Ternyata jadi orang tua itu perlu menguasai banyak keterampilan. Mulai hal klasik seperti keterampilan finansial (mulai cari uang hingga mengelola uang yang ada), mengurus rumah, sampai mengasuh anak dengan segala warna-warninya.

Salah satu keterampilan orang tua terkait pengasuhan anak adalah keterampilan mendongeng. Serius, ini bukan kaleng-kaleng.


Ada banyak lho manfaat mendongeng buat tumbuh kembang anak. Namun, kadang-kadang, banyak orang tua (khususnya saya) yang perlu banyak mengasah keterampilan mendongeng ini. Belum lagi badan dan pikiran yang remuk redam setelah seharian beraktivitas.

Padahal, di samping mendongeng merupakan media untuk menanamkan nilai-nilai dasar kehidupan, setidaknya ada 5 manfaat mendongeng untuk anak menurut YaeBin Kim, Ph.D., di antaranya:
  1. Meningkatkan kemampuan bahasa anak;
  2. Meningkatkan konsentrasi;
  3. Mengasah kemampuan imajinasi;
  4. Meningkatkan kepercayaan diri anak;
  5. Meningkatkan kedekatan dengan orang tua.

Awalnya...

Saat Fabio masih batita, saya sering membacakan dongeng sebelum tidur. Bahkan nggak jarang, Fabio yang minta saya bercerita sebelum tidur. Alhasil, saya harus punya stok cerita pengantar tidur, biar si boss kecil ini nggak marah-marah dan rewel jelang tidur malam.

Cerita-cerita fabel seperti kisah 3 Babi Kecil dan Serigala dan Kecoa Yang Sombong, merupakan dongeng yang sering saya bacakan jelang tidur malam. Dan beberapa dongeng lain yang saya karang sendiri hehehehe.

Fabio senang sekali mendengarkan saya mendongeng. Bahkan, sampai dongengnya selesai, alih-alih mengantuk, ia justru malah makin seger buger. Padahal sang pendongengnya udah low battery.

Namun, entah mulai kapan, karena kesibukan dan kelelahan...akhirnya saya tak lagi mendongeng untuknya. Dan, bila ia rewel karena tidak mendapatkan 'haknya', alih-alih mengalah, saya justru menggunakan power saya untuk 'menenangkannya'. 

Poor baby. Padahal ia hanya ingin mendengarkan ayahnya mendongeng.

Menggunakan Youtube

Agar aktivitas mendongeng tetap berjalan, walaupun sayanya kecapekan, saya mencoba mengambil jalan pintas dengan memutarkan video-video di Youtube. Walaupun, tetap saya batasi, maksimal 2 video berdurasi 10-15 menit, selain tentu saja, kontennya yang 'aman' untuk dikonsumsi.

Dongeng fabel masih menjadi pilihan kami. Setelah beberapa malam, saya terpikir untuk memutarkan video kisah nabi dan rasul. Ya biar dia kenal sama para utusan Allah.

Namun, ternyata se-aman-amannya konten, tetap saja ada yang bikin nggak sreg, terutama, dari sisi pemilihan kata-kata.

Orang Tua Adalah Pendongeng Terbaik

Ya gimana-gimana, memang orang tua adalah pendongeng terbaik buat si kecil. Karena kita lebih punya kendali pada dua hal penting dari sebuah dongeng: konten & cara mendongeng.

Karena itu, kita perlu belajar cara mendongeng. Apalagi setelah kita tahu manfaat mendongeng buat tumbuh kembang anak-anak kita kan.

Beberapa tips berikut bisa kita coba bersama untuk membuat momen mendongeng menjadi lebih berkualitas, seru, dan asyik:
  1. Jaga kontak mata.
  2. Gunakan gerak tubuh.
  3. Gunakan alat peraga (misalnya, boneka).
  4. Jangan menghapal.
  5. Mainkan ekspresi.
Seperti halnya keterampilan, semakin sering dilatih semakin baik. Di awal, pastinya berantakan. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, perlahan tapi pasti, akan membaik.


Penggunaan alat bantu yang tepat bisa membantu mempercepat proses penguasaan keterampilan penting ini. Salah satunya, E Pen dari Mizan.

Dikombinasi dengan Halo Balita dengan 25 Buku Cerita Anak yang terbagi dalam:
  • 9 Jilid Self Help
  • 11 Jilid Value
  • 5 Jilid Spiritual
  • 1 Panduan untuk Orang TUa
  • 3 Buah Boneka Tangan 
  • 1 Buku Helo Kids
Tentunya akan membuat momen mendongeng makin berkualitas, seru, dan mengasyikkan.

Dalam paket Halo Balita, sebagian besar kebutuhan mendongeng bersama Anak, sudah terpenuhi. Ada buku cerita yang bisa dibaca bersama, dan ada boneka tangan untuk membantu bercerita. 

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk miliki Halo Balita lengkap dengan Epen untuk momen mendongeng yang luar biasa bersama buah hati.