Hari yang ditunggu para dream chaser dan risk taker telah tiba. Money Day a.k.a Monday, alias Senin, hari pertama di awal work week yang penuh harapan sekaligus menyimpan berbagai tantangan untuk kita lalui, hadapi, dan atasi.


Bagaimana persiapanmu menyambut hari yang baik ini sahabat-sahabatku yang baik hati?


Di postingan kali ini, saya mau berbagi cerita tentang awal pekan saya yang, lets say...unpredictable ini.


Awalnya...

Saya memulai hari ini seperti Senin seperti biasanya. Bangun pagi lalu menunaikan Sholat Shubuh berdua bareng Fabio (kebetulan hari ini si Mommy masih libur sholat). Kemudian, saya mulai menyiapkan beberapa printilan operasional rumah seperti memasak nasi, nge-vacuum rumah, hingga menyiram tanaman di taman depan.

Pukul 05.30, saya mengajak Fabio mandi pagi, sambil si Mommy yang sudah bangun menyiapkan sarapan pagi kami.

Lalu, singkat cerita, saya dan Fabio selesai mandi dan mulai menyantap sarapan pagi kami, sementara Mommy mandi. Melihatnya menyantap sarapannya sendiri, ada rasa syukur yang menyeruak, di dalam hati. Nggak nyangka aja, sekarang dia sudah bisa makan sendiri, dengan alat makan standar (bukan untuk anak-anak), tanpa disuapi.

Itu merupakan satu dari sekian banyak berkah Allah untuk keluarga kecil kami sebagai pengganti dari mimpi, rencana, dan target kami yang terpaksa urung sejalan dengan wabah pandemi C19 ini.

06.30, saya pun berangkat ke tempat kerja ditemani gerimis di pagi hari yang kian menambah dinginnya udara Pandaan yang memang sudah dingin ini. Dan, seperti biasa, Fabio ikut mengantar kepergian saya hingga ke portal depan, lalu berjalan kembali ke rumah setelah saya tak lagi tampak.

"Sampai jumpa nanti malam ya Bio, Papap berangkat, Asalamualaikum," pamit saya.

Kejutan di Awal Hari

Setelah menempuh kurang lebih 30 menit perjalanan, saya pun tiba di tempat kerja. Hawa dingin menemani perjalanan saya dari tempat parkir ke ruang kerja.

Sambil sesekali menghela napas seraya memanjatkan doa kepada Yang Maha Kuasa untuk memberi kemudahan dan kelancaran bagi pekerjaan saya hari ini. Well at least kalau nggak dikasih kelancaran dan kemudahan, setidaknya dimampukan lah mengatasi tantangan yang menghadang.

Sesampainya di ruang kerja, saya sapa Pak Boss yang hari itu mengenakan kemeja berwarna biru langit, lalu menyiapkan alat-alat kerja saya.

Dan, kejutan yang tak completely unplanned  dan unpredictable itu pun tiba. Bermula ketika seorang manajer yang juga anggota komite C19, mendatangi Pak Boss. Sayup-sayup terdengar kalau sepertinya, ada tim kami yang harus menjalani pemeriksaan lanjutan terkait C19 berdasarkan laporan harian yang harus diisi semua karyawan saat liburan.

Lalu, ia melihat saya dan bertanya apakah saya menerima pemberitahuan tentang instruksi pemeriksaan lanjutan terkait C19. Jujur karena saya belum memeriksa surel saya, jadi I have no idea

Dan, setelah saya menyalakan laptop...surel yang ditanyakan itu muncul. Sebuah surel pemberitahuan bahwa saya diharuskan untuk mengikuti tes Swab Antigen sebelum kembali bekerja. Karenanya, saya diinstruksikan untuk meninggalkan pabrik dan tetap berada di rumah, lalu mengikuti tes Swab Antigen yang dijadwalkan esok hari.

Surprise? Tentu saja. Benar-benar nggak nyangka aja dapat kejutannya seperti ini. Saya kira tantangan hari ini bakal seputar urgent request, tugas dadakan, atau 'tagihan-tagihan' dari tugas-tugas outstanding. Didn't expect it would be this one.

Now What?

Saat mengetahui kalau saya diharuskan mengikuti tes Swab Antigen, hal pertama yang saya pikirkan adalah what if...the result is positive?

Ya tahu sih kalau kita dianjurkan untuk berpikiran yang baik-baik, karena semakin memikirkan yang buruk-buruk, akan memengaruhi kesehatan kita. It all starts with your mind, katanya.

Namun, tak dapat ditampik kalau pengalaman sepanjang 2020 ditambah dengan job nature saya yang menuntut saya untuk selalu memikirkan kemungkinan terburuk, maka membuat saya by default langsung memikirkan the worst scenario that possibly could happen.

Jadi, sambil menunggu jadwal tes Swab Antigen besok dengan peluang 50:50, saya pulang dengan menerapkan antisipasi-antisipasi yang bisa saya lakukan untuk mencegah kemungkinan yang lebih buruk dari pada hasil Swab Antigen saya positif, dampaknya pada keluarga saya, antara lain:
  • Pulang ke rumah langsung mandi, sebelum bercengkerama dengan keluarga;
  • Mengenakan masker medis selama di rumah;
  • Tidak berbagi makanan maupun menggunakan alat makan bersama;
  • Pray a lot....literally.

Selain itu, demi menjaga kewarasan pikiran dan emosi, tampaknya cukup bijak kalau saya menahan diri untuk tidak kepo dengan berita-berita maupun informasi terkait C19, Swab Antigen, dan sejenisnya sampai hasil ada di tangan.

Hopefully everything will be just fine.

Doa terbaik saya untuk kalian sahabat-sahabat yang baik hati agar Allah selalu menjaga kesehatan kalian semua beserta keluarga. Stay safe, stay health everyone