Waktu Berkualitas Bersama Keluarga


Harta yang paling berharga, adalah keluarga
Istana yang paling indah adalah, keluarga

Photo by Liv Bruce on Unsplash
Rasanya kita sudah tak asing lagi dengan lirik Harta Berharga yang menjadi soundtrack Keluarga Cemara ini. Sebuah film lawas yang diangkat ke layar lebar tahun lalu.

Saya sendiri belum sempat nonton film ini, jadi ya saya nggak bisa cerita banyak. Apa yang mau saya tuliskan kali ini adalah mengenai bagaimana kita memaknai keluarga, harta paling berharga ini. Sudah kah kita memperlakukannya selayaknya harta berharga? Atau, jangan-jangan kita sering kali take it for granted.

Kisah Raja Midas

Ada sebuah cerita menarik tentang seorang raja yang begitu mencintai emas bernama Raja Midas. Dikisahkan Midas yang telah berjasa kepada Dionysus, Dewa Anggur, meminta agar ia memiliki kemampuan untuk merubah semua yang ia sentuh menjadi emas. Dionysus pun mengabulkan permintaan Midas.

Senang bukan kepalang, Midas kembali ke istananya dan merubah seisi istana menjadi emas. Semua yang ia sentuh berubah menjadi emas. Termasuk makanan dan minuman, sehingga membuatnya khawatir akan mati kelaparan dan kehausan.

Namun, petaka yang lebih buruk terjadi. Tanpa sengaja Midas menyentuh putri semata wayangnya dan dalam sekejap ia pun berubah jadi emas.

Midas begitu sedih dan meminta Dionysus mencabut kemampuannya itu. Dionysus memerintahkan Midas untuk membasuh tangannya dengan air dari Sungai Pactolus. Seketika itu Midas bergegas ke Sungai Pactolus dan segera membasuh tangannya. Dan, kutukan sentuhan emas itu pun berakhir.

Midas begitu bahagia melihat putrinya kembali seperti sedia kala. Ia kini menyadari bahwa ada harta yang begitu berharga...jauh lebih berharga dibandingkan emas.

Moral Cerita

Cerita Raja Midas ini mengajarkan bahwa betapapun berharganya harta benda, tetapi tidak ada yang bisa menggantikan keluarga.

Walaupun, sungguh sangat ironis betapa seringkali kita (saya) mengorbankan keluarga untuk hal yang lain. Waktu yang habis banyak dalam pekerjaan, menyisakan kurang dari 3 jam efektif bagi saya menemani anak dan istri saya. Itu pun sudah sibuk sendiri mengurus kewajiban-kewajiban rumah tangga seperti membersihkan rumah, menyuapi anak, mencuci piring, dan lainnya. Praktis, hampir tidak ada waktu untuk sekedar bercakap-cakap santai atau bermain bersama anak.

Yang tersisa hanya akhir pekan.

Ada yang bilang kualitas lebih penting daripada kuantitas. Namun, dalam hal kebersamaan bersama keluarga, saya percaya bahwa quality time comes in a right quantity.

Bagaimana denganmu?

9 comments

  1. kami juga punya waktu yang sangat longgar ketika weekend. di momen itulah kami selalu menyempatkan untuk entah bermain sama anak, ngajak jalan-jalan di CFD, pergi ke taman kota. atau sekedar main di rumah aja. yang penting kami bahagia dan menikmati kebersamaan dgn keluarga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menghabiskan waktu bersama keluarga memang tak terganti ya mbak.

      Delete
  2. terimakasih ceritanya, buat perenungan diri, ya keluarag lebih epnting dari segalanya , susah dan senang bisa dinikmati bersama

    ReplyDelete
  3. aku dan suami kadang suka ngerasa bersalah juga krn waktu kami berdua banyak habis di kantor. aku jam 5 pagi udh berangkat ke kantor, dan pulang jam 8/9 malam. suami agak santai pulangnya krn waktu kerja dia fleksibel, tp pulangnya jd lbh malam lgi. untungnya memang anak2 dihandle ama babysitter yg kita udh percaya banget.

    tp tetep aja, kadang sih, apalagi kalo si bungsu tiap di telp pasti yg ditanya, mau pulang jam brp mi. :(

    utk skr ini, aku memang ga bisa janjiin kuantitas ketemu yg lbh sering, tp aku pastiin kualitasnya terjaga. tiap thn juga aku arrange liburan sekeluarga yg mana kami ber4 ato kdg ber6 ama para asisten utk liburn bareng yg lama. cari tempat yg anak2 suka juga, jd mereka ttp happy.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dilematis memang ya mbak, karena hidup nggak pernah benar-benar bisa seimbang. Ada yang perlu dikorbankan untuk mendapat sesuatu.

      Semoga segera diberi jalan supaya kuantitas waktu berkualitas sama keluarga bisa bertambah ya.

      Delete
  4. seringkali baik ayah maupun ibu begitu sibuknya sibuknya kerja sampai lupa bahwa family time terutamanya dengan keluarga adalah hal yang penting untuk tetap menjaga keutuhan keluarga. Terima kasih sudah mengingatkan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Self reminder buat saya juga ini mbak 😊

      Delete
  5. Cerita ini inspiratif banget buat saya. Jadi bahan buat evaluasi yang memang selama ini kurang memberi waktu untuk anak dan istri. Terimakasih atas ceritanya. Salam bahagia dari Bondowoso..

    ReplyDelete

Post a Comment

Pages

© 2019

Prima G Chandra