Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu' (QS 2 : 45).

Unsplash

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh sahabat! Ramadhan baru saja usai, meninggalkan kita semua, kembali ke rutinitas harian kita masing-masing.

Baru hitungan hari, Ramadhan yang suci meninggalkan kita, apa kabar nih ibadah kita pasca Ramadhan? Going up, as it was, or....going down (naudzubillah min dzalik).

Semoga kita semua tetap diberikan hidayah untuk tetap isqtiqomah dalam menjalankan ibadah-ibadah kita, baik yang wajib maupun yang sunnah.

Bicara soal ibadah, salah satu ibadah penting bagi semua umat muslim di seluruh dunia adalah mendirikan sholat. Begitu pentingnya, sampai ada yang berpendapat bahwa, identitas seorang muslim yang membedakannya dengan kaum non-muslim adalah sholat.

Jadi, yuk mari kita jaga sholat kita supaya keislaman kita tetap terjaga. 

Oya, beberapa waktu lalu, saya mendengarkan sebuah podcast dari ProductiveMuslim.com mengenai sholat untuk orang-orang yang bekerja (profesional).

Untuk pekerja seperti saya, topik ini cukup menyinggung mengena buat saya yang selama ini sering mengalami masalah dalam menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan sholat.

Ada yang mengalami hal yang sama?

How To Pray Like A Pro

Apa yang akan saya sajikan di sini, sebatas poin-poin ringkasan singkat dari yang saya tangkap dalam podcast tersebut. Jadi ini, murni my version, versi lengkapnya, kamu bisa mendengarkan dan mempelajari podcast itu sendiri melalui kanal Youtube Productive Muslim

Beberapa poin yang saya pelajari karena cukup related dengan keseharian saya di tempat kerja meliputi beberapa tantangan dan kendala dalam menjaga sholat ketika bekerja.

Tantangan 1 : Sholat Tidak Tepat Waktu

Sejatinya, saat adzan dikumandangkan, kita sebagai umat muslim yang taat harusnya segera bergegas menuju masjid/ mushola/ tempat sholat.

Namun, harus saya akui, menjaga ketepatan waktu sholat itu bukan perkara mudah. Terlebih lagi saat deadline pekerjaan, meeting, dan kesibukan pekerjaan lainnya seolah tak berujung. Selesai satu, tumbuh seribu.

Alhasil, adzan jam berapa, sholat jam berapa. Kadang, bisa sholat aja sudah luar biasa. Sangking hectic-nya pekerjaan. Ini yang menurut Mohammed Fariz, founder dari ProductiveMuslim.com sebagai hustle culture atau budaya sibuk.

Sholat tak lagi menjadi prioritas, seolah sholat tak lebih penting dari menyelesaikan tugas pekerjaan.

Tantangan 2 : Sholat Tapi Tak Fokus 

Menjaga sholat tepat waktu itu sulit? Well, sayangnya ketepatan waktu sholat bukanlah satu-satunya tantangan yang dialami pekerja seperti saya. 

Menjaga sholat khusyu' dan fokus itu...very very challenging. Setuju?

Badannya sih sholat, mulai takbir, rukuk, sujud, hingga duduk tasyahud, tapi pikirannya? Melanglang buana ke mana-mana. Dari mikirin kerjaan yang belum kelar, kucing sakit di rumah, dan hal-hal yang mendistraksi kekhusyu'an kita dalam menunaikan sholat.

Tantangan 3 : Sholat Buru-Buru

Karena fokusnya teralihkan dengan tanggungan pekerjaan yang belum terselesaikan atau undangan meeting 'penting' maka sholat pun jadi serba buru-buru dan cepet-cepetan. 

Dari tidak memaknai dan memahami setiap bacaan sholat hingga, lupa berdoa kepada yang Maha Segalanya. Pertanyaannya, bila kita tak berkenan berdoa dan meminta kepada-Nya, lalu kepada siapa lagi kita harus meminta?

*****

Jadi, itulah 3 hal yang sering menjadi kendala saya dalam mendirikan sholat di tempat kerja atau saat bekerja. Namun, ada masalah tentu ada solusi, karena setiap masalah diciptakan sepaket beserta solusinya walaupun, sering kali tidak dikirim bersamaan hehehe.

Insya Allah, di postingan berikutnya, saya ingin berbagi beberapa ide dari pengalaman saya pribadi dalam mengatasi kendala-kendala sholat ini. 

Meanwhile, kalau kamu mengalami hal yang sama dan punya cara untuk mengatasinya, saya akan dengan senang hati membaca ceritamu di kolom komentar.

Sampai jumpa lagi di postingan berikutnya. Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wa Barakatuh.