7 Cara Asyik Menumbuhkan Minat Baca Pada Anak

Membaca adalah salah satu keterampilan dasar yang harus dikuasai setiap anak. Terlepas dari persyaratan untuk bisa masuk sekolah, tanpa memiliki kemampuan membaca yang baik, anak-anak akan mengalami kesulitan dalam menjalani hidupnya. 


Kebayang nggak, gimana jadinya anak-anak bila mereka tumbuh tanpa memiliki keterampilan ini?



Namun, seperti halnya anak-anak, kita saja sudah dewasa memiliki minat baca yang rendah. Konon kabarnya, menurut Unesco angka minat baca di Indonesia hanya sebesar 0,001%. Artinya, dari 1000 orang Indonesia, hanya 1 orang yang memiliki minat baca baik.


Entah dari mana Unesco memperoleh angka tersebut, tapi mari kita segarkan sejenak ingatan kita saat hendak mendaftar (sign up) di sebuah aplikasi atau situs. Atau sekadar membuat alamat surel baru di Google.


Biasanya, sebelum proses pendaftaran selesai, kita disodori form persetujuan dari aplikasi atau web tersebut bukan? Umumnya, kita baca satu per satu poin-poin klausul persetujuan tersebut, atau langsung gulir mentok ke bawah, dan klik Ya, saya bersedia?


Saya sih nggak yakin ada yang baca? Well setidaknya, saya sendiri juga nggak pernah baca. Tau-tau centang dan selesai sudah. Jika di dalam salah satu klausul tersebut ada poin yang merugikan saya, saya nggak bisa apa-apa selain gigit jari.


Buat kawan-kawan narablog yang juga 'wajib' blogwalking, baik karena komitmen pribadi maupun tuntutan komunitas, apakah selalu membaca (dan menyimak) tulisan-tulisan di blog yang sedang dikunjungi? Ataukah, langsung fast forward ke kolom komentar dan membubuhkan komentar singkat, padat, dan jelas seperti, "Nice," "Terima kasih sharing-nya," dan sejenisnya? Atau...ya you know, sekedar menggugurkan kewajiban BW.


Contoh lainnya lagi, coba deh sesekali scrolling dan klik satu postingan yang dihujani 500+ komentar. Perhatikan, dari 10 warganet, ada berapa sih yang komentarnya nyambung sama isi postingan itu. Mungkin nggak banyak. Apa lagi kalau judulnya heboh dan provokatif. Paling yang baca penuh, bisa dihitung jari. Sisanya, ya, as you all know, menghujat tanpa ampun.


Ya kurang lebih begitulah realita minat baca maskyarakat kita. Jangankan buku setebal 100 halaman, status update nggak sampai 100 karakter aja nggak dibaca, tapi nyolotnya udah kaya yang paling bener.


Pertanyaannya, bagaimana kita bisa menumbuhkan minat baca anak, agar ia menguasai keterampilan dasar super penting ini, kalau kita sendiri sebagai orang tuanya, enggan membaca?


Sayangnya, mau tidak mau, suka tidak suka, malas atau rajin, kita sebagai orang tua harus menunjukkan kepada anak-anak bahwa membaca itu penting. Dan, supaya mereka juga bersemangat membaca, tunjukkan pada mereka bahwa membaca itu asyik.


Bagaimana Menumbuhkan Minat Baca Anak Yang Asyik? 


Ada 7 cara yang bisa sama-sama kita coba lakukan untuk membuat anak-anak antusias dan meningkatkan minat baca mereka. Antara lain: 

1. Jadilah Panutan

Pengalaman saya bersama Fabio mengajarkan saya bahwa, anak-anak, seringkali merupakan seorang pendengar yang buruk. Namun, mereka adalah peniru ulung.

Jadi, bila kita ingin mereka mau membaca dan antusias, ya kita tunjukkan pada mereka kalau kita juga melakukan hal yang sama. Wong sudah dicontohin aja nggak diikutin, apalagi ndak dicontohin.

Ya, apa iyes?

Monkey see, monkey do.

It all starts with us. Semua mulai dari kita, orang tuanya. 

2. Jadikan Interaktif

Sumber : Deposit Photos

Setiap anak memilki gaya belajar yang berbeda-beda. Ada yang lebih suka membaca/menulis, mendengar, dan menyentuh.

Kita sebagai orang tua, perlu memahami seperti apa sih gaya belajar anak kita.

Kalau anak merupakan seorang pembelajar visual, kita bisa menggunakan gambar sebagai media pembelajaran. Buku-buku yang memiliki visualisasi menarik seperti How And Why atau Confidence in Science bisa jadi alternatif untuk menumbuhkan minat baca mereka.

Untuk anak-anak kinestetik yang lebih tertarik pada hal-hal 3 dimensi, buku dengan fitur pop up, lift the flap, push pull, dan spin seperti Lifkids akan memudahkan kita menumbuhkan minat baca anak-anak, karena mereka bisa berinteraksi dan terlibat dalam setiap cerita di dalamnya.

3. Buat Menyenangkan

Anak-anak itu pada dasarnya suka bermain. Jangankan anak-anak, emak & bapaknya aja masih suka main kok. Ya kan?

