Tidying Up Awal Tahun : Ruang Laundry

Awal tahun kalian pada ngapain nih? Kalau saya, mengawali awal tahun ini dengan beres-beres ruangan laundry.

In short, di ruang laundry yang merupakan bangunan tambahan ini, kami fungsikan untuk meletakkan mesin cuci, dan merangkap gudang kecil untuk meletakkan rak sepatu, stok kebutuhan operasional (detergen, sabun cuci piring, dll.).

Dulunya ruangan ini adalah ruangan ART (Asisten Rumah Tangga). Namun, sejak ART terakhir pamit pulang, dan rasanya kalau nyari baru itu lebih stressful, akhirnya kami putuskan nggak pakai ART. Jadi ruangannya bisa kita gunakan untuk meletakkan mesin cuci (yang kita putuskan beli setelah mantap nggak pakai ART).

Kalau nggak salah ingat, mbak ART terakhir itu sudah nggak ikut kami lagi sejak tahun 2019. Jadi, praktis sejak saat itu, ruangan tersebut sudah settled dan nggak pernah diutak-atik lagi tata ruangan dan sebagainya. Mentok cuma disapu.

Kemarin itu, setelah sekian lama, akhirnya hanya dengan satu kalimat sederhana dari yang teristimewa, "Papa, besok bersihin ruang laundry ya." Tiba-tiba saja tergerak untuk ngeberesin ruangan itu.

Tidying Up #1 : Keluarin Semua Barang-Barang

Saya belajar dari Marie Kondo, agar proses tidying up alias beberes jadi lebih maksimal, langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengeluarkan semua barang-barang dari tempatnya. Simply put, kosongkan ruangan.

Dengan melakukan hal ini, kita jadi bisa mengidentifikasi ada apa aja sih di ruangan itu selama ini. Dengan demikian, nantinya akan memudahkan kita dalam memilah-milah, barang apa saja yang sebaiknya kita simpan.

Oya, menurut Marie Kondo, sebaiknya dalam memilah barang, kita tidak menggunakan kata-kata dibuang. Karena, bagi sebagian orang, membuang barang-barang (walaupun yang mereka nggak perlu dan nggak pernah pakai) itu berat. Alih-alih, ganti kata-kata, mana yang harus dibuang menjadi apa saja yang perlu disimpan.

Jadi, saya keluarin semua tuh kardus, karton, dan seluruh isinya hingga menyisakan mesin cuci. Ampun dah kalau harus ngeluarin mesin cuci segede itu sendirian.

Tidying Up #2 : Bersih-Bersih

Setelah ruangan kosong, langkah berikutnya adalah workout bersih-bersih. Mulai nyapu hingga ngepel.

Segala macam debu, sarang laba-laba hingga pup-nya cicak, kadal, dan aneka satwa lainnya yang selama ini tersembunyi di balik kardus, terungkap sudah.

Tidying Up #3 : Kembalikan & Tata Ulang

Bagian ini adalah bagian favorit saya di setiap aktivitas beberes. Pada bagian inilah saya bisa mengeksplorasi dan bereksperimen dengan penataan barang-barang supaya bisa efektif saat pengambilan dan rapi secara visual.

Pertimbangan-pertimbangan yang biasanya saya gunakan dalam menata barang-barang antara lain:

Alur kerja/proses di area itu. Start-nya dari mana, lalu ke mana, dan terakhir di mana. Misalnya untuk ruang laundry ini, saya pertimbangkan apa saja aktvitas di situ seperti mencuci, mengambil dan mengembalikan sepatu, mengambil stok barang operasional, dll. Dari situ, saya mulai menata sedemikian rupa agar prosesnya lebih enak, ringkas, dan efisien.

Frekuensi penggunaan barang. Ini bukan hal baru, buat kamu yang sudah familiar dengan 5S atau 5R, tentu sudah paham dengan ini. Sederhananya, barang yang sering dipakai (misal sepatu & detergen) diletakkan di tempat teratas yang mudah dijangkau. Sedangkan yang jarang dipakai, diletakkan di bagian bawah.

Ruang kosong. Saya termasuk orang yang nggak suka dengan ruang sempit, apalagi sempitnya gegara peletakkan barang seenaknya atau istilahnya....klumbrak-klumbruk. Jadi, sebisa mungkin ruangan saya tata dengan mencipatakan empty space yang lumayan banyak, biar berasa lega.
Selain menata barang-barang, saya juga menemukan beberapa barang yang saya nggak mau simpan lagi, dan melihat kondisinya, nggak mungkin juga dipakai orang lain, jadi pilihan satu-satunya ya sayonara bye bye.

