menulis

Nulis itu seperti otot, semakin sering dilatih maka akan semakin kuat. Kalau nggak pernah dipakai, ya lama-lama letoy. Kalau pernah dilatih dan lama ‘diliburkan’ akhirnya nglentruk juga.

Karena itulah, kita perlu melatih otot menulis. Dalam jumlah dan intensitas yang cukup.

Setelah 2 bulan mengikuti ODOP, saya merasa saya mampu menulis lebih cepat dan mudah. Terlepas dari kualitasnya yang masih acak-acakan, typo, struktur yang nggak karu-karuan. Rata-rata dalam 15 menit, saya bisa menghasilkan 300 kata.

2. Membangun pondasi dasar seorang narablog

90% aktivitas blogging adalah menulis. Mau nulis di blog sendiri, blog orang, nulis komentar, sampai mempromosikan konten blog di media sosial.

Jadi, kalau nulisnya jarang-jarang apalagi sampai malas ya susah.

ODOP akan sangat membantu membangun pondasi dasar yang kita perlukan untuk menjadi seorang narablog. Dengan ‘memaksa’ diri untuk konsisten nulis tiap hari, lama-lama kita jadi terbiasa, dan akhirnya bisa nulis dengan mudah.

Awalnya terpaksa jadi bisa, lama-lama terbiasa

3. Melatih kedisiplinan

Konsisten merupakan hal terpenting untuk sukses dalam bidang apapun. Demikian pula dengan narablog. Namun sayangnya, terpenting tidak berarti termudah.

Banyak cerita narablog yang pensiun dini karena tidak mampu menjaga konsistensinya. Mungkin kamu juga kenal salah satu di antara mereka.

Sukses di bidang apapun itu perlu diupayakan. Ada kalanya, passion saja nggak cukup untuk membuatmu survive. Kamu perlu melakukan sesuatu yang sering kali nggak nyaman untuk dilakukan untuk meraih kesuksesan.

Salah satunya adalah mengupayakan konsistensimu ngupdate postingan blog.

4. Menaikkan jumlah traffic

Sebenarnya ini hanya efek samping saja, karena ketika gabung di ODOP Batch 5, semua peserta wajib blogwalking ke blog peserta lain. Alhasil, mau nggak mau jumlah pengunjung blog pun meningkat.

Walaupun begitu, tetap saja menyenangkan ya melihat angka grafik pengunjung kita merangkak naik.


Photo by Shirly Niv Marton on Unsplash

Tantangan Ngeblog Tiap Hari

Seperti saya bilang di awal. Walaupun ODOP itu sangat bermanfaat, tapi tetap saja tidak mudah. Ada saja kesulitan dan tantangan yang akan setia menemani perjalanan kita selama 2 bulan ng-ODOP.

Berikut adalah sekelumit cerita yang saya alami,

1. Konsistensi

Saya nggak akan mengingkari kalau menjaga konsistensi itu nggak gampang. Mulai dari semangat yang naik turun, hingga faktor-faktor eksternal di luar kendali kita.

Dengan aktivitas-aktivitas lainnya di pabrik maupun rumah, yang tidak hanya menguras tenaga dan waktu, terutama fokus kita, tidak mudah untuk terus menulis.

Yang saya alami, karena terlalu fokus nulis (kejar setoran) membuat beberapa prioritas saya jadi kacau balau. Dan sebaliknya, saat saya fokus ‘memperbaiki’ keadaan, saya jadi ndak bisa nulis.

Di sini saya ada dalam situasi di mana passion dan tanggung jawab saling berlawanan. Menulis adalah passion saya, tapi di satu sisi saya punya tanggung jawab yang wajib saya selesaikan.

2. Kualitas

Jujur saya harus akui, sulit sekali menjaga kualitas tulisan-tulisan saya waktu ikut ODOP.

Gimana nggak, tiap hari harus posting. Sementara aktivitas saya tidak hanya ngeblog. Ngeblog itu perlu waktu dari proses awal menulis draft, sunting, finishing, sampai posting.