Karena itulah, supaya mereka mau membaca, buatlah aktivitas membaca menjadi aktivitas yang menyenangkan.

Non-aktifkan dulu gawai favorit kita, letakkan di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan kita, lalu bersenang-senanglah bersama anak-anak menyantap bacaan-bacaan favorit mereka.

4. Sesuaikan Dengan Kesukaan Mereka

Salah satu cara untuk membuat momen membersamai anak membaca jadi menyenangkan adalah menggunakan sesuatu yang relate dengan tokoh/karakter favorit mereka.

Sederhananya, kalau anak-anak suka Upin-Ipin, jangan maksa menggunakan Ksatria Baja Hitam, walaupun kita adalah tau, itu lebih seru dari Upin-Ipin.

Make it fun aja. 

5. Ulang-ulang

Nah, ini yang nggak kalah penting. Menumbuhkan minat baca anak itu ada kalanya bukan proses semalam. Bisa bermalam-malam, bahkan berbulan-bulan.

Di sinilah kesabaran dan kewarasan kita sebagai orang tua diuji. 

Terus lakukan membaca asyik berulang-ulang. Jangan sampai kendor. Ingat, kita juga lho yang dulu berdoa minta dikasih anak yang pintar dan berakhlak mulia. Nah, ini ceritanya Allah udah ngasih nih, tinggal kita didik dan arahkan.

Nggak boleh ngeluh lho ya.

6. Tanamkan Kebiasaan Membaca Kapan Saja dan Di Mana Saja

Siapa bilang membaca itu harus di rumah atau di sekolah? Nggak ada aturan juga yang mengatur hari atau jam baik membaca.

Membaca bisa di mana aja dan kapan aja.

Sekarang ini kan banyak buku-buku yang ukurannya handy seperti Healthy Kids maupun Nabiku Idolaku. Jadi, bisa dibawa ke mana-mana dan dibaca kapan pun.

7. Jangan Jadikan Membaca Sebagai Hukuman

Di poin 3 kita sudah sepakat kalau anak-anak itu pada dasarnya senang bermain. Karena itulah, jangan serem-serem kalau membiasakan anak membaca. Apalagi sampai menjadikan aktivitas membaca sebagai hukuman.

Kalau nggak nurut, baca buku 3 kali. Yang ada malah si anak eneg sama buku kali.

Kesimpulan

Menumbuhkan minat baca pada anak itu....ya, susah-susah gampang sih. Kalau dibikin susah, ya susah, dibikin gampang ya gampang. 

Alhamdulillah, sekarang sudah banyak penerbit buku anak yang membuat tugas kita menumbuhkan minat baca pada anak jadi lebih mudah. Salah satunya, Mandira Dian Semesta, yang memilki komitmen menghadirkan buku-buku berkualitas untuk anak-anak muslim di Indonesia.

Mas Prim

Blogger, content writer & translator freelance. Text me if you need help with your text.

7 Comments

Share opini atau pengalaman kamu tentang topik tulisan ini di sini. Share juga tulisan ini temen-temenmu, jika menurutmu bermanfaat.

&Joy!

  1. Paling banyak terjadi di sekolah adalah menghukum murid dengan membaca buku, dan ini sukses bikin anak mual, hahaha.

    Soal mengugurkan tugas bw. Saya punya trik tersendiri.
    Saat mau ngelist, lihat-lihat dulu postingan yang ikut ngelist, jika hampir sama semua judulnya, misalnya postingan job atau postingan tentang dunia penskirkeran, LOL, maka saya tidak ikut.
    Daripada hanya sekedar komen "nice, eh beli di mana sih skinkarenya, dsb."

    Aups, komenku sudah kepanjangan ya.

    ReplyDelete
  2. Setuju banget dibuat seru dan ga merupakan hukuman. Biar anak "ketagihan" dan mau terus baca buku. Klo di identikan dengan hukuman, malah kepaksa dan jadi males-malesan kan yaa

    ReplyDelete
  3. yg penting anak enjoy ya mas
    tapi aku lebih sreg kalau orang tua beri contoh si dan membiasakan
    semisal lebih banyak pegang buku di depan anak daripada ponsel
    membacakan dongeng kalau mau tidur dan sebagainya
    bagaimanapun kesukaan anak kadang ya niru juga dari orangtuanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, namanya anak2...yang dilihat lebih diingat dari yang didengar. Makanya tugas kita sebagai ortunya ya harus kasih contoh.

      Delete
  4. Dari semua tips di atas, yg paling kerasa itu poin 1 dan poin 6. Setuju sama Mas Prima klo anak adalah peniru ulung, jadi percuma ngomong panjang lebar nyuruh anak baca kalau kita sendiri juga jarang baca n nyediaan bacaan buat anak. Atmosfer suka membaca dan dikelilingi buku2 itu dulu yg hrs dibangun, baru setelah itu anak dg sendirinya akan mencari buku2 bacaannya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju mbak, gimana2 perintah terbaik adalah teladan bukan?

      Delete
Previous Post Next Post