Saturday, May 11, 2019

Cara Memasukkan Batu Dan Pasir Ke Dalam Wadah


Bayangin di depanmu ada 3 buah benda, batu, pasir, dan sebuah wadah. Tugasmu adalah mengisi wadah tersebut dengan batu dan pasir. Jadi, bagaimana caramu mengisi wadah itu?

Apakah kamu akan memasukkan pasir lebih dulu?
Atau, kamu akan memasukkan batu duluan?

Kalau yang kamu dahulukan adalah pasir, berapa banyak batu yang bisa masuk? Bila batu yang masuk lebih dulu, sebanyak apa pasir yang bisa kamu masukkan?

Bagaimana bila kita menganalogikan batu sebagai kebutuhan dan pasir sebagai keinginan. Seperti halnya batu yang keras dan solid. Kebutuhan-kebutuhan dasar kita pun sebenarnya sama. Karena itulah kita menamainya kebutuhan. Keras, solid, dan tidak bisa dikompromikan.

Pasir, adalah sebuah gambaran dari keinginan. Kecil tapi banyak. Bahkan tak terhingga. Sulit sekali untuk mengetahui dengan pasti jumlah butiran pasir yang ada di genggaman. Seperti halnya dengan keinginan. Sebagai manusia, kita punya banyak keinginan. Seiring berjalannya waktu, keinginan-keinginan itu tidak berkurang tapi terus bertambah hingga tak terhingga.

Masalahnya, ruang (wadah) yang kita miliki terbatas untuk keduanya.

Apabila kita penuhi wadah itu dengan pasir, artinya kita ‘mengorbankan’ kebutuhan-kebutuhan dasar dan menggantikan tempatnya untuk memenuhi keinginan-keinginan kita.

Namun, bila kita jejali wadah itu dengan batu, hidup kita mungkin akan membosankan, kurang variasi, dan pada akhirnya menciptakan keresahan pribadi.

Tapi tunggu dulu.

Kenapa kita harus mengisi penuh wadah tersebut sih? Bagaimana bila kita hanya mengisi setengahnya, lalu setengah sisanya kita biarkan kosong. Apakah itu akan menjadi masalah?

Kita memang memiliki kebutuhan dan keinginan, dan ruang yang terbatas untuk keduanya. Tapi, berapa banyak yang mau kita masukkan, sepenuhnya adalah keputusan kita.

Jadi berapa banyak batu dan pasir akan masuk ke dalam sebuah wadah?

Bagi Ke Teman:

0 tanggapan:

Post a Comment