Penutup

Overall, saya selesai beberes kurang lebih 1.5 jam. Beberes lebih mudah dan simpel ketika kita nggak punya terlalu banyak barang. Setidaknya itu yang saya rasakan dari menjalani gaya hidup minimalis sejak hmm...2 tahun lalu.

Last but not least, selamat tahun baru bagi yang merayakan dan selamat menyingsingkan lengan baju dan celana (kalau lagi hujan) untuk mulai take action demi resolusi dan target yang sudah dibuat.

Semoga tahun ini adalah tahun di mana kita mampu mencapai semua mimpi dan harapan kita, menjadi pribadi yang lebih baik, makin dekat dengan Sang Pencipta, dan bermanfaat bagi orang-orang di sekitar kita.

Mas Prim

Blogger, content writer & translator freelance. Text me if you need help with your text.

18 Comments

Share opini atau pengalaman kamu tentang topik tulisan ini di sini. Share juga tulisan ini temen-temenmu, jika menurutmu bermanfaat.

&Joy!

  1. Nah saya paling seneng juga kalau beberes ruangan seperti kak Prima. Mgkin 1,5 jam memang waktu yg ideal ya kak karena tergantung besar ruangan dan jumlah barang yg ada didalamnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah sejak menerapkan gaya hidup minimalis, beres-beres jadi lebih ringkes dan cepat, yang saya rasakan sih.

      Delete
  2. wah mantab nih awal tahun bersih2 biar makin semangat jalani thbaru ya Kak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyap, itung-itung sebagai pemanasan hehehe.

      Delete
  3. Baca tulisannya bikin saya berimajinasi dengan keadaan yang digambarkan, hhe, karena tidak disertai foto pendukung. Btw mengenai gaya hidup minimalis terutama terkait pakaian, saya sendiri sudah jarang beli baju baru dan lebih betah pakai baju yang ada. Terutama untuk keseharian

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe...memang sengaja nggak dikasih gambar mas, biar lebih simpel (maunya).

      Sebenarnya menyoal gaya hidup minimalis ini lebih ke membeli barang-barang yang memang kita perlukan sih. Jangan sampe kejebak jadi nggak beli apa-apa for the sake of being minimalist ya mas.

      Delete
  4. wah kemarin aku juga baca buku marie kondo dan benar-benar tercerahkan sama metodenya. sempat sortir pakaian juga setelah baca buku itu tapi belum benar-benar berbenah secara keseluruhan sih sebenarnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat mbak Apriana, banyak hal positif yang bisa kita dapatkan dengan menjalani hidup yang lebih simpel tanpa barang-barang berlebih lho.

      Delete
  5. Hmm pengen juga terapkan konmari walau sudah start donasi, jual dan buang barang yang tidak lagi dipakai. Aku jadi penasaran sama ruang laundry nya, akan lebih lengkap dengan foto 👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe....memang sengaja nggak ditampilin fotonya mbak. Walaupun udah diberesin tapi rasanya tetep nggak layak publish deh hahaha.

      Delete
  6. berbenah itu nggak mesti awal dan akhir tahun. tapi setiap hari biar rumah gak banyak debunya dan tetap bersih. barang-barang yang tidak berguna mungkin yang masih layak pakai bisa disedekahkan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyap, beberes can be done every time. Tapi untuk memulai sepertinya meluangkan waktu lebih, better. Selanjutnya tinggal dijaga kerapihannya aja.

      Delete
  7. wahh aku lagi proses beberes juga mbak
    kebetulan barang barang mama yg ada dirumahku dipindah ke rumah adik, lumayan aku pun ikutan beresin barang barangku yg sudah nggak terpakai
    sekarang rumah terlihat lebih lega
    meski badan pegal pegal, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngelihat ruangan jadi lebih lega itu rasanya lebih plong ya kan mbak?

      Delete
  8. Huhuhu..pas banget baca ini emang lagi rencana mo beberes 2 kamar yg berantakan dan banyak barang yg gak kepake. Makasih sharingnyaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat beberesnya, tapi jangan kebablasan semua 'diberesin' akhirnya nggak punya apa-apa ya mbak wkwkwkwk...

      Delete
  9. Aamiin.

    Urusan beberes ruangan atau rumah ini saya paling suka. Ubah-ubah penataan rumah ini kerjaan saya kalau lagi gabut. Ternyata kalau beberes ruang harus dikeluarkan semua barang ya. Selama ini saya geser pindah aja. Tak kuat tenaga kalau ngerjakan sendirian.

    Saya juga mulai menerapkan hidup minimalis sejak pandemi kemaren. Lebih nyaman ternyata. Rumah juga lebih lega.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau pengalaman saya, lebih efektif kalau semua dikeluarkan, baru dipilah-pilah mana yang disimpan, mana yang dijual, mana yang disumbangin.

      Delete
Previous Post Next Post