Ada 3 hal yang bila kita benar-benar fokusin dengan baik, akan memudahkan kita mendapatkan apa yang kita mau. 

The What

Yang pertama, tahu apa (what) yang kita mau.

Mungkin ini terdengar sederhana dan yo iyo lah buat sebagian orang. Namun, sangking sederhananya, banyak lho yang melupakannya. 

Tenggelam dalam kesibukan tak berujung, dan tanpa sadar mengaktifkan mode auto pilot

Hingga akhirnya, waktu berlalu begitu cepat saat kita lelah dengan semua rutinitas dan kesibukan yang so stressfull itu, terbersit tanya di dalam kepala, "Sebenarnya apa sih yang aku mau?"

Ya semoga saja ketika pertanyaan itu muncul, semuanya belum terlambat.

Yang susah itu kan ketika semua sudah terlambat, baru mulai mempertanyakan, apa yang sebenarnya kita mau.

Clarity is power (Marie Forleo)
Mengetahui dengan jelas apa yang kita mau di dalam hidup ini, bisa memudahkan dan membuat hidup kita lebih simpel lho.

Coba deh kalau nggak percaya. Let say kamu adalah seorang bloger dan ceritanya lagi mau ngupdate konten blogmu nih.

Lalu, kamu dengan gagah berani, duduk di depan laptopmu tanpa tahu mau nulis apa. Kira-kira, dalam waktu 30 menit ada berapa kali kamu ngetik, trus kamu backspace atau delete kata-kata yang sudah kamu ketik tadi.

Atau, misalnya nih...kamu adalah seorang desainer, terus ada telepon/chat masuk dari klien, minta dibuatin desain logo. Bisa nggak kamu langsung ngiyain permintaan itu tanpa tahu logo seperti apa yang dia mau, aplikasinya kaya apa, kesan apa yang ingin ditampilkan, dan sejenisnya?

Sulit sepertinya ya?

Setidaknya kita perlu tahu lah, big picture-nya seperti apa kan? Ibarat pergi perang, kita perlu tahu seperti apa lawan yang akan kita hadapi. Minimal, tahu tempat dan jadwal perangnya lah. Biar ndak kesasar apalagi berangkat kesiangan.

Pertanyaannya, kamu tahu nggak, apa yang sebenarnya kamu mau? 

The Why

Yang kedua, tahu kenapa (why) kita ingin mendapatkan hal itu.

Mengetahui apa yang kita mau, itu ibarat mau travelling (dengan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan), kita tahu mau travelling ke mana. 

Sedangkan the why-nya ini tuh, lebih seperti bahan bakarnya supaya kita bisa mencapai lokasi/destinasi tujuan.

2 pertanyaan berikut bisa kamu coba tanya ke diri sendiri biar kamu paham the why dari apapun yang kamu kerjakan:
  1. Tanya kenapa itu penting buat kamu. Apakah untuk pembuktian diri, untuk orang terkasih, atau apa?
  2. Tanya apa dampaknya kalau kamu nggak berhasil mendapatkan apa yang kamu mau. Atau sederhananya, "Emangnya kenapa kalau nggak dapet/gagal?"
Knowing where to go is one thing. Understand why you need to go there is another thing.

The How

Terakhir tapi nggak kalah penting adalah, bagaimana (how) cara yang paling efektif dan efisien untuk mendapatkan apa yang kita mau itu.

Seperti halnya travelling tadi, udah tau mau ke mana, paham kenapa pergi ke sana, nah pertanyaan berikutnya kan, "Ke sanaya naik apa?"

Kalau sudah tahu apa dan kenapa, biasanya gimananya itu lebih simpel (bukan mudah ya). Apakah naik pesawat, kereta api, mobil pribadi, atau bus.

Intinya gimananya itu tinggal menyesuaikan tujuannya. 

Seringkali saya kebalik. Alih-alih mencari tahu apa dan kenapanya, saya malah langsung bingung gimananya. Alhasil, bukannya lebih simpel, eh malah jadi tambah ruwet.

Kesimpulan

Mendapatkan apa yang kita mau tuh, lebih simpel saat kita tahu apa yang kita mau, kenapa mau yang itu, dan gimana cara ngedapetinnya.

Sebaiknya urut. Karena dari pengalaman pribadi, ketika ujug-ujug langsung potong kompas ke 'gimana'-nya, malah nggak kelar-kelar karena ruwetnya minta ampun.

Selamat mencoba, doa terbaik saya untuk kalian sahabat-sahabatku yang baik.