Ketika Angka Mulai Memiliki Makna

Semua yang bernyawa pasti mati. Walaupun sudah pasti dan memahami hal ini, tetapi rasanya selalu berbeda ketika kematian itu datang menjemput orang yang kita kenal.


Keluarga, kerabat, sahabat, hingga rekan kerja. 

Hari Sabtu, 19 Juni 2021, melalui pesan di sebuah grup alumni kuliah, berita duka itu datang bak petir menyambar di siang hari.

Salah seorang senior saya semasa kuliah yang beberapa hari ini dikabarkan sedang berjuang melawan C19 akhirnya harus menghembuskan nafas terakhirnya meninggalkan kami semua.

Sedih pastinya.

Kini ia bergabung bersama para korban C19 lainnya di dalam grafik statistik C19 di Indonesia.

Sekaerang saat melihat angka-angka statistik itu rasanya tak lagi sama. Angka yang tadinya tak bermakna, kini memiliki arti tersendiri. Karena di dalam angka tersebut, ada sosok sahabat yang saya kagumi.

Inalillahi wa inailaihi rojiun.

Selamat jalan kakakku Yuri Soesman Margono. Semoga Allah SWT mengampuni segala kekhilafanmu selama ini, menerima seluruh amal baikmu dan menghapus namamu dari neraka-Nya.

Terima kasih telah menjadi bagian dari cerita perjalanan hidupku. Beristirahatlah dengan tenang kakakku.

Insya Allah, Ia akan menjaga keluarga yang kau tinggalkan dengan baik. Karena Dia lah sebaik-baik penjaga.




Mas Prim

Blogger, content writer & translator freelance. Text me if you need help with your text.

Post a Comment

Share opini atau pengalaman kamu tentang topik tulisan ini di sini. Share juga tulisan ini temen-temenmu, jika menurutmu bermanfaat.

&Joy!

Previous Post Next Post