3. Waktu

Membuat konten berkualitas itu perlu waktu yang kebetulan saya tidak punyai. Pernah, karena sangking bernafsu nulis, saya sampai mencuri-curi waktu di pekerjaan dan di rumah, ‘hanya’ untuk nulis.

Bodoh? Ya, saya memang bodoh ketika itu. Bagaimana bisa, saya mengorbankan sesuatu yang sangat penting hanya untuk memuaskan passion saya nulis.

Untung sih keburu sadar. Kalau nggak, mungkin hidup saya sudah lebih nggak karu-karuan dari sekarang.

Pada Akhirnya…Temukan Ritme Yang Sesuai Untuk Dirimu Sendiri

Photo by Jens Kreuter on Unsplash

Saya nggak bisa pungkiri, ODOP itu bagus dan bermanfaat. Melakukan ODOP, menambah banyak sekali nilai buat saya sebagai seorang narablog.

But…it’s not for me.

Ngeblog tiap hari bukan untuk saya. Nggak jelek, hanya saja itu di luar kapasitas saya saat ini. Sesederhana itu.

Alih-alih ngeblog tiap hari, saya memilih untuk hanya posting 1-2 kali seminggu. Angka ini mungkin nggak terlalu ‘wah’ buat sebagian orang. Namun, itu adalah angka yang cukup reasonable dan paling penting doable buat saya.

Beberapa pertimbangannya adalah :

  1. Saya mau menjaga kualitas postingan-postingan saya. Artinya saya hanya memposting tulisan terbaik saya saat itu. Nggak sempurna memang, tapi yang terbaik yang bisa saya buat saat itu.
  2. Ngeblog itu nggak cuma nulis, publish, finish. Ada hal lain yang perlu dilakukan semua narablog seperti : menata tampilan sebuah blog post biar mudah dibaca, blogwalking, promosiin konten, dan lainnya.
  3. I have a life to live with. Ini yang paling penting. Kebetulan saat ini, ngeblog masih menjadi hobi dan belum profesi. Saya punya kehidupan yang menuntut tenaga, waktu, dan perhatian saya. Dan bad news-nya, nggak ada yang namanya hidup seimbang. Akan selalu ada yang kamu korbankan dalam setiap pilihan yang kamu ambil. Pertanyaanya, apakah itu sepadan dengan pengorbananmu? Kalau enggak, yuk dipikir lagi sebelum melangkah lebih jauh, terlalu jauh sampai susah balik.

Kesimpulan

ODOP sangat bermanfaat buat kamu yang baru mulai ngeblog atau kelamaan break  dari aktivitas ngeblog. Terlepas dari apakah kamu melakukannya sendiri atau bareng teman-teman komunitas.

Saya masih nulis tiap hari. Hanya saja nggak semua diposting. Menulis masih passion saya, tapi saya juga nggak berencana untuk mengorbankan hal penting lainnya seperti pekerjaan dan keluarga saya untuk nulis.

Saat ini, saya mau fokus untuk menjaga kualitas konten yang saya buat. Baik dari isi maupun visualisasi. Dan buat saya, sulit melakukan itu kalau saya harus posting tiap hari.


Bagaimana denganmu? Seperti apa sih ritme blogging yang sesuai buat kamu?

25 comments

  1. Sementara ini sy jg ngeblog sebatas hobi sj.awalnya krn saking rajin seminggu 3x tp kok terlalu memaksa seperti dikejar"utang...akhirnya seminggu cm 2x semampu sy sj... Soalnya sy jg msh kepingin ngelakuin hal lain gak cm nulis aja... Itu aja sih mas


    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mbak Heni, makasih ya sharingnya. Emang kalau kita ngeblog karena hobi, ada baiknya kita tetap menjaga unsur 'fun' di dalam melakukan hobi tersebut ya.

