Tentukan Dulu Apa Tujuannya




Gimana sih caranya mulai ngeblog?
Gimana ya caranya memulai bisnis? 
Gimana ya caranya ini...itu...dll.

Pernah ketemu nggak sama orang yang curious banget sama gimana ini dan gimana itu, tapi ujung-ujungnya nggak ada yang dikerjain?

Sibuk browsing how to, tapi berakhir dengan keruwetannya sendiri dan...nothing done.

Atau jangan-jangan, ternyata Anda sendiri orang yang seperti itu 😃

Kadang-kadang kita ini suka bikin hal simpel jadi super ruwet karena terlalu sibuk mencari cara.

Saya suka menganalogikan orang-orang ini seperti ketika kita hendak berlibur, travelling bersama keluarga.

Pertanyaan saya, kalau Anda berencana travelling itu, Anda tentukan dulu destinasinya lalu memilih moda transportasinya. Atau Anda suiibuk cari tiket termurah dulu, terlepas ke mana pun destinasinya.

Kan ditentukan dulu mau ke mananya toh?

Lah, sama halnya di dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu cara paling simpel untuk membuat hidup Anda lebih simpel yang saya tahu adalah, menentukan tujuannya atau hasil akhir yang Anda mau capai.

Baru kemudian cari caranya yang paling efektif dan efisien. Not the other way around.

Sederhananya, nggak usah pusing mau naik apa, kalau nggak tahu mau ke mana.

Anda setuju?

Mas Prim

Blogger, content writer & translator freelance. Text me if you need help with your text.

13 Comments

Share opini atau pengalaman kamu tentang topik tulisan ini di sini. Share juga tulisan ini temen-temenmu, jika menurutmu bermanfaat.

&Joy!

  1. Setuju pake banget.
    Kayak saya sekarang ini.
    Usaha membangkitkan semangat selesaikan satu pekerjaan yg tertunda lama, dengan tuntaskan kewajiban BW ini. Hihihi..

    Harapannya, ya kerjaan tertunda beres, kewajiban ini beres, kerjaan yg lain bisa tetap on schedule.

    InshaAllah aamiin.
    Happy great weekend dari Lombok ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tetap semangat & jangan lupa jaga kesehatan ya mbak.

      Salam hangat dari East Java.

      Delete
  2. Amit-amit semoga bukan saya tuh yang baca sana sini ujung-ujungnya mangkrak 😅

    Setuju banget sih tapi, kalau mau melakukan sesuatu tapi nggak jelas tujuannya kayak di tengah-tengah nanti kehilangan navigasi gitu. Terus motivasinya juga gampang punah tuh biasanya.

    Justru kadang saya yang terlalu ambisius melakukan kegiatan sehari-hari dengan tujuan semua cepat beres dan saya punya waktu buat mengerjakan hal-hal lainnya. Tiap hari kayak gitu lelah juga di tengah-tengah. Akhirnya harus terima kalau yang diselesaikan ya yang prioritasnya aja dulu, printilan bisa ditunda..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bukan saya juga walaupun terkadang masih begitu 😅

      Too many focuses means no focus, mungkin sederhananya gitu kali ya. Makanya perlu ditentuin apa yang mau difokusin sebelum merantak ke mana2.

      Delete
  3. Jadi ingat.. dulu waktu saya masih kecil, begitu saya dapat libur panjang, ayah saya langsung pesan tiket ke Bali. (Rumah kami di Bandung.) Karena ibu saya minta ke Bali.

    Begitu tiba di Bali, kami sekeluarga bertikai. Ayah saya ingin ke Bedugul, ibu saya ingin ke Sukowati. Saya? Saya cuma mau tinggal di hotel, leyeh-leyeh di pinggir kolam renang atau menikmati TV di kamar. Karena TV-nya memutar siaran MTV, sedangkan sehari-hari saya kan cuma bisa nonton RCTI..

    Begitu kami pergi ke Bedugul, ibu saya tidak enjoy. Begitu kami pergi ke Sukowati, saya tidak enjoy. Begitu saya bahagia di dalam kamar hotel, ayah ibu saya menggerutu karena saya seperti orang ndeso tidak pernah lihat tv.

    Setelah sekarang saya sudah besar, saya baru ngeh. Mungkin ayah saya tidak benar-benar ingin melihat Bedugul, tetapi tujuan ayah saya hanya ingin lihat alam, karena jenuh saja lihat pemandangan kantor sehari-hari. Ibu saya bukan ingin lihat Sukowati, tapi tujuannya hanya ingin keluar jalan-jalan. Dan saya, frekuensi staycation-nya mulai berkurang sejak saya tahu bahwa siaran-siaran musik luar negeri bisa ditonton via YouTube. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm pelik juga ya kalau seperti ini. Alih-alih liburan malah jadi tukaran.

      Berarti perlu ditambahin, saat nentuin tujuan, pastikan para stakeholder juga sepakat dengan tujuan tersebut. Daripada daripada, mendingan mendingan kan.

      Delete
  4. Aku pernah diposisi ini. Belajar ini itu ujung2nya mlangkrak. Alias belum sempat dilakukan karena berbagai alasan.

    Akhirnya, aku stop dulu buat kepo ini itu memilah dan mimilih hal mana yang cocok dan nyaman buat aku lakukan.

    Kadang kaya gini emang bingung mendeskripsikan tujuan. Bahkan ngeblog skr ini aku juga gag tahu tujuannya apa. Karena nyakan aja dilakukan dan syukur2 bisa memberikan dampak baik.

    Semoga semua yg kita pelajari meski tidak digunakan mengandung pembelajaran sendiri dalam kehidupan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mbak. Kadang saya terlalu kemaruk pengen bisa ini itu, tapi ga diukur sama kemampuan diri. Ibarat kata, nggak tau diri lah.

      Gpp sih mau ini itu, tapi harus tau diri juga.

      Delete
  5. Aku menyadari saat ini, tidak mau ambisius lagi, mas. Belajar pelan-pelan saja. Pandemi ini mengajarkan banyak hal, salah satunya untuk menekan sifat ambisius.

    ReplyDelete
  6. ah bener banget ini mas prim, semacam kebanyakan rencana gak ada eksekusi, kebanyakan mau jadi bikin dirinya sendiri kebingungan... yah kadang aku pun masih suka begini sih, tercerahkan nih jadi next time kalau mau melakukan sesuatu yang penting tentuin dulu tujuannya apa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau bahasa kerennya sih, begin with the end in mind mbak. Selamat mencoba dan semoga berhasil ya 😊

      Delete
  7. Jiwa perfeksionisku meronta-ronta setelah baca tulisan singkat mas Prim. Hahaha

    Dan memang betul kadang kita sering muter-muter di "how to" dan "what if". Padahal semuanya akan terjawab satu-satu setelah menjalankannya walaupun sedikit.

    ReplyDelete
  8. Semoga saya bukan termasuk orang yang seperti itu. Udah tanya menggebu-gebu tapi ujung-ujung zonk tanpa gerakan apapun.

    Ya, kita mesti menentukan tujuannya apa dan mengelist apa yang dibutuhkan, tapi juga harus diimbangi dengan action.

    ReplyDelete
Previous Post Next Post