Sometimes, good enough is enough.


Di hampir semua bidang, untuk meraih hasil yang maksimal, konsisten melakukan proses-proses yang memang harus dilakukan itu sudah tidak bisa ditawar lagi.

Berkebun butuh konsistensi merawat tanaman, menyiraminya, dan menghalau hama pengganggu supaya hasil kebunnya maksimal.

Bekerja butuh konsistensi menjaga disiplin kerja dan kinerja agar hasilnya maksimal.

Kuliah juga wajib konsisten hadir di setiap kelas, mengerjakan tugas yang diberikan, hingga membaca literatur kuliah yang seabrek-abrek itu, ada maupun tidak ada ujian/kuis dadakan.

Demikian pula halnya dengan ngeblog.

Seorang narablog perlu konsisten dalam aktivitas blogging seperti memperbarui konten, promosi konten, hingga blogwalking ke blog circle mereka. Biar hasila ngeblognya maksimal (monetisasi atau pun tidak).

Umumnya ada beberapa hal yang biasanya menjadi alibi alasan seorang blogger tidak mampu konsisten ngeblog, seperti nggak ada ide, nggak ada waktu, hingga nggak pede dengan tulisan sendiri.

Yay or ney?

Sebagai seorang perfeksionis kronis, saya sendiri sering nggak yakin apakah blog post saya sudah 'benar' atau belum.

Alhasil, koleksi blog post saya lebih banyak yang berjejer rapi di folder draft daripada folder publish.

Am I the only one who have this situation?

Beberapa waktu lalu, saya sempat berkunjung ke salah satu blog. Di situ sang narablog membagikan tips yang menurut saya cukup ngena : mulai aja.

Ya kalau dalam kasus ini, publish aja, kali ya.

Memang sih, sebagai seorang perfeksionis kita maunya semua serba sempurna dan tertata. Tidak ada typo, isinya menggugah hati dan jari untuk ngeshare, sesuai dengan kaidah SEO, dan sejenisnya.

Akhirnya dicek lah bolak-balik-bolak untuk memastikan postingan itu sudah ok. Karena lelah, akhirnya proses checking-nya diundur besok. Besoknya, udah ada aktivitas lain yang harus diselesaikan dengan cepat. Dan, guess what, draft checking-nya pun mandeg.

Kemudian bikin lah draft baru dengan harapan lama dan situasi yang tak terlalu jauh beda. Dan gitu aja terus sampai negara api merger dengan suku air.

Padahal yang namanya blog post itu, editable.

Kita bisa kok publish hari ini, kemudian menyuntingnya kembali ketika menemukan kesalahan penulisan. Dan hey, itu bukan dosa besar kok.

Jadi, daripada terus-terusan menahan diri untuk tidak posting hingga semua sempurna, yuk sama-sama diubah sudut pandangnya.

Niatkan dalam hati kalau postinganmu ini semata karena-Nya untuk berbagi kebaikan. Dan doain tuh postingannya biar bisa menunaikan misinya dengan baik.

Terlepas apakah postingan itu sudah sempurna atau belum.

Sometimes good enough blog post is better than aiming perfection.

Lagi pula, bukankah hasil itu terserah pada-Nya ya? Tugas kita adalah berusaha sebaik mungkin.