Hari ini saya belajar bahwa tidak semua orang mampu dan mau memahami niat baik kita.

By default, mengalami hal ini tentunya menyebalkan. Hampir seharian mood saya berantakan gara-gara kejadian ini.

Namun, saat emosi mereda dan logika sudah mulai bisa bekerja, saya mulai bisa mencoba berpikir dari sudut pandang orang tersebut. Maksud saya, ada banyak kemungkinan bukan, ia berperilaku 'tidak menyenangkan' seperti itu.

Siapa tahu, saat itu dia sedang menghadapi masalah yang sangat pelik dan rumit. Walaupun ada pula kemungkinan ia memang tidak terlalu menyukai saya dan sudah memiliki stigma negatif ke saya.

But who knows.

Daripada menghabiskan waktu dan tenaga mengeluhkan betapa buruk perilaku orang itu, dan membuat mood saya berantakan sepanjang hari, menurut saya sih, ada hal lain yang lebih bijak dilakukan.

Lagi pula, bukankah konyol kalau kita mengharapkan orang lain berubah seperti ekspektasi kita? Lah wong kita sendiri belum tentu mau disuruh berubah seperti ekspektasi orang lain toh.

Bagaimana menurutmu?