Belum Terima Sertifikat Vaksin? Unduh Sendiri Saja


Minggu lalu, setelah menunggu sekian purnama, akhirnya tibalah giliran istri saya menerima vaksin C19 yang pertama kalinya. 

Sumber : Kompas

Walaupun pemberian vaksin ini bukan jaminan kita akan kebal terhadap serangan pandemi ini, tetapi ini merupakan salah satu ikhtiar yang bisa kita lakukan selain tertib menjalani protokol kesehatan (prokes).

Setelah beberapa hari istri saya menerima vaksin, saya bertanya apakah ia sudah menerima sertifikat vaksin. Biasanya tautan untuk mengunduh sertifikat itu dikirim melalui SMS dari nomor 1199.

Namun, ia menjawab kalau belum menerima SMS apapun. Kami sama-sama memeriksa SMS dan benar, tidak ada SMS  dari nomor 1199.

Kemudian saya coba mencari informasi dengan kata kunci 'belum terima vaksin covid' dan menemukan bahwa ternyata, kejadian SMS terlambat ini umum terjadi. Namun, kita bisa kok mengunduh sendiri sertifikat vaksin covid kita dengan mengakses pedulilindungi.id

Cara Unduh Mandiri Sertifikat Vaksin Covid

Hari ini, Alhamdulillah saya berhasil mengunduh sertifikat vaksin covid untuk istri saya. Di sini saya akan coba bagikan langkah-langkahnya yang saya lakukan dari registrasi hingga mengunduh sertifikat istri saya, semoga bermanfaat.

1. Registrasi

Sebelum memulai, ada baiknya kamu siapkan dulu KTP-mu. Karena nanti kamu perlu memasukkan nomor KTP-mu untuk registrasi.

Lalu langkah awal yang saya lakukan adalah mengakses tautan pedulilindungi.id dan melakukan registrasi (gambar 1).

Gambar 1

Untuk registrasi yang penting tampaknya adalah nomor telepon yang kamu daftarkan saat vaksinasi. Karena untuk kolom nama, walaupun yang diminta adalah nama lengkap, tapi saat saya coba registrasi dengan nama panggilan saja, tidak ada masalah.

2. Unduh Sertifikat

Setelah proses registrasi selesai, selanjutnya klik ikon profil dan pilih sertifikat (gambar 2). Nantinya kamu akan diminta memasukkan nomor KTP-mu.

Gambar 2

Lalu pilih sertifikat vaksin (gambar 3) dan klik nama yang mau kamu unduh sertifikatnya. 

Gambar 3

Dan, kamu akan menemui sertifikat yang mau kamu unduh (gambar 4). Kalau kamu sudah menyelesaikan 2 sesi vaksinasi, kamu bisa melihat 2 sertifikat yang bisa kamu unduh. Namun, kalau baru 1x vaksin, ya tentunya sertifikat vaksinnya cuma 1 ya.

Gambar 4

Setelah itu, kamu tinggal klik kanan pada mouse-mu dan klik simpan gambar.

Menyimpan Sertifikat Vaksin

Setelah sertifikat berhasil diunduh, langkah berikutnya adalah menyimpannya di tempat yang aman. Ada beberapa opsi menyimpan sertifikat vaksin yang bisa kamu pilih antara lain:
  1. Simpan di memori gawai;
  2. Simpan di Google Drive; atau
  3. Cetak kartu dan simpan di dompetmu
Saya pribadi memilih opsi kedua karena menurut saya lebih ringkas. Saya bisa akses kapan pun saya mau hanya dengan mengakses ke akun Google Drive saya. Ya walaupun tetap saja ada minusnya, kalau-kalau daya gawai saya tiarap alias tewas, ya sudah nggak bisa diakses. 

Penutup

Jadi itulah, pengalaman saya mengunduh mandiri sertifikat covid. Semoga bermanfaat dan kalau ada yang kurang....feel free buat nambahin ya.

Stay safe, stay health.

Mas Prim

Blogger, content writer & translator freelance. Text me if you need help with your text.

18 Comments

Share opini atau pengalaman kamu tentang topik tulisan ini di sini. Share juga tulisan ini temen-temenmu, jika menurutmu bermanfaat.

&Joy!

  1. Kalau pengen dijadiin kartu gitu sumbernya dari sini yaa, aku lihat punya temen-temen itu ad yang bentuknya kayak kartu ATM gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemarin juga sempet ditawarin teman untuk cetak kartu vaksin mas, cuma saya sih lebih milih bentuk digital aja.

      Delete
    2. Wahhh iyasih, lebih aman juga ya.. Apalagi didalamnya itu terdapat barcode yang dimana berisi data diri pribadi kita. Kalau hilang juga bisa bahaya. Saya juga digital saja lah hhe

      Delete
    3. Nah untuk yg barcode ini, saya kok ya baru kepikiran ya. Hmm...mending digital aja kalo gitu.

      Delete
  2. Iya, betul sekali, Mas Prima. Kemarin saya juga begitu. Bisa dicetak mungil pula. Kemarin saya unduh dan simpan di memory gawai, terus saya copy ke hard disk juga, sama copy ke komputer. Hahahaha. Ampun dah, 1 file aja nyimpennya di mana-mana. 🤣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahha...kalau saya, nyimpen di GDrive itu karena lebih portable bisa dibawa ke mana2 sih.

      Delete
  3. Aku save di google Drive juga dicetak sama suami. Ternyata kartu cetaknya keciiiiiiil banget sampai nggak kelihatan. Ya kan, kami mikirnya kalau pas butuh di jalan dan ternyata HP lagi di"sandera" sama anak-anak, maka kami butuh yang versi cetak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha...iya. Plus minus sih, mau nyimpen model gimana. Yang penting aman dan mudah diakses aja mbak.

      Delete
  4. Sertifikat ini kabarnya diperlukan untuk urusan birokrasi ya. Apakah sudah ada yang mengalaminya. Misal benar-benar nggak dilayani saat nggak bisa menunjukkan sertifikat vaksin?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya pribadi sih belum pernah ngalamin. Cuma beberapa waktu lalu iseng ngelihat lowker, si perusahaan mensyaratkan lulus vaksinasi C19.

      Delete
  5. Waaahhh pas banget bisa mampir ke sini. Soalnya baru mau menuju ke sesi vaksin nih. Jadi aku pun belum ada pengalaman banget.

    Terima kasih banyak.

    ReplyDelete
  6. minggu lalu aku masih ditolak karena masih sesak semoga besok bisa nih semangat buat sehat

    ReplyDelete
  7. Aku juga unduh sendiri. Karena sampe seminggu pasca vaksin kok gak dapat2 sms. Kalau yang vaksin satu, sms datang sehari setelah vaksin, yang kedua lama banget
    Akhirnya unduh sendiri deh di pedulilindungi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo saya 22nya sih langsung terima SMS-nya. Yang lola ini punya ibu negara.

      Delete
  8. noted niih, karena belum vaksin jadi belum punya sertifikat tapi nanti kalau udah vaksin jadi gak perlu pusing lagi cari caranya gimana bisa punya sertifikat vaksin ya kan bisa unduh mandiri ya, siip, makasih Mas :)

    ReplyDelete
Previous Post Next Post