Memaafkan Masa Lalu


Salah satu nasehat untuk hidup bahagia adalah dengan memaafkan orang-orang yang telah memperlakukan kita dengan buruk di masa lalu.

Menerima dan memaafkan perlakuan buruk mereka, bukan karena mereka layak dimaafkan. Namun, karena kita layak hidup bahagia. Tanpa dihantui perasaan dan emosi negatif terhadap siapa pun.

Maafkan mereka semua, tanpa kecuali, termasuk diri kita sendiri.

Bukankah kita juga satu di antara mereka yang memperlakukan diri kita dengan buruk?

Kecemasan berlebihan dalam memulai sesuatu, kesalahan memalukan yang sulit terlupakan, ketidaktegasan untuk take action, kemalasan mempelajari hal penting, dan masih banyak lagi kebodohan dan kekonyolan lainnya yang membuat kita malu dan menyesal saat mengingatnya.

Jika kita bisa memaafkan orang lain yang berlaku buruk pada diri kita, kenapa nggak melakukan hal yang sama untuk diri kita di masa lalu. Si tukang pembuat kesalahan.

Mungkin sempat terpikir olehmu, kalau saja kamu sekarang balik ke masa lalu, tentunya kamu akan melakukan hal yang berbeda.

Tapi apa gunanya?

Nantinya juga akan muncul masalah baru yang bisa jadi, lebih buruk dan meninggalkan bekas luka yang sangat dalam untuk diri kita di masa depan.

Kenapa nggak, berdamai saja. Lihat ke cermin dan akuilah. Katakan pada dirimu, kalau kamu yang dulu memang salah. Itu sudah terjadi, ya sudah, biar terjadi. Terima itu sebagai salah satu episode hidupmu.

Tak perlu disesali. Terima saja. Apa yang ada di depanmu lebih berharga dan berhak atas waktu dan energimu yang kamu buang percuma menyesali dan berandai-andai tentang merubah masa lalu.

Face forward and let the past become part of your success history.

Mas Prim

Blogger, content writer & translator freelance. Text me if you need help with your text.

10 Comments

Share opini atau pengalaman kamu tentang topik tulisan ini di sini. Share juga tulisan ini temen-temenmu, jika menurutmu bermanfaat.

&Joy!

  1. Self reminder nih supaya lebih introspeksi diri dan bersikap legowo dalam menyikapi segala sesuatu. Terima kasih yaa

    ReplyDelete
  2. Some say dengan memaafkan bisa melupakan. Some say dengan melupakan bisa memaafkan walau melupakan itu beratnya minta ampun.
    Tapi yang pernah saya rasakan, saya harus lupa dulu baru bisa memaafkan, dengan lupa begitu jadinya bisa plong dan bersyukur rupanya membenci itu ngga ada guna.
    Trims for sharing mas Prim ^^

    ReplyDelete
  3. Agak susah jika harus memaafkan masa lalu apalagi jika itu kita yang salah sama orang lain. Makanya ada yang mengatakan bahwa menyesal kemudian tiada berguna, berpikir dulu sebelum bertindak. Itu menurut molly yang paling sulit.

    ReplyDelete
  4. Well, memang terasa sangat sulit memaafkan diri sendiri, butuh keberanian dan kejujuran yang teramat dalam. Tapi jika tidak berusaha memaafkan, hidup akan berjalan di tempat, sementara waktu tidak pernah terhenti.

    ReplyDelete
  5. Baru aja tadi pagi tetiba kesalahan yg bikin hati mangkel bbrpa bulan yg lalu tuh muncul lg. Iya bener emang kita harus memaafkan tp kesalahannya itu suka masih terngiang aja. Huhu.. Hamil jd sensi bgt sama respon org nih

    ReplyDelete
  6. Bener banget sih, apa yang udah dibuat dimasa lalu memang menyesal banget pernah ngelakuin. Tapi yaudahlah, jalani apa yang ada sekarang, dan nikmati setiap prosesnya

    ReplyDelete
  7. Kalo saya, waktu sangat berperan penting dalam melupakan sesuatu. Biasanya, kalo udah lama, pelan-pelan rasa benci itu berkurang, walau mungkin gak hilang sama sekali. Biasanya saya menghindar untuk bertemu orang di masa lalu yang bikin sakit hati, tapi bila tiba-tiba bertemu, saya bersikap biasa aja. Tapi memang benar, ada rasa bahagia dan plong di hati bila kita benar-benar bisa memaafkan

    ReplyDelete
  8. kadang ada sulit untuk bisa memaafkan seseorang yang pernah menyakiti kita. tentunya ada proses yang harus dilalui untuk bisa memaafkan orang lain. namun saya setuju kalau dengan memaafkan orang lain itu adalah untuk kebaikan kita sendiri

    ReplyDelete
Previous Post Next Post