      Daripada terlalu maksa akhirnya malah nggak bisa menikmati. Betul nggak>

      Delete
  2. Waaah makasih sharingnyaa mas, kalau saya pribadi target setidaknynya satu minggu satu tulisan, kalau lebih dari itu baguus banget. Saya belum pernah ikutan ODOP mas, gasanggup wkwkw masih banyak yg melambai" ingin dikerjakan juga TT salut bangeeet buat blogger" yg bsa ODOP gtu, kecee konsistensi dan komitmennya 😁😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak Lucky, posting seminggu sekali menurut saya sudah cukup bagus. Karena selain ada aktivitas lain yang harus dikerjakan, untuk membuat satu tulisan yang berkualitas dan bisa dibaca itu juga perlu waktu.

      Saya sendiri nggak sanggup kalau harus ngeposting saban hari dan menjaga kualitas tulisan saya secara bersamaan.

      Makanya saya bilang, ODOP is good, but it's just not for me. Nggak untuk saat ini, minimal.

      Delete
  3. kalau saya seminggu sekali untuk blog mamahtira, satu kali untuk blog fiksitira, dua kali di kompasiana, satu kali di indoblognet

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah total 5 kalo posting tuh bun. Keen!!

      Kalau saya mah nggak sanggup. Tapi saya rasa semua orang punya pilihan untuk ngatur frekuensi posting yang sesuai buat mereka kan ya.

      Salut buat dirimu.

      Delete
  4. Wah hebat pak ikut ODOP. Kalau ikut ODOP gitu temanya bebaskah dan banyaknya berapa kata? Kayaknya kalau nulis setiap hari selama temanya bebas dan banyaknya kata juga bebas, itu enak ya. Tapi kalau diwajibin hrus BW juga baru aku nggak nyaman hihihi. Tapi katanya juga ya. Yang namanya beneran penulis itu pasti nulisnya setiap hari. Nggak harus nulis di blog, yg pentinh nulis aja. Aku juga nggak tahu apa passion aku ini nulis atau bukan. Cma nulis aja apa yang di kepala ama perasaan hihii. Yang penting nyaman . Makanya aku ga jago klo disuruh nulis soal produk2 gtu. Kcuali emang dipake. Aku ga bisa nulis tema yang ga aku sukai. Ga jago hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pernah ikut ODOP Bun, tapi ya gitu...bolong-bolong juga hehehe... .

      Waktu ikutan ODOP dulu, seminggu sekali ada namanya challenge. Di situ udah ditentuin tema tulisannya. Apakah esai, fiksi, dll. Paling berat nulis fiksi memang, lah secara bukan minat saya.

      Untuk BW, memang itu part of the program Bun. Dan saya sekata sama dirimu, BW is fine, tapi ketika BW jadi kewajiban...waduh, susah juga ya. Mau komen apa coba.

      Ngomong soal Passion, emang menemukan passion nggak semudah melambaikan tangan. Saya aja awalnya emoh-emoh sama yang namanya nulis. Lah kok dikasih kerjaan yang mengharuskan nulis. Sampai akhirnya, nulis jadi mengasyikkan buat saya.

      Menurut saya, sebaiknya ketika kita nulis di blog, selain ngeluarin isi kepala...ada baiknya kita juga mempertimbangkan faedahnya buat pembaca.

      In short, write with your heart...publish with your head.

      Delete
  5. Nulis setiap hari kalau temannya bebas, asyik2 aja Mas. Cuman kalau ditentuin, bingung juga kalau tudak sesuai dgn Niche blog kita.

    Sy sangat sepakat dgn Mas. Menulis harus kita sesuaikan dgn ritme kita. Makasih mas

    Monggo singgah di www.abdulmajid.id

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah berbagi. Pada akhirnya, apa yang jalan buat si A belum tentu cocok buat kita.

      Kalau kata pepatah, ambil yang baik tinggalkan yang buruk (buruk = yang nggak applicable).

      Delete
  6. I have my own life. Ngeblog itu masih sebatas hobi saja buat saya, karena saya juga seorang karyawan. Kalo libur, dan gak malas, biasanya menghasilkan artikel dan bewe.

