Hari ini di salah satu WAG blogger, salah satu member mengajukan sebuah pertanyaan yang menggelitik minat saya untuk merespon. Pertanyaan tentang cara mempelajari Bahasa Inggris.


Menurut saya, dari pengalaman pribadi, kunci untuk menguasai bahasa asing, apa pun itu adalah dengan sebanyak dan seintens mungkin untuk mengekspos diri kita dengan bahasa tersebut.

Bisa melalui media audio visual seperti film dan lagu, atau media buku dan artikel-artikel berbahasa asing. Bisa juga bila kita cukup nekat, berbincang langsung dengan orang asing. Ya walaupun masih plegak-pleguk dan bingung memilih kata sehingga harus dibantu dengan gerak tubuh bak seorang balerina agar maksud kita tersampaikan. 

Pertanyaanya, kenapa sih kok perlu membuat diri kita terpapar dengan bahasa asing? Emang ngaruh gitu untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing? Apa nggak sebaiknya ikut kursus, mempelajari kata dan kalimat yang baik dan benar?

Hmm...untuk menjawab pertanyaan ini, yuk coba kita ingat-ingat lagi bagaimana kita dulu belajar menguasai bahasa yang kita gunakan sehari-hari. Atau, coba deh tengok anak kita. Bagaimana cara mereka belajar berbahasa? Ya, meniru.

Mereka mendengar ucapan kita lalu mencoba meniru walau dengan terbata-bata, dan viola, tak terasa mereka sudah bisa berbahasa walau tak sempurna. 

Dan seperti itu pula, yang seharusnya kita lakukan ketika mempelajari bahasa asing, dengan mendengar kemudian meniru. Karena yang namanya belajar berbahasa asing itu bukan sekedar apa arti kata dalam bahasa asing, melainkan juga bagaimana cara yang tepat untuk mengatakannnya.

Mempelajari bahasa itu juga secara tidak langsung mempelajari budaya juga. 

Bahasa Inggris misalnya, ada dua versi yang paling umum, versi US dan UK. Bahasa Inggris versi UK yang kental dengan budaya kerajaannya memiliki kesan lebih kaku dan formal dibandingan Bahasa Inggris US yang lebih luwes dan urakan. 

Belum lagi penggunaan istilah-istilah yang tidak bisa diartikan secara kata per kata, misalnya "You are going down". Kalau diterjemahkan secara kata per kata, dengan budaya dan versi kita, arti kalimat tersebut adalah, "Kamu akan turun ke bawah". Padahal, artinya adalah, "Kamu akan kalah".

Contoh lainnya, "Piece of cake". Apa coba artinya? Sepotong kue? Padahal arti dari frasa tersebut adalah "Mudah".

Nah yang seperti inilah yang sulit kalau kita kurang terpapar dengan bahasa asing yang kita ingin pelajari. Karena kita hanya akan menerjemahkan kata per kata dan menggunakan kaidah bahasa kita sendiri. Padahal artinya bisa jauh beda dengan yang dimaksud.

Selain itu, bagaimana mengekspresikan sebuah kata atau frasa hingga pengucapan merupakan elemen yang tak terpisahkan dalam mempelajari bahasa asing. Salah ucap, maknanya bisa jadi tak lagi sama.

Sulit banget ya?

Ya kalau dibilang sulit sih, iya. Namun kalau dibilang nggak sulit itu kok ya nggak juga. Perlu waktu dan upaya memang. Asalkan niatnya kuat, yakin deh bisa إِنْ شَاءَ ٱللَّٰهُ.

Menurutmu bagaimana cara terbaik untuk mempelajari dan menguasai bahasa asing? Silahkan berbagi dan semoga secuplik tulisan ini bermanfaat.