    ODOP sepertinya perlu juga untuk melatih kedisiplinan dan konsistensi dalam menulis...

    Nice sharing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Mas Hendra sharing-nya. Memang displin dan konsisten nulis itu nggak bisa alamiah, perlu 'dipaksa'.

      Saran saya, coba aja nulis setiap hari, tanpa perlu diposting. Setidaknya kita bisa punya tabungan draft. Tinggal nanti ditengok lagi untuk proses selanjutnya (editing & finishing).

      Happy blogging!

      Delete
  7. bener mas, ngeblog tiap hari itu ada plus minusnya, tapi kita sama, ngeblog challenge begitu bukan untuk kita. saya lebih mengedepankan kualitas dari pada kuantitas, sampai saat ini saya cuma nulis 2 minggu sekali, tapi fine2 aja, dan bahagia. eh, btw trafik saya tetap naik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengalaman saya sih, daily blogging itu cocok buat latihan. Itung-itung ngelemesin jari lah. Saya sendiri sekarang sudah melihat blogging bukan sekedar menyalurkan hobi nulis, tapi juga bagaimana apa yang saya tulis bisa add values buat pembaca.

      Kuantitas itu bagian dari kualitas mas Sabda. Kalau menurut saya, great quality comes in right quantity.

      Happy blogging!

      Delete
  8. nulis tiap hari, itu jg ga cocok buatku mas :D. ntahlah kalo aku ga kantoran, dan hanya di rumah, mungkin itu bisa. tp dgn load kerjaan kantor yg nyita waktu banget, dan aku hrs konsentrasi full, ga mungkin lah disambi dgn menulis juga.

    biasanya aku update blog itu seminggu sekali. paling telat 2 minggu sekali. itu wkt yg pas. aku masih bisa bikin konten yg sesuai niche, dan selama seminggu itu aku bisa promosiin, sekalian BW ke blog temen2. rasanya yaaa, nulis aja, tiap hari, tp ga interaksi dgn temen2 di komen, kyk ada yg kurang kalo buatku :) .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak Fanny. Karena yang namanya blogging itu nggak cuma nulis-publish-finish.

      Selain blogwalking, ngerespon komentar visitor blog kita juga termasuk blogging. Dan...it takes time.

      Tapi bukan berarti daily blogging itu jelek. It simply not for us mungkin.

      Delete
  9. Saya awalnya pengen ikutan ODOP sebagai challange diri sendiri buat menulis, tapi setelah saya amati ritme saya sendiri, sepertinya untuk saat ini belum cocok :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mbak Zulaeha, makasih ya sudah berbagi. Tetap semangat blogging ya.

      Delete
  10. yaaa aku pun juga gak bisa kalo tiap hari...
    kriting juga tuh jari kalo tiap hari ngetik terus..

    kalo aku sih tipe orang yang nulis kalo lagi mood aja.
    dan juga tipe orang yang nulis kalo lagi ngejar duit lomba

    mwehehehe *ketawa jahat*

    ReplyDelete
  11. wah, saya setuju banget tulisan mas Prima. Saya pernah berusaha ikut ngODOP tapi hidup jadi nggak tenang. Padahal menulis buat saya untuk ketenangan jiwa, so..? alhamdulillah jadi tercerahkan baca tulisan ini hehe..

    ReplyDelete
  12. Mantap bang. Orag ODOP juga ternyata.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, dulu pernah ikutan ODOP...tapi gagal konsisten hehehe.

      Delete
  13. Tos, Mas!

    Aku dari dulu lambai-lambai bendera putih untuk ODOP.
    Ga kuat, biar Dilan aja, hahaha.

    Posting blog juga, paling 1-2 seminggu, karena memang membuat konten berkualitas sekaligus nyaman dibaca menurutku, perlu waktu. Kayak cinta gitu, eh gimana, hahaha.

    Selain nulis masih ada prioritas lain juga, tos lagi deh, Mas.

    ReplyDelete

Post a Comment